Terlanjur Sayang

Terlanjur Sayang
28. Tragedi


__ADS_3

Mobil yang membawa Steffi bergerak cepat begitu membelah jalanan. Menuju pinggiran kota. Steffi sendiri tak dapat melihat karena begitu masuk ia di suntik langsung.


Bukan sekali namun dia kali. Wanita melihatnya dalam setengah sadar. Wanita itu sudah terkulai lemas di ampit lelaki bertubuh kekar itu. Tanpa mengetahui ke mana dia dibawa pergi.


Mobilnya memasuki gudang terbengkalai yang ada sejak belukar tinggi dan banyak barang berserakan, sampah. Steffi di baringkan begitu saja di tempat berdebu itu.


Sebuah mobil mewah masuk tak lama kemudian turun lah wanita cantik berpakaian kurang bahan dengan high heels yang tinggi. Dengan senyum culasnya dia memandang Steffi dengan jijiknya.


"Dia mesti mati bersama bayi nya. Wanita itu tidak layak hidup. Mari kita keluar kan bayi nya dan biarkan mereka mati perlahan-lahan kehabisan darah. " Seringai lebar menghiasi wajahnya.


Dua lelaki bertubuh kekar itu tergedik ngeri, mereka menelan air liur sendiri. Kali pertama mereka melakukan kejahatan yang tak lazimnya. Biasanya mereka sekedar menculik, menghajar sebagai tanda peringatan.


Tapi kini wanita itu hendak membedah perut ibu hamil? dan mengeluarkan bayi nya? Tanpa memberikan pertolongan. Selayaknya dokter pada pasien. Namun sekedar membedah perut saja tanpa menjahit nya lagi.


"Nona jika Tuan tahu perbuatan Nona kali ini, apa mungkin ada.. " Belum selesai satu lelaki itu berbicara sudah di potong. wanita itu tak lain adalah Clara.


"Diam kau. Tutup mulut saja! Aku sudah membayar mahal pada kalian, ingat itu! " Hardik nya. Matanya melotot marah, "Salahkan diri mu! Sudah menjadi orang ketiga diantara kami! "


Tatapan penuh dengan kebencian dan amarahnya ia membuka tas kecil yang berisi peralatan bedah, Carla pernah masuk sekolah kedokteran namun karena sifat manja nya ia tak menekuni bidangnya dan hanya menjadi tuan putri.


Kerjanya hanya bersosialita dan menghamburkan uang dengan shoping, traveling. Wanita itu juga beberapa kali berkencan dengan beberapa pengusaha muda dan terakhirnya adalah Samuel Johnson.


Yang akan menjadi suaminya. Tapi semuanya tak berjalan lancar karena lelaki itu bermain hati dengan Steffi.. Wanita itu yang pingsan di hadapan nya.


"Jika benar anak ini milik Samuel Johnson, maka aku akan membunuh nya. Jadi diantara mereka akan ada kebencian dan tak akan pernah menyatu. " Gumam Carla.


Brakk. Sebuah motor menerjang masuk dengan suara tembakan ke segala penjuru. Adu tembakan terjadi Carla bersembunyi menyelamatkan diri.


"Cepat bawa wanita itu masuk kita tinggal kan tempat ini! " Teriak Carla. Ketiga lelaki itu saling mengerti apa perintah majikannya. Carla sendiri juga memegang senjata api yang diberikan oleh anak buahnya ikut serta menembaki musuh nya.

__ADS_1


Steffi diangkat dan dimasukkan ke dalam mobil lagi mereka meninggalkan tempat tersebut. Dengan menerobos bangunan rapuh tersebut.


Dibelakangnya ada dua motor dan mobil hitam mengejar minivan tersebut. "Brensek! Siapa mereka? Bagaimana kita dapat di ganggu, apa kalian ceroboh sehingga memancing orang kemari? " Maki Carla.


"Tidak Nona sungguh kami melakukan hal itu dengan rapi. " Ucap salah satu lelaki itu. Carla tak membalasnya hanya melirik tajam.


Mereka tidak hanya kejar-kejaran namun juga melayang kan beberapa kali tembakan di jalanan sepi tersebut.


Hingga memasuki jalur jalan utama yang banyak di lalui kendaraan, mereka masih kejar kejaran. Dan tak menurunkan kecepatan nya.


"Mhn.. " Steffi mengangkat matanya yang terasa berat dan menatap sekeliling dengan memicingkan mata. Menyesuaikan, retina nya dengan keadaan sekitar nya.


"Kalian siapa? Mengapa kalian membawaku? " Tanya lirih Steffi.


"Diam lah jika ingin hidup! " Salak Carla melotot marah pada Steffi. Wanita itu hanya diam di tempat.


Steffi melihat banyak kendaraan yang mengikuti minivan yang membawanya. Ia juga kebingungan dengan apa yang terjadi. "Apakah ini musuh kak Steven Gerrard? " Batin nya.


Kukunya yang panjang mengenai kulit putih nya terasa perih. "Lepas! Kau siapa? Aku tak mengenal mu! Kenapa kau sakiti aku! " Balas Steffi tak mau kalah.


"Dasar betina tak guna! Kau hanya pelepasan nafsu saja! Jadi untuk apa kau hamil bego! " Maki nya dengan nada naik satu oktaf.


Carla tak menyadari kecerobohan nya yang mengenakan kalung panjang yang mengenai kunci pintu beberapa kali mengaitkan. Ia membungkuk di hadapan Steffi.


Maksudnya adalah mengintimidasi wanita hamil tersebut namun pada detik berikut mobil berguncang melewati baru terjal karena berbelok arah mencari jalan sepi.


Dan menghindari kejaran musuh. Carla tercekik dengan kalung nya dan di manfaat kan Steffi mendorong nya.


Bruk.. "Akh.. " Suara teriakan Carla bersama-sama membuat sopir menginjak rem mendadak dan kurang keseimbangan oleng.

__ADS_1


Sementara itu Carla terjungkal keluar dari mobil dan tubuh nya tergilas mobil hitam Land rover yang mengejar nya tadi.


Sedangkan sepeda motor itu hanya menghindari walaupun sempat kehilangan keseimbangan namun mereka tak sampai jatuh.


Carla meninggal di tempat. Sedangkan mobil minivan itu terbalik, yang menghantam pembatas jalan sebelum nya.


Sopir meninggal dunia sedang kan awaknya keluar namun di tahan oleh dua pria bersepeda motor. Ada mobil sirine tak lain milik ambulan dan aparat berwenang.


Dan diantara mereka ada Dave Robinson. Sedangkan pemilik land rover sudah turun yang tak lain adalah Samuel Johnson ia langsung menuju mobil tersebut.


Lelaki itu berusaha menyelamatkan Steffi yang terjebak di dalamnya.


"Sayang.. Ayo kau bisa! " Panggil Samuel Johnson. Steffi menatap sendu. "Pergilah! Aku tak bisa keluar! " Teriaknya frustasi. Pintu sebelah Steffi ringsek dan ia terjebak dengan sabuk pengaman. Samuel Johnson meminta pisau pada anak buahnya dan ia pun masuk dan membantu Steffi keluar dari sana.


"Sayang.. Kau bisa lakukan ini. Ayo perlahan. " Lelaki itu membantu nya.


Sementara itu di luar nampak percikan api pada mesin. Dave Robinson berlarian mendekati mobil tersebut.


"Cepat keluar. Kalian bisa! " Seru Dave Robinson. Steffi pun keluar dan ditarik Dave Robinson. Namun Samuel Johnson terjebak kakinya tersangkut saat berusaha keluar.


"Tolong jaga dia! Cepat bawa pergi dari sini! " Teriak Samuel Johnson. Karena ia mendengar korsleting listrik tersebut. Artinya akan terjadi ledakan mobilnya.


"Tidak. Aku tak mau meninggalkan mu. " Seru Steffi. "Pergi! Ingatlah aku selalu mencintai mu! " Teriak Samuel.


Dave Robinson juga melihat beberapa percikan tersebut segera menarik Steffi. Namun baru beberapa langkah dari sana. Bum. Mobil tersebut meledak tanpa sisa. Api melahap seluruh badan mobil.


"Sam.. " Steffi menjerit histeris. Semuanya menatap prihatin, pada pengusaha muda itu. Meninggal dunia dengan tragis.


Dave Robinson memeluk wanita itu yang menangis histeris. Hanya itu yang dia lakukan untuk membantu nya saat ini.

__ADS_1


Dua lelaki bersepeda motor itu adalah satu anak buahnya Samuel Johnson dan yang satu adalah anak buah Dave Robinson. Mereka saling memahami dan berjabat tangan sebagai rasa simpati.


__ADS_2