
Julia membawa Arka pergi jalan-jalan ke taman pagi ini. Seminggu ke depan ia memang libur karena pengasuh Arka pulang ke kampung.
Julia terus mengawasi Arka yang asyik bermain sambil sesekali Julia menciumi pipi chubby Arka yang kemerahan-merahan.
Hari ini Julia sengaja menyingkirkan semua masalahnya. Ia tidak mau memikirkannya lagi. Tentang Irfan, Ben atau apapun juga. Ia hanya ingin menemani Arka.
Julia sengaja membiarkan pesan-pesan yang masuk ke ponselnya, ia tidak mau ambil pusing lagi. Toh ia bisa hanya hidup berdua saja dengan Arka.
Saat hari sudah mulai siang, matahari terasa menyengat di kulitnya, Julia pun membawa Arka pulang. Lagi pula Arka sudah tampak kelelahan dan mengantuk.
Jarak dari taman menuju rumahnya memang tidak terlalu jauh. Kira-kira sekitar 20 menit pun sudah sampai di rumah. Namun Arka terlihat sudah pulas tertidur di kursinya. Julia tersenyum melihat Arka yang terlihat tidur nyenyak.
Saat memasuki halaman rumah, Julia melihat Nadine duduk menunggu di teras rumahnya. Julia seketika tersenyum, menduga pasti Nadine akan menceritakan tentang pacar barunya. Ia pun merasa ikut senang.
"Halo, Nadine. Sudah lama menunggu?" sapa Julia tersenyum saat keluar dari mobilnya.
"Belum kok, Jul. Eh Arka tidur ya?" tanya Nadine yang melihat Arka tertidur pulas di kursi mobil.
"Iya, tunggu sebentar ya. Aku mau menidurkan Arka dulu di kamar," kata Julia sambil dengan hati-hati menggendong Arka masuk ke dalam rumah. Dengan lembut ditidurkannya Arka di atas ranjangnya.
Julia mempersilahkan Nadine untuk masuk ke dalam rumah, karena memang Nadine sudah sering sekali datang ke sini. Julia menuju dapur, membuat minuman untuk menyegarkan tenggorokannya yang kering.
"Jul, memang Mbak Asih kemana?" tanya Nadine sambil mencari keberadaan pengasuh Arka.
"Dia ijin pulang kampung seminggu ke depan, kakaknya menikah," jelas Julia sambil membuat es jeruk untuknya dan juga Nadine.
"Oh pantas saja tidak ada. Lalu kamu cuti kerja?" tanya Nadine lagi.
"Iya, kalau nggak cuti, lalu siapa yang akan menjaga Arka?"
"Kan bisa aku, Jul. Kita bergantian saja. Kenapa kamu tidak minta tolong padaku?" tanya Nadine.
"Terima kasih, Nad. Tapi aku malah senang bisa libur seminggu ini, jadi bisa menjaga Arka. Yuk kita duduk di sana, biar lebih enak," ajak Julia yang mengajak Nadine duduk di taman kecil belakang rumahnya sambil membawa es jeruk dan camilan.
"Ah segarnya," ucap Julia sambil meminum es jeruknya yang terasa menyegarkan.
__ADS_1
"Kamu dari mana memangnya?"
"Sedari pagi tadi, aku mengajak Arka ke taman kota. Inginnya sih mumpung libur jalan-jalan yang jauh atau menginap di villa keluargaku, tapi ternyata villanya belum siap dan juga kalau jauh-jauh, kasihan Arka juga."
"Kalau suatu saat liburan dengan Arka, ajak aku dong, Jul," ucap Nadine berharap.
"Iya pasti, Nad. Eh bagaimana kencan kamu dengan pacar barumu?" tanya Julia penasaran.
"Pacar baru bagaimana? Belum lah, Jul. Tapi lancar kok. Terus kamu sendiri, siapa yang kamu pilih? Ben atau Irfan? Jangan sungkan bilang, aku sudah ikhlas kok melepaskan Ben," kata Nadine tersenyum.
"Sebenarnya aku sudah jadian dengan Irfan beberapa hari lalu. Tapi semalam, Irfan marah karena aku masih merahasiakannya dari Ben. Lalu begitulah, akhirnya Ben tahu. Ben pergi dan Irfan pun juga pergi," jelas Julia yang kini kembali ingat akan permasalahannya.
"Selamat dulu, Jul. Akhirnya kamu sudah memilih Irfan. Tapi kalau ada masalah, saranku sih jangan terlalu lama menundanya, cepat selesaikan," nasehat Nadine.
"Kalau soal Ben sih aku tidak mau memikirkannya, karena dengan berjalannya waktu, Ben pasti bisa menerimanya. Tapi Irfan ... "
"Jul, kalau kamu memang benar-benar cinta sama Irfan, cepat selesaikan masalahnya. Nanti Irfan tambah marah," kata Nadine.
"Aku juga bingung harus bagaimana. Irfan tidak juga menghubungi aku. Tadinya aku mau tidak peduli, tapi sekarang tiba-tiba aku jadi merasa bersalah dan kenyataannya aku memang salah," ucap Julia sedih.
"Harus seperti itukah? Tapi kalau aku pergi, bagaimana dengan Arka? Jarak rumah Irfan dari sini lumayan jauh dan aku tidak bisa bicara serius jika bersama Arka."
"Kamu tenang saja, Jul. Biar aku yang menjaga Arka. Lagipula kan Arka sudah terbiasa sama aku, dia pasti nggak akan rewel," kata Nadine sambil meraih tangan Julia, menenangkan hatinya.
"Aduh jangan, Nad. Kamu nanti malah repot."
"Repot bagaimana sih? Aku malah senang, kan kamu tahu kalau aku sudah lama menginginkan anak. Tapi kamu tahu sendiri kan keadaanku," ucap Nadine yang terlihat sedih.
"Yakin kamu nggak kerepotan?" tanya Julia sekali lagi.
"Enggaklah, Jul. Lalu kapan kira-kira kamu akan pergi ke rumah Irfan? Sore ini?" tanya Nadine lagi.
"Enaknya kapan ya, Nad? Sore ini? Tapi aku masih kepikiran Arka. Mungkin nanti aku telpon Irfan sajalah," kata Julia yang masih bimbang.
"Jul, sudah jangan kamu pikirkan Arka. Aku kan sudah biasa jagain Arka. Kamu nggak percaya sama aku?"
__ADS_1
"Ya bukan begitu, Nad." Julia jadi merasa tidak enak hati.
"Ya kalau begitu, cepat selesaikan masalahmu. Sore ini saja datangi Irfan. Sore ini aku juga nggak ada rencana apa-apa kok," kata Nadine meyakinkan.
"Sore ini ya? Atau besok saja?"
"Terserah kamu, Jul. Pokoknya hari ini atau besok, aku siap sedia," ucap Nadine tersenyum menenangkan.
"Baiklah, mungkin besok sore saja, Nad. Semoga malah Irfan yang datang ke sini, jadi aku nggak usah pergi ninggalin Arka dan nggak merepotkan kamu."
"Oke, Jul. Besok siang aku datang lagi ke sini ya. Sekarang aku pulang dulu ya. Kamu pasti juga mau istirahat," ucap Nadine sambil bangkit berdiri dan berjalan keluar rumah Julia.
"Makasih banget ya, Nad."
"Makasih juga, Jul. Sampai jumpa besok ya," ucap Nadine sambil masuk ke dalam mobilnya dan memacu mobilnya menjauh dari rumah Julia.
Nadine tak dapat menahan senyumnya, hatinya sangat senang. Tak menyangka jika akan secepat ini ia bisa menjalankan rencananya. Ia akan menyiapkan segala keperluannya dan juga harus cepat-cepat memberitahu Theo.
***
Julia berbaring di sisi Arka, memandangi wajah tampannya yang seperti Karel. Dada Julia terasa sesak setiap kali memandangi wajah Arka seperti ini, ia selalu teringat Karel.
Julia meraih tangan Arka, menciumnya dengan sayang. Arka selalu bisa memberi kekuatan padanya walaupun mungkin Arka sendiri tidak tahu.
Julia memandang langit-langit kamarnya, ia bimbang harus bagaimana. Haruskah ia pergi mengejar Irfan dan mendapatkan cintanya kembali? Ataukah hanya diam menunggu Irfan kembali?
-
-
-
Halo readers setia 'Terlanjur Menikah', author punya novel baru yang berjudul 'Kekasih Simpanan Tuan Muda' lho ... Ceritanya yang pasti seru abissss...
So ... ditunggu kedatangannya yahhh🤗🤗🥰🥰
__ADS_1
Terimakasih 😘😘😘