
"Julia, aku senang kamu kembali. Aku merindukanmu," kata Karel lirih.
Untuk sesaat, terjadi keheningan diantara keduanya. Julia menatap mata Karel mempertanyakan apa maksud perkataannya.
"Aku rindu bekerja denganmu Jul ... Haha." Karel salah tingkah.
"Ah kamu ini Rel ... Bikin aku bingung aja. Sudah ah aku mau mengerjakan ini semua. Bye," kata Julia cepat-cepat melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Karel.
Karel selalu saja begitu. Mengatakan hal-hal yang bikin aku bingung. Julia terus menggerutu dalam hati.
Seharian penuh Julia sibuk hingga sore hari saatnya jam kantor usai, Julia pun meregangkan punggungnya yang terasa kaku karena duduk sepanjang waktu.
Rekan-rekan kerja Julia satu per satu meninggalkan meja mereka dan berpamitan satu sama lain. Julia pun membereskan meja kerjanya dengan cepat.
Sepulang dari kantor, ia berencana mampir di supermarket untuk berbelanja kebutuhan rumah.
Saat Julia akan masuk ke dalam mobilnya, terlihat Karel bersandar di pintu mobil ... menunggunya.
"Karel, kamu nggak pulang?" tanya Julia sambil mencari kunci mobilnya yang terselip di dalam tasnya.
"Aku kan nunggu kamu Jul," saut Karel tanpa menggeser tubuhnya dari pintu mobil Julia.
"Ya sudah, aku buru-buru nih mau belanja dulu."
"Ke supermarket? Ya sudah aku temani."
"Tidak usah, aku lama belanjanya," kata Julia yang menolak dengan halus tawaran Karel.
"Aku juga mau belanja juga. Kamu jalan duluan saja, aku akan mengikutimu dari belakang." Karel tidak perduli akan penolakan Julia.
Julia hanya menghembuskan nafas kasar sebagai bentuk ketidaksukaannya karena Karel selalu memaksa.
Julia mengemudikan mobilnya keluar gedung kantor menuju supermarket yang berada di pusat kota. Dari spion, Julia bisa melihat jika mobil Karel mengikutinya.
Karel kayak nggak punya kerjaan saja. Mengapa sih dia ikut belanja?
Julia terus menggerutu dalam hati karena acara belanjanya terganggu karena Karel mengikutinya.
Selama berbelanja, Julia menampakkan wajah kesalnya.
"Jul, kamu cemberut terus sih? Sini aku bantu dorong trolleynya." Tangan Karel merebut trolley dari tangan Julia.
__ADS_1
"Habis kamu ini kenapa ikut aku terus sih?" kata Julia sebal.
"Lah aku juga belanja ... Tapi sabun mandi doang haha." Karel tertawa senang tidak merasa dirinya menganggu Julia.
Julia hanya melirik sebal lalu menuju kasir untuk membayar belanjaannya.
"Julia, setelah ini kita makan dulu yuk. Lapar banget aku," kata Karel yang berdiri di belakang Julia ikut mengantri di kasir.
"Aku nggak lapar. Kamu makan sendiri saja sana," kata Julia masih dengan wajah masam.
"Kamu nggak makan nggak masalah sih. Temani aku saja ya," kata Karel tidak tahu malu.
Julia hanya diam tidak mau menanggapi perkataan Karel.
Namun setelah selesai membayar di kasir, Karel memaksa Julia untuk makan di resto yang ada di sebelah supermarket.
Karel memilih tempat duduk agak di pojok sehingga tidak terlalu ramai oleh suara pengunjung resto lainnya.
"Julia, ayo sekalian makan saja ya. Nanti aku yang traktir. Jangan kuatir," kata Karel sambil memilih menu yang tersedia di resto itu.
"Iya iya, aku pesan semua menu yang ada. Kan kamu yang akan bayar."
Namun akhirnya Julia hanya memesan spaghetti dan jus jeruk untuk dirinya.
Setelah makanan pesanan mereka datang, Julia dan Karel sama-sama menikmati.
"Jul, sekarang kenapa kamu terlihat tidak nyaman makan denganku sih?" tanya Karel yang telah menghabiskan makanan dan minumannya.
"Karel, aku kan wanita yang sudah menikah. Tidak baik kan jika terlihat jalan dan makan berdua dengan lelaki selain suami seperti ini?" Julia akhirnya mengungkapkan ketidaknyamanannya.
"Tapi kan kita sahabat."
"Iya Karel, tapi jika dilihat orang yang tidak tahu siapa kamu nanti takutnya jadi fitnah kan," Julia memberikan argumennya.
"Iya Julia, maaf ya. Lain kali aku akan ijin dengan Ben dulu," kata Karel akhirnya.
"Ben sih malah nggak akan mempermasalahkan."
"Kenapa? Apakah kamu dan Ben bertengkar?" selidik Karel yang penasaran.
"Eh bukan begitu hehe ... Salah ngomong tadi aku." Julia yang keceplosan jadi salah tingkah sendiri.
__ADS_1
"Kamu dan Ben ada masalah apa Jul? Ayolah ceritakan, siapa tahu aku bisa membantu," bujuk Karel yang semakin penasaran.
"Ah sudah lupakan saja Karel. Aku dan Ben tidak ada masalah apapun kok. Sungguh," kata Julia yang berusaha meyakinkan Karel.
"Ya sudahlah, mungkin kamu belum bisa membicarakannya denganku. Tapi ingat Jul, aku akan selalu ada untukmu," kata Karel tulus menatap mata Julia.
"Terima kasih Karel."
**
Hari-hari terus dilewati Julia dengan berbagai kesibukan. Tak terasa pernikahannya telah berjalan setahun. Hari ini adalah ulang tahun pernikahan Ben dan Julia yang pertama.
Tidak ada perayaan yang istimewa. Namun Ben mengajak Julia makan malam di sebuah resto di hotel bintang lima ternama.
Julia berdandan secantik mungkin untuk malam yang istimewa baginya. Walaupun selama setahun pernikahannya Julia merasa hanya sebagai istri diatas kertas saja bagi Ben.
Selama setahun ini, Ben sama sekali belum menyentuh Julia. Hanya ciuman di kening saja yang Ben berikan saat mereka berada diantara keluarga. Hanya untuk menunjukkan jika pernikahan Ben dan Julia sangat bahagia.
Tentu saja Julia merasa sangat sedih, namun Julia terus berpikir optimis dan terus berharap akan cinta Ben yang pasti akan diberikan hanya untuknya.
Julia akan sabar menunggu selama 2 tahun untuk Ben. Dan malam ini, Julia terlihat sangat menawan dengan dress cantik dan make up natural. Siap untuk makan malam merayakan pernikahannya yang pertama.
Julia dan Ben makan malam dengan menu istimewa dan suasana yang romantis ditemani lilin yang menyala dan musik yang mengalun indah terdengar di telinga.
Setelah selesai makan malam, Ben meraih tangan Julia dan menciumnya.
"Terima kasih untuk setahun hidup bersamaku Julia. Aku sayang kamu," kata Ben memandang Julia.
"Terima kasih Ben, I love you," balas Julia yang sangat mencintai Ben.
Ben hanya tersenyum membalas ucapan Julia.
Julia dan Ben saling berpandangan tanpa kata. Masing-masing berusaha mencari jawaban dari mata yang seperti jendela hati. Keduanya tidak menyadari ada seseorang yang berjalan menghampiri keduanya.
"Halo Ben, Julia ... Lama kita tidak berjumpa."
-
-
-
__ADS_1