
"Bagaimana bisa kamu bawah mobil tidak memperhatikan mobil di depanmu, Zakir, kasihan kan mobil bapak ini?" ujar Marwa yang memperhatikan keadaan mobil itu.
"Aku mengaku salah, aku bawa mobil kurang berhati-hati." Zakir mengakui kesalahannya yang membuat Marwa kembali menatapnya.
"Bagaimana bisa kamu lepas fokus, Zakir? bagaimana jika ini terjadi saat mobil yang kamu kemudi dalam keadaan melaju cepat?"
Zakir tersenyum dalam hati. Ucapan Marwa membuat hatinya berbunga. Secara tidak langsung, Marwa seakan memberinya perhatian. 'Karena aku memikirkan dirimu Marwa,' jawab Zakir dalam hatinya yang menggaruk kepalanya tidak gatal.
"Jadi?" Lanjut Marwa menegur Zakir yang tak Fokus.
"Aku akan bertanggung jawab, bapak boleh ikuti saya. Dan kamu boleh ikut saya," tawar Zakir pada akhirnya melihat kearah Marwa membukakan pintu mobil.
"Tidak usah dipikir, kamu tidak perlu sungkan seperti itu, Marwa, aku paham keadaanmu. Kamu tahu kan ini kecelakaan? Kamu tidak mungkin ikut dengan bapak ini, kan?" lanjut Zakir.
Zakir kembali meminta maaf pada pemilik mobil yang ditabrak olehnya. "Sekali lagi aku minta maaf, kalau mobil bapak ringsek seperti ini."
kemudian Zakir menoleh kembali ke arah Marwa. "Ayo, kau ikut denganku!Aku akan mengantarmu pulang setelah mengantar bapak ini ke bengkel.
Sepanjang perjalanan pulang Zakir tak banyak bicara. sesekali melirik Marwa yang duduk di belakang, sebelumnya Marwa menolak duduk di samping Zakir, marwa tidak enak hati apa lagi kondisi mereka sekarang hanya berdua di dalam mobil. Zakir yang paham keadaan memilih memutar musik untuk memecahkan kesunyian.
"Apa aku tidak di ajak berbicara? apa aku seorang supir sungguhan?"
ucapan Zakir membuat Marwa menyungging senyum.
"kenapa kamu tersenyum? Ada yang lucu?" Tanya Zakir yang melihat Marwa lewat pantulan kaca spion.
"Tidak,"
Zakir merasa lega melihat senyum itu kembali tampak di wajah Marwa. Sesaat kemudian senyum itu berubah menjadi diam. Zakir yang melirik Marwa kembali berfikir apa lagi yang harus ia lakukan untuk menghibur Marwa. Dirinya tidak mungkin kan langsung melamar Marwa.
'Apa kamu sudah gila Zakir,' batin Zakir menegur dirinya sendiri.
"Maaf, jika aku membuatmu sedih dengan kejadian sebelumnya." Ujar Zakir sambil mengemudi dengan serius.
"Eh, tidak. Itu tadi hanya kecelakaan. sudahlah tidak ada yang tahu kan apa yang akan terjadi kedepannya?" ujar Marwa kembali diam.
"Benar apa kamu katakan," jawab Zakir.
melihat Marwa lewat pantulan kaca spion. Begitu juga dengan Marwa
tatapan itu bertemu secara tidak sengaja. Marwa segera memutuskan tatapan itu. Bagaikan langit dan bumi jika Zakir masih memiliki perasaan dengannya.
Marwa memilih melihat keluar jendela mobil untuk menepis semua yang pernah ia lewati bersama Zakir dulu. Dimana sebelum Ia bertemu dengan suaminya Zakir-lah yang selalu menghiburnya di kala hatinya yang seperti sekarang.
Hingga mereka sampai di rumah dan melihat orang pada heboh. melihat hal itu Marwa segera turun dari mobil begitu juga dengan Zakir.
"Apa yang terjadi Bu?" tanya Marwa pada ibunya yang terlihat begitu panik dan hilang kesadaran.
__ADS_1
"Anu. Syakiraโ"
"Iya, Syakira kenapa?" tanya Marwa dengan bingung karena tidak melihat Syakira. sementara matanya melihat kelantai atas.
"Syakira kesakitan dan sekarang ada di atas di dekat tangga."
"Astaga ibu! Syakira pasti mau melahirkan!"
Marwa pun berlari masuk dalam rumah yang diikuti oleh Ibunya dan Zakir.
"Astaghfirullah, Syakira!" pekik Marwa melihat Syakira sudah sangat kesakitan duduk di tangga tidak bisa bergerak.
"Rama mana, Bu?"
"Tadi ada keluar mencari makanan yang diinginkan Syakira."
"Yasudah kita bawah ke rumah sakit. Saran Zakir yang ikut terkejut melihat Syakira begitu tampak kesakitan.
Begitu Zakir akan menggendong Syakira, Rama datang dan berlari melihat orang heboh di atas tangga.
"Ibu, apa yang terjadi? Astaghfirullah, Sayang!" pekik Rama melihat istrinya terduduk dan merintih.
Rama tanpa aba-aba segera mengangkat tubuh bertahan istrinya. Dia tidak lagi merasakan seberapa berat Syakira sekarang. Syakira ia bawa lari masuk dalam mobil dengan dibukakan pintu oleh Zakir. Setelahnya Ibu mertua ikut di dibelakang memangku kepala Syakira. mobil Rama pun melaju menuju rumah sakit. Begitu juga dengan mobil Zakir yang diikuti oleh nenek dan Marwa yang terlihat panik.
Sampai di rumah Sakit, Syakira langsung di bawah masuk ke ruang bersalin dan semua keluarga menunggu di luar. tampak wajah Rama begitu pucat pasih mengingat istrinya akan melahirkan 3 sekaligus.
"Silahkan, ujar dokter perempuan yang merupakan teman Rama sendiri yang selama ini menangani Syakira selama hamil. Rama pun masuk mendampingi dan melihat Syakira terlihat kesakitan.
"Dok, tinggu! cegah Marwa. " Apa Syakira bisa melahirkan normal?"
"Kita lihat saja nanti."
"Maksud dokter?" tanya Marwa lagi.
Dokter tidak sempat menjelaskan pada pada Marwa mengingat harus segera melihat kondisi Syakira.
Dokter itu pun berlalu masuk ruang bersalin. Tampak wajah Marwa yeng begitu khawatir. Zakir melihat itu melangkah mendekati Marwa.
"lebih baik kamu duduk dulu menenangkan dirimu. berdoalah semoga Syakira baik-baik saja."
mereka pun berbalik dan duduk. Sementara ibu mertua terlihat begitu khawatir dengan kondisi menantunya. begitu juga dengan nenek.
Tidak lama kemudian Kedua orang tua Syakira datang yang di ikuti belakangnya Fajri dan Laila.
"Ibunya syakira?" Sahut ibu mertua melihat kedua orang tua Syakira datang.
"Bagaimana kondisinya?" tanya Ibu Syakira.
__ADS_1
"Dokter masih memastikan keadaan Syakira," jawab ibu mertua.
Ibunya Syakira berbalik melihat suaminya, Pak ikhsan. "Tenangkan dirimu, sayang. Anakmu akan baik-baik saja."
"Tapi, Syakira kan sebelumnyaโ" ibu syakira begitu khawatir akan kondisi putrinya mengingat kejadian sebelumnya.
"Apa yang tidak bisa jika Sang pemilik-Nya yang mengizinkan, iya kan?" ujar Pak iksan pada istrinya, Ibu Fatima.
"Tapi apa Memenuhi syarat dia bisa melahirkan normal?" tanya ibu Fatima lagi.
"Ibu, memenuhi syarat atau tidak kita serahkan saja semuanya. Dan berdoalah diberikan yang terbaik buat Syakira dan keselamatan bersama anak-anaknya." timpal Fajri sebagai kakak dari Syakira.
"Iya ibu, Laila yakin Syakira wanita yang kuat. jadi, ibu lebih baik duduk dan tenangkan pikiran ibu." Sahut Laila sebagai kaka ipar Syakira.
Mereka pun duduk sambil menunggu kabar. terkuat wajah-wajah mereka begitu tampak serius. taka lagi percakapan di antara mereka selain tampak seperti masing-masing berdoa dalam hati berharap ada mukjizat Yang Syakira dapatkan.
Sementara di dalam Ruang bersalin, Dokter terus memeriksa Syakira. para suster tidak sadar jika Syakira sudah memasuki pembukaan terakhir.
Syakira dengan berkeringat dingin sekuat mungkin untuk bisa berjuang. Ia tidak peduli apa yang terjadi pada dirinya. sementara Rama terlihat begitu tenang membantu dalam persalinan istrinya
Dokter yang melihat hal itu segera berlari, alangkah terkejutnya dokter dan para suster yang ada ditempat melihat kepala bayi sudah berada di pintu.
"Ayo, terus! di dorong! ayo sedikit lagi!
"Tarik napas, kemudian dorong ya ... satu ... dua ... tiga ... ayo! sekali lagi ...!"
"Kak... Aku sudah tidak kuat!" teriak Syakira sambil berjuang.
"Ayo, sayang! lagi." Rama mengecup kening istrinya.
Syakira kembali berjuang.
"Ayo nona, iya... lagi!"
eak ... eak. tangis bayi pertama memecahkan ketegangan itu. syakira masih terus berjuang.
"Alhamdulillah!" teriak dokter yang menangani Syakira. mereka tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dokter memprediksi Syakira akan melahirkan dengan cara cesar, ternyata tidak. Proses melahirkan itu terus berlanjut hingga bayi-bayi lucu Syakira lahir dengan Selamat.
Syakira terlihat memejamkan matanya sambil tersenyum. dengan Keringat yang membasahi seluruh pakaiannya.
"Terimakasih untuk semuanya." Rama mengecup berulang kali kening istrinya sambil membacakan shalawat buat sang istri.
usai bayi-bayi lucu itu di bersihkan, Rama pun melantunkan azan untuk bayi-bayi nya.
di sebuah hadits di jelaskan. "Tidak ada seorang bayi pun dari anak Adam yang terlahir kecuali ia pasti mendapat tusukan dari setan sehingga bayi itu menangis dan menjerit karenanya, kecuali Maryam dan putranya (Nabi Isa as).โ (HR. Bukhari dan Muslim).
maka lengkaplah kebahagiaan itu yang dirasakan oleh Rama dan Syakira lahirnya bayi-bayi lucu yang diberi nama.
__ADS_1
Maaf baru up lagi. kondisi tidak stabil. ๐๐๐ maafkan diriku. wahai pembaca setia.๐๐๐๐