
Kak, Jawab aku! Kak Rama, apa betul calon anak kita ...?" Syakira tak mampu menahan tangisnya.
"Kak, dia masih dalam perut aku kan? Kak Rama, dengar aku, 'kan? Kenapa kalian diam!" Histeris Syakira yang melihat Marwa dan ibu mertua ada di sana yang memilih diam.
Syakira meringis kesakitan pada luka bekas operasinya, karena terlalu banyak bergerak.
"Sayang, jangan banyak bergerak dulu," pinta Rama.
"Aku tak percaya ini, kak. Aku rela nyawaku sebagai taruhannya andai itu aku diizinkan agar anakku bisa hadir di dunia ini." Harapan Syakira menatap wajah suaminya.
"Sayang, sadar! ini bukan kemauan kita." Rama memeluk istrinya. Rama paham bagaimana rapuhnya istrinya sekarang.
Jika selama ini Syakira terlihat kuat menghadapi Maura dan tante Melly ia tidak peduli bagaimana Maura dan Tante Melly mengatai dan Syakira tetap sabar.
"Tapi, semua terasa nyata, kak. diluar kesadaran aku, dia memanggilku ibu dan memanggilmu ayah. Dia mendekat ke arahku. lalu, saat aku akan memeluknya dia... " Syakira kembali menangis mengingat mimpinya.
Cerita istrinya sama persis apa yang Rama mimpikan. Rama tak percaya memiliki mimpi yang sama dengan Syakira.
Mengetahui fakta yang sebenarnya, Syakira begitu sangat sedih. ia begitu kehilangan dan tak sanggup menyembunyikan kesedihannya. Rama yang melihat istrinya begitu terpukul langsung memeluknya.
"Aku gagal menjaga anak kita. Aku gagal, menjaga buah hati kita." Tangis Syakira dalam pelukan Rama.
Tangis syakira semakin pecah. Rama semakin mengeratkan pelukannya. sejujurnya Rama juga merasakan hal yang sama, hanya saja sebisa dirinya untuk tetap tegar di hadapan istrinya.
"Yakin sayang, Allah lebih mencintainya. ingat, semua hanya titipan. Ketika Allah sudah berkehendak, kita hanya bisa ikhlas dan sabar. kita tak pernah tau apa yang Allah rencanakan. Rama mengusap air mata istrinya. Jangan pernah merasa kecewa. Selama kita ikhlas menerima ketetapannya maka yakinlah akan indah pada saatnya." Rama menatap istrinya.
Syakira sebisa mungkin kembali mengendalikan dirinya. Ketika Rama kembali mengeratkan pelukannya. Ibu Syakira melihat keduanya tak bisa mengindahkan kesedihan mereka. begitu juga ayah Syakira semua ikut bersedih.
"Kembalikanlah nak, maka kamu pasti mampu untuk bisa mengikhlaskan. Ingat tidak ada yang kekal dan abadi di dunia ini." ujar ayah Syakira.
Syakira mendengar penuturan ayahnya. Syakira mencerna setiap kata dari ayahnya, kemudian menarik napas, lalu menyebut dan mengembalikan semuanya. "Innalillahi wainnailaihi rajiun," ucap Syakira
"Ayah tau, ini tak mudah bagi kalian. hidup itu penuh ujian. Sebagai manusia kita harus mampu serta memaksakan diri untuk bisa menerimanya," lanjut Ayah Syakira.
Melihat istrinya sedikit tenang, Rama pun mencoba mengalihkan perhatian istrinya. "makan ya?" pinta Rama yang wajahnya dibuat seimut mungkin di hadapan istrinya.
__ADS_1
Syakira yang melihat suaminya begitu tegar membuat ia juga harus mampu. Syakira teralihkan dengan melihat tangan Rama ada perban putih menempel di sana.
"Kak, kamu habis di rawat? kenapa gak bilang?"
"Gimana mau bilang, sayang. situ lagi bersedih," ujar Rama yang kemudian membantu istrinya memposisikan tubuhnya belajar untuk duduk. Rama sebisanya masih bisa mengajak istrinya bercanda.
"Maaf ya kak, Aku larut dalam kesedihanku ternyata ada suamiku yang membutuhkan perhatian dariku," ungkap Syakira.
"Aku mengerti sayang. Baiknya kamu makan dulu ya? Dari kemarin kamu belum makan. Dokter juga sudah mengijinkan kamu untuk makan." pinta Rama pada istrinya.
Syakira menolak. Ia belum bisa memaksakan dirinya untuk makan. Ia masih larut.
"Ibu akan menangis kalau kau tidak makan masakannya. Mau di katakan menantu durhaka?"
Syakira geleng kepala dan menarik rambut suaminya kerena tingkah Rama yang seperti anak kecil.
Kedua orang tua Syakira cukup lega melihat Syakira kembali tersenyum. walau senyuman itu terlihat dipaksakan.
Setiap detik setiap jam syakira terkadang menangis seorang diri. Ikhlas kata orang memang mudah untuk diucapkan. Menjalaninya sangat sulit, namun pahalanya sangat besar.
Syakira kembali menguatkan dirinya sendiri.
Dilain rumah sakit, Seorang wanita harus berjuang setelah peristiwa penculikan itu. hanya suara monitor yang memenuhi ruangan yang penuh alat medis.
Ibu Maura tampak begitu menyesali atas perbuatan putrinya serta saudaranya yaitu Tante Melly. Ibu Maura begitu terpukul. Ada rasa sesal karena merasa gagal mendidik putrinya, Maura.
"Nak, mengapa kau tidak mendengar ibu. Mengapa kau begitu keras kepala. Lihatlah atas perbuatan yang kamu lakukan," tangis ibu Maura pecah.
Seorang wanita datang menepuk bahunya. Ibunya Maura menoleh. "Ratna?"
Ibunya Rama tersenyum serta memeluk ibu Maura. Ibu Rama paham bagaimana perasaan ibu Maura sekarang.
"Ratna, maafkan anakku. Aku tau apa yang dia lakukan selama ini tidaklah benar dan tidaklah pantas menerima maaf darimu, tapi kini dia sudah membayarnya. Maafkan dia Ratna."
"Aku memaafkannya bukan berarti setelah ia kembali aku akan melepaskan dia. Maura akan tetap mempertanggung Jawabkan perbuatannya. Karena dia dan Melly, saya harus kehilangan calon cucuku. Dan kini syakira menantuku begitu terluka setelah kejadian ini. Aku tidak ingin melihat menantuku kembali berduka setelah ini, jadi ku pastikan kamu, sebagai ibunya memahami aku. kita sama-sama wanita dan sama-sama memili anak, tentu kau pasti merasakan apa yang aku rasakan. bukan? kata ibu Rama. permisi."
__ADS_1
"Ratna, tunggu!" ibunya Maura memegang lengan Ibu Rama.
"Maafkan aku yang dulu sempat akan memisahkan kamu dengan mas..."
"Cukup, Sela. Ayahnya Rama sudah tenang di sana dan itu juga karena perbuatan adikmu, Melly."
Ibu Maura memeluk ibu Rama. Mereka saling memaafkan. kejadian yang berapa tahun lalu ternyata masih membekas di benak keduanya.
lepas dari itu, ibu Rama kembali melanjutkan perjalanannya menuju di mana Tante Melly ditahan. Ia masuk menemui petugas di sana.
Cukup lama menunggu Melly muncul dengan pakaian tahanan warna orange. Di belakang bajunya tertulis 'Tahanan'
Begitu Melly di hadapannya, Ibu Rama langsung berdiri. Saat petugas sudah pergi, ibu Rama langsung melayangkan tiga kali tam**** di wajah Melly.
plak! plak! plak!
"***ran pertama karena kau yang ternyata dibalik dalang atas kematian suamiku, Melly! Tamparan kedua karena kau, menantuku harus menderita! tamparan ketiga, Itu penyesalanku selama ini yang begitu percaya padamu!" teriak Ibu Rama penuh amarah.
Namun Tante Melly hanya tertawa sambil menangis. "Kamu pikir aku tidak menderita selama ini, hah? Aku harus jauh dari putriku, demi agar ia bisa sukses dan kembali merebut semua yang harusnya menjadi hak suamiku. Tapi apa, putriku sekarang harus kehilangan kedua kakinya."
"Jangan salahkan ini pada kami, tapi semua itu pelajaran untukmu, Melly! Semua itu karena perbuatan kamu yang berbalik pada putrimu, jadi sesali dirimu sendiri. Asal kau tau tanpa sepengetahuan dirimu semua biaya putrimu, Rama-lah yang membiayai putrimu hingga ia bisa sukses di sana dan itu adalah amanah dari suamiku sebagai bentuk pedulinya almarhum, Mas Alex pada keluarga kakaknya yaitu pada kamu dan putrimu, Melly!" teriak ibu Rama di wajah Melly.
"Tidak mungkin! kau bohong!" elak Melly.
"Itu urusanmu, Melly. kita akan bertemu di pengadilan kau harus membayar setimpal atas perbuatan yang telah kau lakukan pada keluargaku."
"Ratna, maafkan aku! Bagaimana dengan putriku jika aku harus selamanya disini?"
"Itu urusanmu, Melly! Apa kau peduli dengan perasaanku? tidak, 'kan?" Ibu Rama pergi dengan berurai air mata. Ia benar-benar tidak menyangka dibalik kejadian yang menimpa disebabkan atas perbuatan Melly.
'Rama, Syakira. kalian berhak untuk bahagia. setelah ini aku pastikan tak ada lagi kesedihan wajah kalian, nak.' Batin ibu Rama mengusap air matanya.
...BERSAMBUNG........
Bagaimana kisah percintaan Syakira & Rama selanjutnya?
__ADS_1
simak ya ... jangan lupa beri LIKE, KOMEN dan VOTE ya....🙏🙏🙏🙏😍😍😍Love-love buat pembaca TERLANJUR SAYANG jangan pernah kecewa karena ada kejutan yang lebih membuatmu akan baper.... 😉😉😉😉😉
Saking mendoakan sehat terus... ya.... semoga Author terus diberi ide cemerlang... serta kesempatan banyak biar terus untuk Up Up Up...