
Rama dan syakira bergandengan tangan memakai baju putih di hamparan luas entah itu dimana. Seperti mencari sesuatu yang tidak tau dari mana asal suara yang terus manggilnya.
"Ayah...!"
sejenak kemudian.
"ibu...!"
Rama dan syakira tampak sibuk mencari asal suara yang begitu nyaring. seperti suara anak kecil. Suara itu kembali terdengar. kata pertama yang terpanggil 'ibu'
"ibu...!"
sejenak kemudian.
"ayah...!"
Rama dan Syakira silang menatap. mereka seakan dalam kebingungan
sebuah cahaya menyilaukan mata keduanya.
Tampaklah anak kecil memanggil keduanya. Syakira pun bertanya. "Siapa kamu?"
"Kalian tidak mengenalku?" jawab anak kecil itu entah perempuan atau laki-laki.
Rama dan Syakira kembali saling menatap. Rama pun menjawab, "kami tidak mengenalimu."
"Apakah kalian tidak ingin memelukku?" tanya kembali anak kecil itu.
Syakira dan Rama kembali saling menatap kebingungan.
"Peluklah aku ayah, ibu. aku anakmu."
Anak itu terus berjalan, begitu juga dengan Rama dan Syakira. ketika anak itu akan sampai di depan Syakira, dan hampir dipeluk oleh Rama dan Syakira ia mundur tiga langkah.
"Ibu, ayah, terimakasih. Kalian begitu menyayangiku. Aku bahagia pernah hadir ditengah kalian." anak itu tersenyum. Wajahnya begitu bersinar.
Suara panggilan kembali terdengar dari arah belakang Syakira dan Rama.
"Rama, Syakira!"
Rama dan Syakira terus menatap pada wajah anak kecil yang terus menerus memberinya senyum. Anak itu tak hentinya terus tersenyum. wajahnya semakin menampakkan cahaya.
Kembali suara dari arah belakang terdengar memanggil.
"Rama, Syakira!"
Namun masih sama, Rama maupun Syakira terus mengikuti anak kecil yang terus mundur darinya hadapannya.
"Ibu, ayah, aku menyayangimu, tapi mereka lebih menyayangi kalian. lihatlah belakangmu, ayah, ibu. Suatu hari ayah dan ibu akan bertemu denganku."
Anak kecil itu menunjuk kebelakang Rama dan Syakira. Ia menunjuk seorang ibu dalam tangisnya yang terus memanggil nama Syakira dan Rama.
Rama berbalik melihat ibunya memanggil, namun Syakira masih
__ADS_1
menatap anak kecil didepannya.
"Lihatlah dibelakang, ibu."
Namun Syakira tidak melihat ke arah belakang atau ke arah depan.
Rama ingin kembali menggenggam tangan istrinya, tapi tidak bisa.
Seorang ibu menangis berharap Rama meraih tangannya. seolah ada angin yang mendorongnya hingga tangan ibu itu dapat meraih tangan Rama.
Sementara tangan Rama terus mencoba menggapai tangan Syakira yang sedang tertunduk, tetap sama ia tidak bisa menggapainya.
____________
Ibu Rama yang menangis di sisi putranya tiba-tiba tangan itu bergerak, Seketika pelan -pelan mata terbuka dan menyebut nama Istrinya. "Syakira!"
"Alhamdulillah, nak, kamu sadar?" ibu Rama begitu bahagia melihat Rama sadar.
"Mana Syakira ibu?" tanya Rama mengedarkan pandangannya.
"Syakira.... " ucapan ibunya Rama terhenti.
"Katakan ibu ada apa dengan Syakira?" tanya Rama yang memaksakan diri untuk bangun.
ibunya Rama tidak tau harus bilang apa. ia gugup dan tak mampu berkata.
"Kak, kak Marwa, katakan padaku mana istriku?" tanya Rama melihat kakaknya.
"Apa? tidak, tidak mungkin. tidak!" teriak Rama yang melepas selan infusnya dengan paksa.
Fajri yang baru datang melihat Rama memberontak segera ia masuk. "Rama! sadar kamu!"
"Katakan, di mana istriku? jawab! jangan hanya diam, katakan!"
"Ok, tapi kamu yang tenang dulu!" bentak Fajri.
Rama akhirnya terdiam mencoba untuk tenang. kemudian menyebut. "katakanlah."
Fajri menarik napas. "anaknya tidak bisa terselamatkan, karena kandungannya begitu lemah."
"Jadi maksudmu, Syakira di operasi?"
"Iya, tapi sudah selesai. Dan kabar baiknya penyakitnya sudah berhasil diangkat, tapi bersama dengan janinnya."
Seluruh tubuh Rama melemah. ia tidak bisa berkata-kata lagi. otak dan pikirannya nol sekarang.
"Maafkan aku, Syakira. Maafkan aku!"
***
Diruang rawatnya Syakira masih tak sadarkan diri akibat pengaruh obat bius. masih dengan mata tertutup. Laila yang berjaga menemukan buku diary milik Syakira dan membacanya. Laila tidak bisa menahan air matanya.
Melihat Rama datang Laila memberikan buku diary milik Syakira pada Rama. Laila dan Fajri keluar memberikan ruang pada Rama.
__ADS_1
Rama mengecup kening istrinya. "Kamu pasti akan sehat kembali, sayang. bisik Rama melihat istrinya masih menutup Mata.
Melihat buku diary milik istrinya yang berada ditangannya, Rama mengukir senyum. Buku diary warna pink itu meninggalkan sejuta cerita. andai mereka ingin menulis sebuah novel mungkin cocok tema 'Gara-gara buku diary kutemukan jodohku'.
Rama membuka lembaran buku diary itu dan membaca tulisan Syakira.
'Saat aku merasa lelah, tetaplah di sampingku hingga aku tak lagi merasakan rasa lelah itu kembali.
dan andai aku tidak berumur panjang aku tidak rela jika wanita yang akan menggantikan posisiku sebagai istri kamu berikutnya tidak benar-benar tulus, karena aku sebagai istrimu begitu banyak kekurangan. Aku rela jika wanita yang menggantikan aku adalah wanita yang tulus mencintaimu. Maafkan aku yang mendahulukan egoku. Saat di mana kau utarakan cintamu dengan begitu tulus, aku takut untuk menolaknya, karena aku tidak pernah tahu apakah aku bisa menemukan pria sebaik dirimu. untuk itu seandainya suatu saat kita berpisah hidup atau mati satu hal yang kamu harus tau bahwa buah hati kita adalah merupakan tanda kuatnya cinta kita. kelak ia lahir. harapanku.'
Rama ikut menangis. Betapa Syakira berharap calon bayi mereka melihat dunia. faktanya Sang Pemilik Ruh lebih mencintainya.
"Maafkan aku, sayang. semua karena aku kamu harus kehilangan calon anak kita."
Rama kembali mengecup kening istrinya. kemudian beralih mengecup kedua mata istrinya. dan berakhir menempelkan ***r mereka.
Setelahnya Rama kembali berujar sambil menggenggam tangan istrinya. "Tak ada wanita yang bisa menggantikan posisimu di hatiku Syakira. Aku terlanjur sayang padamu. Kau sudah merebut seluruh nya. lihatlah aku, aku begitu lemah karena dirimu. bangunlah, sayang. kita mulai dari awal lagi. Aku mencintaimu."
Tak lama kemudian tangan Syakira bergerak. Rama begitu bahagia melihat istrinya sadar juga. Dengan pelan Syakira membuka matanya. Samar-samar seorang pria terlihat di depannya. kembali ia menutup matanya.
"Syakira sayang, sadarlah." panggil Rama pada istrinya.
namun Perasaan Syakira masih terbawa dengan pengaruh obat bius operasi. ia masih nyaman dalam diamnya. Rama terus memanggilnya.
"Sayang, buka matamu. lihatlah aku."
samar-samar Syakira mendengar suara suaminya. Syakira sekuat mungkin melawan pengaruh obat itu hingga matanya berhasil terbuka. Rama begitu bahagia melihat Syakira menatap dirinya.
"Alhamdulillah, sayang, akhirnya kamu sadar juga."
Syakira masih terlihat melawan tubuhnya yang begitu lemah. Ia belum sempurna mendapatkan kesadarannya.
"Apa yang kamu rasakan, sayang?"
"Perasaanku mual, kak," lirih Syakira.
Kamu yang sabar ya. Rana kembali mengecup keningnya.
Begitu Syakira berusaha bergerak kembali ia merasa perih di bagian perut. Syakira yang sudah mulai mendapatkan seluruh ingatannya cukup heran meraba perutnya yang sudah terbungkus dengan gurita serta kateter yang terpasang baik.
"Apa yang terjadi denganku?"
Belum Rama menjawab pintu kamar rawat Syakira terbuka. ayah dan ibu Syakira datang.
"Bagaimana kondisimu nak?" Ibu Syakira mengecup kening putrinya.
"Ibu, ayah, apa yang terjadi denganku?"
Bersambung....
Jangan lupa kakak-kakak ... beri like, komentar dan vote. juga tambahkan ke daftar Favorit biar selalu dapat pemberitahuan update terbaru Terlanjur Sayang 🥰🥰
Apakah kakak tahu, Like dan komentar serta vote dari kalian sangat membatu kami sebagai penulis dalam menumbuhkan karya ini. 🥰🥰 biar cuan banyak masuk sebagai pengganti lelah Author berpikir.
__ADS_1