Terlanjur Sayang

Terlanjur Sayang
terlanjur sayang 2


__ADS_3

Wulan langsung ke kamar begitu pulang sekolah, padahal biasanya, ia langsung ke meja makan karena lapar. tapi hari ini ia ingin mengurung diri di kamar. Ingin ia nikmati kembali meski dalam angan, senyum manis cowok tadi.


Wulan membanting tubuhnya ke tempat tidur setelah membanting tasnya terlebih dahulu.


“nggak enak naik bus, kan?" tegur Nadia melongok ke kamar Wulan.


“Siapa bilang? enak, kok," sahut Wulan dengan senyum manisnya.


Nadia melangkah kedalam.“ Enak apanya, sih? Lihat aja, kamu selalu kecapean. pulang sekolah kalau nggak langsung makan pasti langsung tidur, itu kan bukan kebiasaan kamu. dan lagi, nggak bagus kan tidur masih dengan seragam lengkap?"

__ADS_1


“ udah deh, Nad jangan ngomel melulu. mama aja nggak pernah cerewet," sergah Wulan


“ aku kan kakakmu, aku mewakili Mama."


“Tapi kamu lebih nyinyir dari Mama, Nad."


“ kalau nggak kepengen aku ngomel terus, berhenti dong naik bus."


“Teman?" Nadia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil senyum penuh curiga.

__ADS_1


“kenapa sih?" tanya Wulan masih tetap telentang di atas tempat tidurnya.


“ Ada yang istimewa kan?" tanyanya dan curiga, lalu duduk lebih dekat ke Wulan.


“ Istimewa apa?"


“ salah satu teman yang kamu temui di bus."


Wulan menggeleng. Nadia pasti ngamuk kalau adik yang sangat di sayanginya naksir pengamen. kakak mana pun, barangkali akan cemas bila adiknya jatuh cinta pada orang asing, yang jauh dari kehidupan mereka.

__ADS_1


“ ngaku deh , Lan, Kamu naksir penumpang bus yang lain, kan? anak mana? Dia pasti cakep banget, kan?"


__ADS_2