
pagi harinya.... rega sebelum ke kantor berencana mengunjungi nara.... eh.. lebih tepatnya di jemput sih... melalui jalan yang sepi dan lumayan lama... sekitar tiga jam baru sampai.
memarkirkan mobil nya di depan rumah tua... ada dua mobil juga yang parkir di situ... itu adalah mobil pengawal dan pelayan yang di suruh menjaga nara.
dia masuk ke dalam... pengawal terkejut karena rega datang mendadak...
"selamat datang tuan" kata seluruh pengawal di situ.
melihat ke dalam.... ruangannya tidak seburuk tampilan dari luar.... hanya saja sedikit mengerikan karena tidak di tempati.... apalagi di daerah hutan.
"dimana dia? " tanya rega pada rita seorang wanita yang mengurus nara.
"di dalam tuan" rita mengantar rega... membukakan pintu. tidak langsung masuk.... rega malah bertanya pada rita.
"bagaimana dia selama tiga hari ini....ceritakan dari hari pertama. " tanya rega. rita langsung menunduk.
"maaf tuan... hari pertama nyonya selalu berontak... dan tidak mau makan.... terpaksa kami mengancam bahwa tuan akan datang mengunjungi... baru nyonya mau makan. hari ke dua.... nyonya selalu menanyakan kapan dia akan di lepaskan... dan kapan tuan datang.... kami tidak tau menjawab apa....hanya menjawab yang terlintas di pikiran kami. makan pun hanya siang saja. " rita berhenti sejenak menunggu reaksi tuannya.
"hari ke tiga? "
"semalam nyonya banyak diam tuan... tidak menanyakan apa apa lagi... makan dan minum juga tidak mau.... saya menanyakan apakah ingin buang air atau apa... tapi nyonya hanya menggeleng... untung tuan datang hari ini. " rita menunduk. dalam hatinya memaki rega yang memberikan hukuman seperti ini pada istrinya sendiri... terlalu kejam dan tidak punya ot*k.
"baiklah... jangan ganggu kami" rita langsung pergi.
rega masuk... menyapu seluruh ruangan.... mendapati ranjang yang tidak terlalu bagus namun bersih dan lebar di sudut ruangan....dia tau nara pasti di situ.
__ADS_1
ruangan tampak gelap... hanya cahaya dari seng yang transparan.... itu pun hanya sepetak. berjalan kearah ranjang.... semakin dekat.
rega melihat nara... matanya tertutup... mungkin tidur. rega duduk di tepi ranjang... melihat tangan di rantai... serta kaki yang di masukkan ke balok kayu yang berlubang sebatas pergelangan kaki.
melihat wajah nara... lusuh... walau sedang tertidur... kelihatan raut wajah sedih dan tertekan. membelai wajah nara....
dia keluar meminta pengawal melepaskan hukuman yang melekat di kaki dan tangan nara. setelah itu mereka keluar... tersisa rega duduk menunggu nara bangun.... tapi dia melihat pergerakan nara... seperti akan bangun... mungkin seperti tidak merasakan sesuatu yang mengikatnya... jadi dia bangun.
dengan mata sayu dan lemah.... melihat tangan dan kaki nya tidak ada lagi benda yang terkutuk itu bagi nara. dia heran.... melihat kesamping.... sedikit terkejut melihat rega.... rega terus menatap nara.
"sudah bangun? " tanya rega sedikit tersenyum.
nara terkejut.... ternyata benar rega suaminya..... bibir nara langsung bergetar.... matanya sudah basah dan mengalir lah air mata nya.... bibirnya tidak mengeluarkan isakan... hanya menangis saja.
"kenapa menangis hem..? " rega memeluk nara lembut... nara pun memeluk nya dengan sangat erat.
"sudah tau kesalahanmu? " tanya rega lembut. nara menggeleng dalam pelukan rega. karena dia memang tidak tau kesalahannya... karena dia memang tidak selingkuh. "kau tau kesalahan mu? " tanya rega dengan nada suara seperti memperingatkan. terpaksa nara mengangguk. dia mulai terisak sesekali sesenggukan.
"bagus." rega tersenyum mengelus rambut nara. "kita pulang ya.. " kata rega dengan lembut... nara pun mengangguk.
rega ingin membantu nara berdiri... tapi nara memeluknya sangat kuat... menghela nafas... dan terpaksa menggendong nara. sampai di mobil pun nara tidak melepaskan pelukannya dari leher rega... al hasil nara duduk di pangkuan rega... menyembunyikan kepalanya di dada rega.
di perjalanan rega bertanya pada nara.... apakah lapar? haus? lelah?. semuanya di jawab dengan anggukan... karena memang itu yang di rasakan nya. tidak ada jawaban dari mulut.
"tidur lah... masih jauh perjalanan. " kata rega mengelus rambut nara dan mencium kepalanya. sesekali menepuk punggung nara.... duh... kayak menidurkan anak bayi saja. itu yang di lakukan rega sampai di apartemen.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
sampai sini doeloe... bonus nih... hehehππ
__ADS_1
semoga gak membenci rega ya... tapi jangan jadi benci author juga.... π