
Usai berbagi kebahagiaan bersama keluarga Syakira, Rama mengajak kembali istrinya untuk pulang.
Rama dan Syakira pamit. Tentu wajah keduanya dipenuhi rasa bahagia yang tak bisa lagi mereka ungkapkan, dalam hati terus mengucapkan rasa Syukur.
Sepanjang perjalan pulang, Syakira tampak tak hentinya tersenyum. Rasa bahagia yang dia rasakan begitu dalam. melirik suaminya terlihat wajah yang sama dengannya. Raut wajah Rama juga tak berhenti tersenyum.
"Apa kau ingin makan sesuatu?" tanya Rama yang mengingat Syakira dulu ingin makan rujak saat sedang hamil anak pertama.
"Tidak. Aku cuma ingin makan nasi goreng,"ujar Syakira. "Tapi, harus kamu yang buatkan."
Tiba-tiba mobil terhenti di tengah jalan. "Sayang kamu yakin mau aku masakin?"
"Iya, calon anak kita Ingin makan hasil masakan ayahnya."
"Ok. Siapa takut. Sampai di rumah, ayahmu pasti masakin nasi goreng spesial untuk anak ayah," ujar Rama mengusap perut Syakira yang masih rata.
"Tunggu, kak. Bukankah yang dijual di sana adalah gulali?"
"Iya, kenapa, kamu mau?"
"Aku mau, tapi kak Rama yang makan," ujar Syakira tampak serius.
"Sayang, tapi aku gak suka, itu terlalu manis," tolak Rama.
Syakira tampak diam. Rama yang melihat istrinya dengan terpaksa menyetujui permintaannya. "Ok, aku akan belikan, tunggu disini."
Rama turun dari mobil, lalu mendekati penjual gulali. "Bang, gulalinya satu.
"Tiga bang," Syakira menyahut dari arah belakang Rama sambil menaikkan tiga jarinya.
"Sayang, itu banyakan." Matanya melebar. Rama sudah bayangkan dirinya akan menghabiskan tiga bungkus gulali.
"Pokoknya tiga kak, atau aku merajuk nih." Wajahnya dia ketuk.
Rama hanya bisa mengiyakan permintaan istrinya. Perjalanan kami terus berlanjut. Hingga akhirnya sampai di rumah mertua. Kak Rama merangkul aku. Seakan aku takut kenapa-napa. Nenek dan ibu mertua terkejut melihat kami. Mereka pikir aku sakit. Karena, kak Rama terlihat begitu berhati-hati merangkul tubuhku hingga sampai di dalam.
"Ada apa dengan Syakira?" Ibu mertua memintaku untuk duduk.
"Aku tidak apa-apa, ibu. Kak Rama aja terlalu berlebihan," ujar-ku.
"Apa Ibu dan nenek mau dengar kabar bahagia? Dan pastinya kalian kaget." Rama menatap semua yang ada di sana.
"Mengapa gulali terlalu banyak di tanganmu, Rama?" tunjuk ibu mertua mengabaikan kabar yang akan di sampaikan oleh putranya.
Ini permintaan bumil, ibu." Rama melihat gulali di tangannya. "Tidak lama lagi rumah ini akan ramai dengan tiga cucu kalian," Papar Rama.
"Maksudmu, Syakira hamil?" Selah nenek mertua.
Rama mengangguk, spontan ibu mertua langsung memeluk syakira, dia terlalu bahagia dan sempat meneteskan air mata lantaran begitu gembiranya.
__ADS_1
"Alhamdulillah, nak. akhirnya kalian diberi kesempatan kembali untuk menjalankan amanahnya. Kebahagiaan ini, sungguh di luar dugaan. Alhamdulillah," Ucap ibu mertua.
Nenek mertua langsung memberi perintah kepada Marwa untuk mengadakan pesta besar.
"Tidak usah, nek. kami tidak ingin pesta," tolak Syakira.
"Kenapa sayang?" tanya Rama.
"Gak perlu, kak. aku tidak mau saja, jika kalian memang mau, cukup pengajian saja." Syakira menatap satu persatu keluarga suaminya.
Nenek mertua langsung memberi perintah untuk melakukan pengajian esok malam, juga meminta Marwa untuk memberi makan anak panti asuhan. Nenek melakukan semua itu atas bentuk rasa syukur keluarga itu dalam menyambut akan hadirnya tiga sekaligus penerus masa depan keluarga itu.
"Siap, nek. Marwa akan segera melaksanakan perintah." Sebelum Marwa pergi dia duduk di dekat Syakira dan berkata, "Ponakan tante di sini, kamu jangan nakal ya, jangan rewel juga ya." Mengusap perut Syakira dengan senyum. lalu mengusap perutnya.
"InsyaAllah, kakak pasti akan menyusul. jangan berputus asa dalam rahmat-Nya, kak. gak baik." Syakira memeluk kakak iparnya.
lepas dari itu, Rama pun mengajak istrinya untuk beristirahat.
"Rama, jangan lupa habiskan gulainya," ledekan ibunya terdengar jelas.
"Memang apa sih bu kaitannya dengan hal ini? Aku seperti dikerjain."
"Syakira terkekeh," Ia tahu suaminya sangat tidak suka permen kapas tersebut.
Melihat Syakira terkekeh, ibu mertua mengerti, jika Rama hanya dikerjain oleh istrinya, begitu juga nenek dan Marwa.
"Sudah, mending gula kapasnya di habiskan saja, dek." Marwa cengengesan melihat adiknya tidak tau diri mengapa Syakira mengerjainya.
"Mau dibantu gak makan gula kapasnya?" tawar ibu mertua.
"Memang ibu bisa bantu aku, sayang?" Rama bertanya pada Syakira yang masih duduk di samping nenek sambil cengengesan.
Syakira hanya mengangguk begitu juga dengan nenek yang menahan tawanya. Rama dengan wajah masam melahap habis satu permen kapas tersebut.
"Sebenarnya, itu gak ada hubungannya dengan hamilnya istrimu Rama. hanya saja takutnya saat istri meminta yang aneh-aneh tidak di penuhi akan membuat mute nya kurang baik, sebab tubuh ibu hamil banyak dipengaruhi oleh hormon. Sama halnya dengan wanita yang mengalami menstruasi, perasaan ibu hamil juga dipengaruhi oleh hormon.
"Oh, jadi saat ibu hamil meminta sesuatu, lalu gak dipenuhi, itu gak ada kaitannya sang anak akan mengeluarkan banyak liur saat lahir nanti?"
"Ya enggak lah, Rama. Itu mitos, hanya saja terkadang ibu hamil bisa tiba-tiba memiliki suasana hati yang kurang baik, jika ngidamnya tidak terpenuhi," jelas ibu Rama. "memang kamu tidak tanya sama dokter kandungan?"
Rama melirik istrinya. seakan mengatakan 'tunggu hukuman kamu telah mengerjai aku.'
"belum sempat, Bu." jawab Rama. "Ayo sayang, kamu harus istirahat.
Syakira pamit pada semua orang. keduanya pun meninggalkan ruang keluarga. Rama membukakan pintu kamar untuk istrinya dan langsung menggendong tubuh istrinya itu.
"Kamu ngerjain aku, kan. Ayo jujur!" Rama dengan pelan meletakkan tubuh istrinya di atas kasur.
"Iya, ampun raja. siapa suruh ngerjain aku tadi siang. Katanya, ada temannya yang sakit, ternyata bohong."
__ADS_1
"Bohongnya aku kan, baik sayang."
"Bohong aku juga baik, biar suamiku makan permen kapas tambah manis."
"Kamu menggoda aku, sayang?"
"Siapa yang menggoda suamiku? Memangnya disitu mau di goda, gak ah."
"Godain aku dong." Rama mulai merayu istrinya.
Rama menarik hidung istrinya, lalu wajah itu mendekat, begitu dekat. deru napas keduanya begitu terasa. namun semua gagal ketika perut Syakira berbunyi.
"Aku lapar." sahut Syakira yang membuat Rama terbahak.
"Sayang, anak kamu belum keluar, tapi sudah bisa menganggu keinginan ayahnya."
"Dia mungkin tau, kalau ayahnya itu seperti predator.
"Memang aku seperti itu?"
"Mungkin, buktinya ini langsung tiga." kekeh Syakira yang membuat Rama ikut terkekeh.
"Kamu mau makan apa?"
"Yang ada saja, kak."
"Tapi kamu gak rasa mual, kan?" Rama mengingat saat Syakira hamil-kan anak pertama mereka.
"Alhamdulillah, ini tidak. Semoga saja itu tidak terjadi. Amin."
Rama pun turun ke dapur membuatkan istrinya nasi goreng spesial sesuai janjinya. Ibu Rama cukup terkejut melihat putranya pertama kalinya membuat nasi goreng.
"Enak juga, belajar dari mana?"
"Dari Google, ibu." senyum Rama mengembang.
"Untuk ibu gak ada nih." canda ibunya.
"Ibu sudah calon nenek-nenek, jadi biarkan ini buat calon cucu ibu saja."
Ibu tersenyum melihat putranya begitu bahagia.
Saat Ibu Rama berbalik, terdengar suara berteriak dari arah kamar.
Bersambung...
Maaf Author baru up. dua hari ini Author sibuk. Belum terlambat mungkin ya... mohon Maaf lahir dan batin. Bagi yang merayakan, selamat merayakan Idul Adha. ☺☺☺☺
Terus berikan dukungannya, buat Author semangat terus up up up.... jangan lupa ya like, komen dan beri vote.... 😍😍🥰🥰🥰
__ADS_1