Terlanjur Sayang

Terlanjur Sayang
Ketegasan Rama


__ADS_3

Sudah satu minggu ini Syakira dirawat di rumah sakit. Dengan terpaksa semua pekerjaan kantor Rama kerjakan di rumah sakit.


Walau Syakira memintanya ke kantor, namun Rama tetap memilih bekerja saja sambil menemani istrinya di rumah sakit.


Sebuah pesan masuk lewat email yang dikirim oleh orang kepercayaannya. Mata Rama melebar membaca hasil penyelidikan tentang siapa dalang dibalik fitnah besar yang selama ini membuatnya hampir jadi pria gila. Bahkan sedikit menghancurkan rumah tangganya.


"Sungguh aku tak mengerti tujuanmu melakukan ini." Rama mengepalkan kuat tangannya sampai terkepal sempurna.


Syakira berbalik melihat wajah tampan suaminya berubah merah padam. 'Ada apa dengannya?' batin syakira yang memposisikan tubuhnya untuk duduk dengan masih tangannya terpasang selan infus.


"Sayang?" panggil Syakira pada suaminya.


Rama berusaha untuk tersenyum sebelum ia menjawab. Rama pun menutup laptopnya, kemudian ia berjalan ke arah istrinya.


Rama langsung mengecup kening istrinya. "Kau sudah bangun, sayang? Bagaimana perasaanmu sekarang?"


"Aku sudah cukup baik. Kalau aku boleh tahu kenapa wajahmu terlihat merah, kak? Ada apa?"


"Hoya? Semerah apa? Apakah semerah bibir bidadari aku?" Rama berusaha mengalihkan perhatian istrinya.


"Merah, sangat merah. Sepertinya kamu sedang marah?" tebak Syakira.


"Marah? Pada siapa? Di sini hanya kita berdua," Rama mengusap kepala istrinya," Sudah jangan dipikirkan. Mungkin kamu hanya berhalusinasi," elak Rama.


"Mana ada aku berhalusinasi, kak. katakan padaku ada apa?"


Rama terdiam. Saat Ia akan menjelaskan, terdengar pintu di ketuk oleh seseorang dan itu ternyata dokter.


"Bagaimana kabarnya, nona?" tanya dokter itu.


"Alhamdulillah, dok. Apakah hari ini aku sudah bisa pulang?" Syakira berharap dokter sudah memberikan lampu hijau.


"Kita cek dulu kondisi Nona ya? Setelah itu kami baru bisa memberikan keputusan." jawab dokter itu sambil melakukan pemeriksaan.


"Aku sudah merasa lebih baik, dokter. bahkan aku sudah tidak merasa mual," Kata Syakira yang sebenarnya masih sering merasa sakit bagian perut bawahnya. Ia lakukan semua itu karena benar-benar sudah jenuh berada di rumah sakit.


Usai pemeriksaan. Rama diminta keruangan dokter.


"Sayang, aku Keruangan dokter dulu," pamit Rama.


Syakira mengangguk. Sebelum pergi Rama mengecup kening istrinya. Syakira tersenyum.


Melihat Rama keluar bersama dokter. Leon datang dengan membawa bunga ditangannya buat Syakira.

__ADS_1


"Leon, mengapa kamu disini?" Syakira terkejut dengan kehadiran Leon.


Ketika Syakira hendak akan turun dari bad pasien itu, ia hampir terjatuh dan langsung tubuhnya ditahan oleh Leon yang posisi mereka seperti di peluk oleh Leon.


Seketika gambar keduanya diambil oleh Maura yang juga tiba-tiba datang bersama Tante Melly.


Suara tepuk tangan terdengar. Seketika, Syakira mendorong tubuh Leon agar menjauh darinya.Tante Melly tersenyum sinis melihat kearah syakira.


"Aku tidak memberi denganmu Syakira. Dalam keadaan seperti ini kamu masih sempatnya mencari kesempatan dalam kesempitan."


"Apa yang kalian lihat tidak seperti yang kalian tuduhkan," bela Leon.


Benarkah? Kenapa kalian masih menyangkal? Tidak di rumah sakit kalian masih saja saling memberi perhatian. Kasihan betul Rama yang harus menerima istrinya seperti ini. Sudah sakit masih untung Rama mau denganmu. Hamil pun aku ragu itu anak Rama atau bukan. wow! good!" Lanjut Maura.


"Stop! Cukup!" teriak Syakira.


"Kenapa kamu marah kalau tidak benar?" teriak Maura.


"Maura!" teriak Rama dari belakang mereka dan langsung mendorong tubuh Maura untungnya Tante Melly ada dibelakangnya dan menahan tubuh Maura.


Sementara Leon yang melihat Syakira hampir jatuh, segera kembali menahan tubuh itu.


Melihat istrinya pingsan. Rama segera berlari dan berteriak. "Syakira!"


Maura tampak terlihat tenang dan berharap Syakira mati saja. sementara Tante Melly tampak terlihat takut melihat tatapan tajam dari Rama yang tertuju padanya.


Ibu dan ayah Syakira serta keluarga lainnya ikut panik. mereka yang melihat dokter berlari ke kamar rawat Syakira membuatnya bertanya dalam hati mereka. Apa yang terjadi pada Syakira?


Kedua orang tua Syakira, nenek dan ibu mertua serta keluarga lainnya terus berlari dan mendapatkan tampak banyak orang di kamar rawat Syakira.


Rama tidak tinggal diam. Dengan penuh amarah yang membuncah Rama menarik paksa Maura serta tante Melly untuk keluar.


"Rama ada apa ini?" tanya ibunya yang melihat putranya tampak tak baik saja.


"Tanyakan padanya, ibu. karena dia Syakira sekarang harus kembali di pasangkan oksigen.


"Rama, harusnya kamu bersyukur pada kami, jika kami tidak memergoki istrimu berduaan entah apa yang akan ia lakukan bersama Leon!" bentak Tante Melly.


"Maaf, saya memang kemari untuk menjenguk Syakira tidak lain sebagai teman satu kuliahnya. Dan apa yang anda tuduhkan itu Fitnah antara aku dan Syakira, Nyonya.


"Leon, aku punya buktinya, lihat!" Maura memperlihatkan buktinya di hadapan Leon dan Rama.


Seketika, ponsel miliknya Rama sita dan ia banting di lantai tepat di depan Maura.

__ADS_1


"Rama!" teriak Tante Melly melihat ponsel termahal milik Maura hancur seketika. Dan Maura hanya bisa membulatkan matanya melihat ponsel mahal miliknya hancur di hadapannya.


"Perkataan dan bukti apapun itu yang kamu bawa ke hadapanku, kepercayaan dan cintaku pada istriku tidak akan pernah berubah." tunjuk Rama tepat di wajah Maura. "dan kau." Tunjuk Rama pada tante Melly. "wanita yang selama ini kami anggap keluarga ternyata tidak lain merupakan musuh dalam selimut."


"Rama, apa maksudmu?" Tante Melly tampak ketakutan.


"Jangan pura-pura tidak tau, tante Melly. Kemas-lah barang-mu dan bersiaplah mendekam dalam jeruji besi," ancam Rama.


Tante Melly dan Maura saling menatap satu sama lain. Seluruh tubuhnya terasa gemetar. Ibu Rama kembali menatap Melly. Seakan ia meminta penjelasan pada Melly apa yang ia perbuat sampai putranya begitu dendam.


Kemudian, Rama berlalu masuk kembali keruangan istrinya mendengar namanya dipanggil oleh dokter.


"Tuan, tolong istri anda jangan sampai pikirannya terganggu atau merasa tertekan, karena kondisi janin sangat berpengaruh terhadap kondisi ibunya.


"Baik, dok. kata Rama yang melihat istrinya masih tertidur karena diberi obat penenang oleh dokter.


Dokter pun keluar dan tinggallah keluarga inti di sana. Leon pun maju dan menjelaskan pada Rama agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman di antara mereka.


"Saya kemari niat awal menjenguk istrimu juga aku titip ini." Leon memberikan sebuah kotak pada Rama untuk Syakira. "tolong berikan itu pada Syakira. Aku kemari untuk pamit. Aku berjanji tidak akan menganggu istrimu lagi. Aku cukup bahagia melihat Syakira bersama orang yang tepat seperti anda, tuan Rama." Leon menepuk bahu Rama. kemudian pamit.


Melihat Leon pergi. Tante Melly pun menarik paksa tangan Maura untuk pergi dari sana. Melihat Tante Melly akan pergi Rama kembali keluar dan mengancam Tante Melly.


"Urusan Tante dengan Saya belum selesai. Jangan coba-coba tante melarikan diri. Mau Sampai ujung dunia pun tante melarikan diri akan aku temukan," peringatan Rama pada Tante Melly.


"Dan ingat, bila terjadi sesuatu pada istriku, kalian berdua akan mendapatkan balasan setimpal dariku. camkan itu!" tekan Rama kembali.


Setelah itu Rama kembali masuk dalam kamar istrinya. Syakira dengan pelan membuka matanya. Semua terlihat normal kembali.


Belum sempat kata keluar dari bibir istrinya, Rama pun memberikan pelukan terhangat untuk memenangkan Syakira.


"Tidak perlu kamu jelaskan, sayang. sudah aku katakan padamu aku percaya pada istriku.


"Terimakasih, kak." Syakira pun semakin membenamkan kepalanya di dada bidang milik suaminya itu.


"Nak, kamu baik?" tanya Ibu Fatimah Pada putrinya."


"Iya, ibu. Syakira sudah agak baikan. dan jujur Syakira sudah ingin pulang, ibu."


"Berdoalah. Semoga kamu bisa secepatnya pulang." kata ibunya yang mengusap punggung putrinya yang masih dalam pelukan Rama, suaminya.


Mohon terus berikan dukungannya buat author. Jangan lupa tinggalkan komentar, Like, vote dan beri hadiah buat Author☺☺😉


Dukungan dari kalian sangat berharga bagi kami untuk menunjang motivasi kami sebagai Author. mohon dukungannya🥰🥰🥰🥰love-love buat pembaca setia 'Terlanjur Sayang' masukkan dalam daftar Favorit untuk mengetahui update terbaru dari kami. TERIMAKASIH LOVE YOU🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2