
Acara liburan keluarga malam ini adalah barbekyu. Semua orang berkumpul di taman yang ada di belakang villa.
Julia ikut sibuk menyiapkan acara ini bersama Mama Devi dan Tante Tyas.
"Nadine mana Jul? Kok dari tadi nggak kelihatan?" tanya Tante Tyas sambil tangannya sibuk membuat api untuk pembakaran.
"Julia juga nggak lihat Tante. Mungkin baru sama Ben," kata Julia.
"Tadi sempat lihat Ben dan Nadine jalan ke arah danau," saut Mama Devi.
"Anak muda kalau pacaran nggak ingat yang lain. Julia, besok pagi kita pergi ke danau juga ya sekalian jalan pagi," ajak Tante Tyas.
"Siap Tante Tyas," Julia tersenyum senang.
"Oh iya Jul, kenapa pacar kamu nggak diajak kemari?" tanya Tante Tyas lagi.
"Ya enggaklah Tante, ini kan liburan keluarga masa' aku mengajak Theo," kata Julia.
"Ya enggak apa-apa dong Julia. Siapa pun yang dekat sama kamu, boleh kok diajak ke sini. Liburan tahun depan ajak Theo ya," kata Tante Tyas tersenyum.
"Siap Tante, tapi kalau Julia masih sama Theo ya. Kalau sudah ganti boleh nggak?" canda Julia.
"Ih kamu ini! Jangan ganti-ganti pacar dong Julia sayang," Tante Tyas mencubit pipi Julia gemas.
"Hehe," Julia cengar-cengir.
Mama hanya geleng-geleng kepala melihat Julia. Namun Mama Devi merasa senang karena Julia terlihat sudah bisa menikmati liburan ini.
Acara barbekyu sudah dimulai sedari tadi, namun Ben dan Nadine belum kelihatan. Tapi tak lama kemudian Ben dan Nadine mulai tampak berjalan ke taman.
"Dari mana saja sih kalian ini," Bella menyambut Ben dan Nadine dengan senyum malas.
"Maaf Kak Bella, tadi Ben mengajakku melihat danau," kata Nadine yang merasa tidak nyaman dilihati semua orang.
"Maaf Kakakku sayang, tadi aku sama Nadine mau melihat matahari tenggelam di danau sana," kata Ben.
"Ya lain kali bilang dong, pamit dulu," lanjut Bella.
"Iya iya maaf," kata Ben dan Nadine akhirnya.
Tante Tyas menyuruh Ben dan Nadine makan terlebih dahulu karena semua yang di sana sudah makan sedari tadi.
Selesai makan, Ben mendekati Julia yang sedang duduk menikmati secangkir coklat panas.
"Julia, kok Theo tidak kamu ajak kesini?" tanya Ben yang mendaratkan dirinya duduk di depan Julia.
"Buat apa ajak dia segala?" saut Julia cuek.
"Loh kan dia pacarmu."
"Terus kalau pacar harus aku bawa ke mana-mana begitu?" kata Julia sambil meminum coklatnya.
"Kamu menyindir aku?" tanya Ben.
"Hah ... Enggaklah. Maaf kalau kamu merasa tersindir. Tapi aku nggak mengajak Theo karena ini kan liburan keluarga kamu, aku hanya ikut," jelas Julia.
"Tahun depan ajak Theo ya biar lebih seru," kata Ben.
"Semoga ya kalau aku masih sama dia," kata Julia malas menanggapi Ben lagi karena Nadine terlihat menghampiri tempat duduk mereka.
"Jangan bilang begitu dong Jul," saut Ben.
__ADS_1
"Seru banget nih kelihatannya. Kalian membicarakan apa sih?" tanya Nadine saat berada di depan Ben.
"Oh ini lho, aku tanya kenapa Julia nggak mengajak Theo kesini," jelas Ben sambil matanya melirik Julia.
"Iya Jul, kenapa nggak ajak Theo?" Nadine bertanya.
"Aduh ... Kenapa sih dari tadi itu yang ditanyakan sama aku? Sudahlah aku nggak mau jawab lagi biar semua penasaran hehe," kata Julia berlalu meninggalkan Ben dan Nadine.
Ih ... Sebel banget yang ditanyakan malah Theo terus. Batin Julia dalam hati sambil melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Julia merasa lelah dan ingin tidur. Rasanya tak sabar menunggu esok segera datang karena besok Julia sudah akan pulang.
**
Hari hari terus berlalu, tak terasa Julia sudah menyelesaikan kuliahnya. Saat wisuda, Julia lulus bersama Ben, Theo juga Nadine.
Malam harinya, mereka berempat merayakan kelulusan di sebuah resto.
"Akhirnya, kita bisa lulus bersama-sama ya," Nadine memulai percakapan saat mereka semua sudah duduk di dalam resto.
"Iya, senang rasanya. Selamat buat semuanya," kata Julia senang.
"Julia, setelah ini mau lanjut kuliah lagi atau kerja?" tanya Ben.
"Mau kerja dulu saja. Ingin segera bisa mandiri biar nggak menyusahkan Papa Mama," jawab Julia.
"Kalau aku mau lanjut kuliah lagi," kata Theo.
"Nggak ada yang tanya," saut Ben tertawa.
"Aku juga cuma kasih tahu," Theo tidak mau kalah.
Mereka semua tertawa menikmati keberhasilan telah menyelesaikan kuliahnya.
"Julia, kalau bisa kamu cari kerja di kota ini juga ya supaya kita nggak berjauhan," pinta Theo saat keduanya di mobil dalam perjalanan ke rumah Julia.
"Aku nggak bisa janji Theo. Kalau berjauhan kan juga nggak masalah. Sekarang sarana komunikasi sudah maju, kita kan bisa video call," kata Julia.
"Aku nggak bisa jauh dari kamu Jul. Atau kamu kerja di perusahaan Papaku saja biar kita bisa terus dekat," Theo tiba-tiba merasa punya ide.
"Eh jangan! Aku ingin punya pekerjaan dengan usahaku sendiri," saut Julia cepat.
"Yah ... Oke lah kalau mau kamu begitu. Tapi jangan jauh-jauh ya," pinta Theo sekali lagi.
Julia hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum menenangkan Theo yang bagi Julia seperti anak kecil.
Dalam hati sebenarnya Julia ingin pergi jauh dari kota ini. Karena sampai detik ini, hati Julia tetap ada nama Ben yang terpatri kuat di sana.
Sekeras apapun usaha Julia untuk mencintai Theo rasanya sia-sia saja. Jika Julia jauh dari Theo, dia berharap akan punya alasan untuk putus dari Theo dan Julia akan punya alasan seandainya nanti Ben dan Nadine menikah.
Julia tidak akan datang di hari pernikahan Ben dan Nadine kelak.
**
Julia akhirnya mulai sibuk mencari pekerjaan. Saat iseng-iseng mengikuti tes masuk pegawai negeri, Julia malah lolos. Julia pun sangat senang karena sekarang dia punya pekerjaan dan bisa mewujudkan keinginannya untuk bisa mandiri.
Tak terasa sudah setahun berlalu. Julia sibuk dengan pekerjaannya dan Theo pun sibuk menjalani kuliahnya.
Ben pun sudah bekerja di sebuah Bank ternama, sedangkan Nadine juga bekerja di sebuah perusahaan retail.
Julia sudah sangat jarang bertemu Ben karena kesibukan masing-masing. Hingga suatu sore yang mendung, Ben menelpon ke ponsel Julia.
__ADS_1
- " Halo Julia, lama nggak ketemu ya."
- "Halo Ben. Ada apa telepon?"
- "Julia, sore ini kamu ada waktu? Aku ingin bertemu denganmu."
- "Ehm, kamu datang ke rumah saja di atas jam 5 ya."
- " Oke. Terima kasih Jul. Sampai bertemu nanti sore."
- "Oke. Bye Ben."
Julia menutup teleponnya dan hatinya bertanya-tanya maksud Ben ingin menemuinya.
**
Sore itu Ben benar-benar datang ke rumah Julia.
"Julia, bagaimana kabarmu?" tanya Ben saat bertemu Julia.
"Aku baik. Silahkan masuk Ben."
Ben menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam rumah mengikuti Julia.
Saat keduanya sudah duduk di sofa ruang tamu, Julia memperhatikan raut wajah Ben yang terlihat kacau.
"Ben, ada apa? Kamu kok kelihatan kacau begitu?" tanya Julia hati-hati karena Julia sudah lama tidak bertemu Ben dan hubungan diantara keduanya sudah tidak seakrab dulu.
"Julia, apakah memang tidak ada wanita yang bisa setia?" tanya Ben dan matanya menerawang jauh.
"Maksudmu?"
"Apa nasibku memang sudah digariskan untuk selalu dikecewakan wanita?" tanya Ben lagi yang semakin membuat Julia tidak mengerti.
"Ben, ada apa sih sebenarnya? Kamu ada masalah apa?" Julia berusaha bersikap sabar.
"Julia, tadi malam aku putus dengan Nadine," kata Ben lirih.
"Loh kenapa? Bukankah kalian berencana akan bertunangan?" Julia balik bertanya.
"Mungkin Nadine sudah bosan padaku. Dia berselingkuh dengan atasannya di kantor," jelas Ben.
Julia hanya terdiam dan berusaha mencerna semua yang Ben katakan.
"Ben, apakah kamu yakin jika Nadine benar berselingkuh? Jangan-jangan itu hanya gosip saja. Kamu kan harus punya bukti," kata Julia berusaha menenangkan Ben.
"Aku ada buktinya Jul. Dan semalam juga Nadine tidak membantahnya jadi sudah jelas kan. Dan akhirnya kami putus," Ben terlihat sangat sedih.
Dengan tak sadar, Julia pun memeluk Ben erat, menenangkan sahabatnya. Hati Julia merasa ikut bersedih melihat Ben yang putus cinta.
Julia pun kembali mengingat cintanya yang hingga detik ini masih tersisa untuk Ben.
"Ben, sudahlah. Mungkin Nadine bukan jodohmu. Sabarlah menunggu jodohmu yang pasti terbaik untukmu," Julia menenangkan Ben yang wajahnya dibenamkan di pundak Julia.
Walaupun tidak menangis, Ben terlihat menarik nafasnya yang berat menahan kesedihannya.
"Sabar Ben, aku selalu di sini untukmu," ucap Julia.
Ben hanya terdiam dan semakin memeluk Julia dengan erat.
-
__ADS_1
-
-