
dia senyum lagi, lebih manis.
tapi benarkah dia cowok yang selama ini mengamen di sini, tapi memang gitarnya?
“pulang sekolah, ya?"Siapa cowok itu.
__ADS_1
ih, lucu, udah tahu pakai seragam sekolah masa pulang kantor, kata hati bulan geli.
“ya," sahut Wulan akhirnya.
“sendiri aja?"
__ADS_1
Wulan merasa sangat beruntung hari ini. cuma sayangnya cowok itu berdiri di belakangnya, Jadi ia tidak dapat menikmati wajah dan senyumnya dengan puas. tapi tak apa, menyadari cowok itu ada di dekatnya saja Wulan sudah sangat berbahagia.
Wulan menoleh. “kamu nggak ngamen?"sebenarnya Wulan tidak tega bertanya tentang itu, tapi Wulan tidak tahu harus bertanya tentang apa padahal Ia begitu ingin bicara banyak.
“lagi nggak. eh, kok tahu sih aku suka ngamen? suka perhatiin juga, ya?" ucapannya sedikit geer.
__ADS_1
sialan! apa dia Nggak sadar betapa Wulan selalu memikirkannya bahkan sejak pertama kali Wulan melihatnya. dan tampan kerennya, sekali lirik saja langsung masuk ke hati Wulan.
“Ge-er!" sentak Wulan akhirnya. dia tertawa, promo keras tapi enak sekali di telinga Wulan. dan Wulan lupa, benar-benar lupa, kalau tadi ia merasa tersiksa berada di sini. Ah, sejuknya tawa itu...