Terlanjur Sayang

Terlanjur Sayang
Kecemasan


__ADS_3

"ibu memanggil," Sahut Syakira yang terkejut sambil melihat ke arah suaminya.


"Diangkat aja, sayang," ujar Rama dengan sepiring nasi di tangannya yang hendak menyuapi Syakira yang masih dirawat di rumah sakit.


"Tapi, aku tidak mau ibu tahu kondisiku yang masuk rumah sakit. Apa lagi kan aku baik saja. Takutnya ibu dan ayah panik. Bagaimana itu, kak?"


"Baiknya kasi tahu aja, sayang." saran Rama yang menyuapi istrinya.


Syakira dengan pelan mengangkat dan menjawab panggilan dari ibunya.


"Halo ibu, assalamu'alaikum."


"wa' alaikum salam. Nak, apa kamu dan suamimu baik-baik saja?" ibu syakira terdengar khawatir dibalik telpon.


Dengan sedikit ragu Syakira pun berkata jujur pada ibunya. "Ibu, Syakira sekarang masuk rumah sakit."


"Astagfirullah! kenapa tidak mengabari ibu, nak. katakan pada ibu dan ayah, kamu sekarang di rawat di rumah sakit apa?"


"Rumah sakit permata bundaku, ibu. Di ruang Mawar VIP 7A," kata Syakira."Tapi, ibu gak usah panik seperti itu. Syakira baik saja, ibu."


"Tidak sayang, kami akan ke sana," jawab ibu di balik telepon.


"Baiklah, ibu. Syakira tunggu. Assalamualaikum." Panggilan mereka pun berakhir.


'Maaf sayang, masih ada yang lebih parah dari apa yang kamu khawatirkan. aku sendiri bingung, karena aku tidak yakin dengan hasilnya nanti. Semoga saja hasilnya tidak seperti apa yang dikatakan dokter.' batin Rama yang terus menyuapi istrinya.


"kak, kamu kenapa?" tanya Syakira usai melakukan panggilan telpon bersama orang tuanya.


"Tidak sayang, aku tidak apa-apa. Ayo, habiskan nasi kamu biar kamu cepat sehat dan juga anak kita." ucap Rama yang mulai menghilangkan keraguannya.


"Anak kita? kak, kamu sudah tidak meragukan kehamilanku?"


"Aku percaya pada istriku. Dan hanya aku yang pernah menyentuh istriku. Maafkan aku " ujar Rama yang memberikan air minum pada Syakira.


"Sudah berapa kali kamu meminta maaf, kak." Syakira meneguk air yang diberikan oleh suaminya. "Alhamdulillah." Ucap Syukur Syakira.


Selang berapa waktu sebuah panggilan kembali masuk di ponsel Syakira. Rama menoleh dan melihat panggilan dari Leon.


"Siapa kak?" tanya Syakira yang melihat suaminya mengerutkan keningnya.


"Dari Leon. Angkat saja. apa maunya." kata Rana yang memberikan ponsel istrinya.


"Aku tidak mau menjawabnya. kamu saja." Syakira kembali memberikan ponselnya pada Rama.


Ponsel itu pun Rama ambil. Ia keluar dari ruangan istrinya. kemudian, pintu kamar rawat inap istrinya ia tutup. lalu, panggilan Leon ia jawab.

__ADS_1


"Syakira, panggilan aku akhirnya kamu jawab. Aku ingin kau tahu sesuatu syakira. Ini menyangkut suamimu."


"Ada apa dengan suami syakira, tuan Leon?"


"Kenapa kamu yang menjawab panggilku. Aku tidak punya urusan dengan seorang lelaki yang hanya bisa menyembunyikan sesuatu dari istrinya." jawab Leon terkejut dibalik telpon.


"Tentu ini menjadi urusanku, karena Syakira adalah istriku. Dan urusanku dengan Syakira itu bukan urusanmu, Tuan Leon."


"Kau benar, tuan. Kau suami Syakira, akan tetapi mengapa hal besar megenai dirimu, anda sembunyikan darinya, hah? Apa anda takut Syakira akan menjauh darimu?" ucap Leon di balik telpon.


Rama tertawa dibalik telpon. "Sepertinya kabar yang anda ketahui tentang diriku lebih baik anda kubur, tuan Leon. Karena, kabar itu sudah tidak berlaku di sini. Assalamu'alaikum."


Rama memutuskan panggilannya secara sepihak membuat Leon marah dan melemparkan ponselnya di atas kasur.


Leon mengambil bros hijab Syakira yang selama ini ia simpan dengan baik. "Syakira, harusnya saat itu aku tidak pergi jauh darimu. Hausnya saat itu aku menyebutkan namaku.


Flashback


Hari itu di sebuah pondok Al Muhajirin mengadakan sebuah perlombaan Language Party dalam rangka mengisi waktu kosong dikarenakan adanya Pelaksanaan Ujian Negara (UN) bagi kelas 3 Madrasah Aliyah dan SMK.


Dan kebetulan yang menjadi salah satu peserta saat itu dari sekolah SMK adalah Leon sendiri yang ditunjuk sebagai peserta who Wants to be a milioner; Mirip seperti Kuis β€œWho Wants to be a Milyuner” hanya dalam bahasa Arab dan inggris. Pada cabang lomba tersebut, peserta diminta menjawab pertanyaan yang diberikan oleh juri kala itu.


Usai mengikuti perlombaan tanya jawab dalam bahasa Inggris Leon pun kembali bergabung dengan teman-temannya. sebagai tamu di pondok itu tentu mereka di jamu dengan baik yang kebetulan saat itu panitia di sana adalah Syakira sendiri.


"Hei, tunggu!" teriak Leon mengejar Syakira yang berniat memberikan Bros milik Syakira.


Namun, Syakira tidak menoleh kala itu. seorang santri lewat dan Leon pun bertanya.


"Santri yang tadi siapa namanya?"


"Syakira, kak. kenapa?"


Leon pun mengambil kertas lalu menuliskan beberapa kata di sana


'Hai, Syakira. jujur pada pandangan pertama aku mengagumimu. Kuharap suatu saat aku bertemu denganmu kembali. saat pertemuan itu nanti aku akan memberimu sebuah kejutan. Aku akan menunggumu di Universitas Tadulako.


"Tolong berikan ini. dan pastikan surat ini sampai padanya. kamu tahu pasti hukum daripada amanah bukan?"


"Baik, kak."


Santri itupun berlari menemui Syakira. Syakira pun menoleh ketika namanya dipanggil.


"Kak, Ira. surat." ujar santri tersebut memberikan kertas tanpa sampul sampul pada Syakira.


Syakira mengambil kertas tersebut. Syakira geleng kepala membaca beberapa kata yang dikirim Leon. "Siapa namanya?"

__ADS_1


"Tidka tahu, kak." Jawab adik Kelas syakira.


Syakira pun menulis nama universitas itu di buku diary nya. universitas yang kebetulan sempat di tawarkan oleh Fajri kakak Syakira sendiri yang kebetulan juga itu merupakan tempat dimana kakaknya Fajri menimba ilmu.


Flashback berakhir


***


Ibu serta ayah Syakira tiba di rumah sakit. Ia begitu terkejut melihat kondisi syakira yang tangannya terpasang selan infus.


"Apa kata dokter, nak? dan mana suamimu?"


"Saya di sini, ibu, ayah." Rama menyahut yang baru datang setelah usai menelpon dengan Leon.


"Rama, apa kata dokter? kenapa Syakira? apa yang terjadi?" Tanya Ibu Syakira yang terlihat panik.


"Ibu, bertanya itu satu-satu," tegur ayah Syakira yang kemudian mengambil tempat duduk setelah Rama mempersilahkan keduanya untuk duduk dulu.


Syakira hanya tersenyum melihat ibunya begitu panik.


"InsyaAllah ibu dan ayah tidak lama lagi akan mendapat satu tambahan cucu. doakan Syakira dan calon janinnya sehat." Jawab Rama yang belum menceritakan kondisi istrinya yang sesungguhnya karena hasil pemeriksaan Syakira belum keluar.


"Alhamdulillah." Ucap syukur Ibu dan syakira. Mereka begitu bahagia mendengar kabar baik tersebut.


Tiba-tiba Syakira kembali merasakan perutnya terasa kembung serta ia merasa sakit bagian kepala. Tak hanya itu, ia juga merasa mual. Selang berapa menit ia memuntahkan semua makanannya yang masuk bahkan ia merasakan tubuhnya terasa kelelahan. ia juga merasakan perubahan pada bagian dadanya, paginya saat masuk kamar mandi ia sempat juga melihat ada pendarahan pada *****. tapi, ia tidak mengatakan pada Rama. karena mengira itu tidak mengapa.


Seketika, Rama berlari memegang istrinya. "Sayang apa yang sakit? katakan padaku? Rama pun memencet bel di sana untuk memanggil dokter.


Ibu serta ayah Syakira tentu ikut panik melihat kondisi putrinya tak baik saja. setelah dokter datang Syakira pun diminta menjelaskan apa yang dirasakannya. Mendengar penuturan Syakira dokter pun menindak lanjuti pemeriksaan pada pasiennya.


Rama semakin khawatir mendengar penuturan Syakira yang mendengar ada darah keluar dari duburnya. bagaimana mungkin seorang ibu hamil mengeluarkan darah lewat duburnya.


"Rama, katakan pada ayah apa yang terjadi pada Syakira?" bisik ayah mertua pada menantunya.


Sementara Syakira, masih dalam pemeriksaan dokter. dan ibu Syakira mendampingi putrinya di sampingnya.


Rama pun menjelaskan perihal kondisi istrinya pada ayah mertua yang membuat ayah mertua tak bisa bergerak dari tempatnya. andai ia memiliki riwayat jantung mungkin ayah Syakira sudah tumbang di tempat.


"Astagfirullah. ini tidak mungkin." Ayah Syakira langsung mendudukkan tubuhnya di sofa.


...BERSAMBUNG...


Maafkan Author baru bisa up satu bab. berikan kopinya dong atau bunganya biar Author makin semangat up nya. Biar author juga makin banyak idenya.


mohon dong like juga novelku yang lain ya... πŸ€­πŸ€­πŸ€­πŸ€­πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2