
Kini Syakira sudah kembali pulang ke rumah utama orang tua Rama. Ibu dan ayah Syakira ikut mengantarkan putrinya kembali.
Sebagai ibu yang belum punya pengalaman merawat buah hatinya, tentu Syakira masih perlu banyak belajar, seperti menangani buah hatinya saat si kembar menangis.
"ibu, kenapa dia menangis terus?" tanya Syakira mulai panik pada ibunya Syakira.
"Dua haus Syakira. Ayo bersihkan tubuhmu sebelum memberinya Asi," pinta ibu Fatima pada putrinya.
Syakira pun meliput masuk kamar mandi membersihkan dirinya, lalu kelar dan memberi Asi si kembar Arju. setelah si Arju pulas kini gilira Arja yang terlihat gelisah di tempat.
Marwa yang baru datang, dan melihat masuk kamar Syakira. Marwa pun masuk dan mendapati Syakira sedang menyusui baby adzkadina yang di sapa baby Dina.
"Wah, Dina haus ya, sayang?" Marwa seakan membayangkan dirinyalah di sana sebagai ibu.
__ADS_1
melihat Arja gelisah, Marwa pun menghampiri Arja di box miliknya. "Arja kenapa sayang? pup ya? Sini tante lihat popoknya."
Wajah mungil Arja saat Marwa melihat popoknya langsung diam. "Oho ... Ibu, Arja pup nih." Marwa tertawa melihat raut wajahnya Arja memerah saat Marwa menegurnya. seakan malaikat kecil itu malu pada dirinya sendiri.
Syakira tersenyum melihat Marea begitu serius mengurus Baby Arja. Usai menggantikan popo Baby Arja, Marwa kembali meletakkan Baby Arja di dalam box miliknya. Marwa bebalik melihat Syakira di mana ibu Fatima duduk di dekat Syakira yang masih menyusui Baby Dina.
"Ra, bagaimana rasanya jadi ibu. pasti seru ya kan Ra? Secara tiga sekaligus harus kamu urus." ujar Marwa mengelus wajah Baby Dina yang sudah tidur juga sudah melepaskan Asi ibunya.
"Kesannya jadi ibu, jika kemarin-kemarin sibuk mengurus diri, sekarang sibuk urus tiga Baby Ini. ada rasa tersendiri yang tidak bisa di gambarkan.
Lalu terus menatap Baby Dina yang terlihat sesekali memonyongkan bibirnya, lalu tersenyum. Syakira dan Marwa tersenyum melihat kelucuan malaikat kecil itu, bahkan Syakira tidak ketinggalan mengambil momen itu di ponselnya.
Setelah baby-baby Syakira pulas, ibu Fatima pamit untuk pulang. begitu juga dengan Marwa ia pamit menuju kamarnya sendiri.
__ADS_1
Rama masuk dan mendapati istrinya menatap wajah baby-baby mereka. "Kenapa, Bunda?" bisik Rama memeluk istrinya dari belakang dan ikut menatap kelucuan malaikat kecil itu yang kini tergelatak pula bertiga di boxnya.
"Aby lihat, wajah mereka begitu bersinar. pantas saja mereka dikatakan malaikat kecil. Hati mereka masih bersih.
"Ya, wajar saja hati manusia sering di ibaratkan hati Anak bayi yang baru lahir," ujar Rama yang masih setia melingkarkan tangannya diperut istrinya yang sudah kembali langsing.
"Iya, 'hati ibarat seorang ibu yang memeliharanya, menyusuinya, dan menimang-nimangnya itu kata Syekh Abdul Qadir Al Jailani dalam kitabnyaย Sirr Al-Asrar Fi Mayahtaj Ilayah Al-Abrar yang pernah aku baca." ujar Syakira memegang wajah suaminya.
"Apa yang kamu rasakan mejadi ibu?" tanya Rama.
"Menjadi seorang ibu itu ternyata tidaklah mudah, Ada rasa lelah, khawatir," ujar syakira memegang wajah suaminya yang kini ia panggil Aby.
"Terimakasih telah melahirkan anak-anakku. aku tidak bisa membalasnya apa pun itu. Ternyata melahirkan itu tidaklah mudah.Rasa sakit yang dirasakan tentunya tak bisa di gambarkan. Bukan aku yang di posisimu, tapi aku bisa ikut merasakan hari perjuanganmu hingga mereka lahir ke dunia ini. terimakasih, sayang!" Rama mengecup kening istrinya dan meminta Syakira untuk beristirahat.
__ADS_1
Maaf baru bisa up segini. ๐๐๐ sebuah hal yang membuat Author gak bisa rutin Up dan hanya bisa segini. ๐๐
ย