
"Apa? Dia di culik? Dan ada orang yang melindunginya selain aku? " Apa kalian sudah menyelidiki siapa dalangnya? " Tanya Samuel Johnson berteriak setelah mendapatkan laporan tentang Steffi. "Sial. Sekarang ia menghilang tanpa jejak. " Samuel Johnson menggeram emosi dengan meremas berkas di tangannya.
Di lain tempat. Steven Gerrard membuang semua benda di mejanya. "Beraninya dia mengusik adikku! Brengsek! Cari sampai ketemu dalang nya! Dan cari tahu siapa yang juga ikut menjaga adikku secara diam-diam! " Titah nya!
"Baik Tuan. " Tak lama kemudian datang lah cleaning servis dan sekretaris membersihkan kekacauan di ruang tersebut. Steven masih berdiri membelakangi mereka menatap pemandangan di luar jendela kantor.
"Steffi, bertahan lah. Kakak akan membawa mu pulang. " Bisik nya lirih. Setelah semua bersih, lantai yang berantakan karena berkas, minuman yang tumpah juga laptopnya hancur
Semua sudah rapi sedia kala demikian juga laptop baru sudah tertata rapi di meja. Sang asisten masuk tak lama kemudian. "Tuan. Mereka melaporkan bahwa Nona di culik oleh kekasihnya Kevin dan sang pelindung adalah Tuan Samuel Johnson.
Pemilik AQ Company." Steven Gerrard berbalik arah ke asistennya dengan dahi berkerut. "Menurut informasi, beliau pernah bersama dengan Nona. Bahkan membelikan rumah di pinggiran atas nama Nona. " Lanjutnya sambil menundukkan wajahnya.
"Itu berarti dia mengenal Steffi dengan intim. Sial dia itu rifal ku bagaimana cara mereka bisa bersama?" Steven Gerrard memejamkan mata bertambah emosi.
Cari cara untuk bertemu dengan nya. Aku hanya ingin tahu seberapa jauh hubungan mereka. " Ucap nya geram. "Lelaki itu brengsek pecinta ONS. Dan adik ku terlalu berharga untuk nya. Dia bukan orang yang pantas untuk Steffi. " Batinnya, ia berusaha tetap ber konsentrasi menyelesaikan tugasnya.
"Pagi." Sapaan ringan terdengar di telinga Agam saat turun dari tangga. Lelaki itu mengenakan pakaian kasual. Kemeja hitam dan celana senada tanpa mengancingkan bagian atas kemeja, nampak dada nya berbulu dan lipatan kemeja di lengan.
"Kau ke kantor dengan seperti itu? " Tanya Steffi. "Iya, kenapa ? Ada masalah? " Tanya nya. Wanita itu hanya tersenyum menggeleng samar dan dapat di lihat Agam.
"Kau yang memasak? " Tanya Agam saat mereka duduk bersama. Steffi hanya menganggukkan kepalanya. "Karena mereka membersihkan pukul sembilan nan. " Sahut Agam menjawab pertanyaan yang tak di keluarkan dari mulut Steffi.
__ADS_1
Sarapan sederhana nasi, sayuran cah, ayam goreng, roti bakar dan susu. "Apa kau mau kopi? " Tawar Steffi dan Agam mengangguk. "Jika kau tak keberatan. " Ujarnya sambil makan. Steffi menyiapkan kopi hitam yang di temukan di rak lemari penyimpanan.
"Kau terlihat lincah dalam mengerjakan sesuatu, ku yakin suami mu akan mencintaimu dan tak melepaskan mu. " Puji Agam saat mereka duduk bersama. "Nyatanya aku di selingkuhin sampai dia kali. " Jawab Steffi pelan.
Walaupun begitu Agam masih mendengar suara nya. "Aku mohon maaf. " Lanjut nya menatap Steffi merasa bersalah. Mereka terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.
Kevin hanya diam tanpa membaca laporan di meja kerjanya. Dia menatap foto di meja kerjanya sesekali. "Bagaimana kabarmu sayang? Di mana kau sekarang? " Bisik nya lirih. Kevin menyewa detektif swasta untuk mencari keberadaan kekasihnya yang hilang.
Di ponsel nya tak ada notifikasi tentang keberadaan kekasihnya, ia sudah membayar detektif swasta untuk mencarinya. Sudah hampir tiga bulan belum ada kabarnya.
Di tempat lain. Seorang lelaki tergeletak tak berdaya badannya remuk karena pukulan orang-orang yang mengelilingi nya. Wanita itu Britney di cengkeraman lelaki berbadan besar. Tubuh nya mungil tak ada pengaruh besar dalam pergerakan melawannya.
"Ini akibat kau berani menyakiti adik majikan kami. Dan kau otak pelakunya !" Ucap lelaki yang menggenggam Britney. Seraya memberikan kode ke rekannya mereka meninggalkan lelaki itu yang tak lain adalah Alex. Yang sudah lemas babak belur. Mereka kemudian bergerak mengepung Britney. "Yah, sesuai pemikiran mu Nona. Kami akan memuaskan mu! " Seringai lelaki itu menjawab pertanyaan di benak wanita muda itu.
Berubah desahannya Britney karena wanita itu dijejali obat. Sesaat setelah penyatuan kasar pria pertama kali. Mereka menggila menyetubuhi nya.
Tubuh kecil itu diapit para lelaki itu. Alex dalam kesengsaraan menangisi wanita nya. Tanpa dapat melakukan sesuatu. Dan parahnya mereka merekamnya dengan kameranya. "Brengsek! " Alex hanya dapat menggeram penuh emosi.
Steven Gerrard tengah duduk di restoran mewah menunggu Samuel Johnson. Ia mendapatkan notifikasi pesan dari anak buahnya sudah membalas perlakuan mereka terhadap adiknya.
Senyuman puas terukir di wajahnya, "Kali ini tak akan ada yang berani menggertak mu lagi adikku. " Bisik nya lirih. Wajahnya menengadah manakala mendengar pintu ruangan di buka.
__ADS_1
Samuel Johnson masuk berjalan mendekati nya. "Steven Gerrard. Maaf saya datang terlambat. " Sapa nya menjabat tangannya.
"Silahkan, saya yang terlalu bersemangat untuk bertemu makanya saya datang lebih awal. " Balas Steven.
"Langsung ke masalah nya. Tuan Johnson. Saya ingin bertanya mengapa Anda memberikan perhatian pada Steffi Ayuningtyas? " Steven Gerrard langsung bertanya dan menyodorkan selembar foto yang di ambil nya dari saku jas nya.
Samuel Johnson mengernyit dahinya saat menatap selembar foto itu. "Apa hubungannya dengan Anda ? " Tanya nya sedikit menahan diri.
"Jawab saja pertanyaan Tuan Johnson. " Steven Gerrard tak mau mengalah. Tetap menatapnya dengan datar.
"Dia adalah kekasih ku. Dia salah satu staff medis di salah satu rumah sakit milik saya. " Jelas nya tenang.
"Kalian berpacaran? " Lanjut Steven Gerrard dengan nada ketus. Menahan gejolak hati nya untuk menghajar lelaki di hadapan nya.
"Begitu lah. Ini sangat rahasia bagaimana Anda dapat mengetahui keberadaan nya? Anda men stalker kehidupan pribadiku? " Tanya Samuel Johnson menatap tajam pada Steven Gerrard.
"Kau gila! Tak akan ku ijinkan kau menyentuh nya lagi. Begitu aku menemukannya maka akan ku pastikan. Dia jauh dari pria seperti mu atau pun lelaki itu! " Ucap Steven Gerrard geram.
"Aku kakaknya! Salahku karena bertindak halus dan memanjakannya. Ia jadi terkena masalah yang menjengkelkan. " Ucap Steven Gerrard geram.
Samuel Johnson terhenyak menatap Steven Gerrard yang penuh amarah. Lelaki itu terpaku. "Aku tak akan pernah menyetujui mu menjadi kekasih nya atau apapun itu! Dia terlalu berharga! Kau tak memenuhi kualifikasi untuk itu! " Semburnya lagi.
__ADS_1
"Menjauh lah jangan pernah kau tunjukkan muka mu pada kami. Mengerti! " Hardik nya ia pun bangkit dan berlalu dari tempat tersebut.
Samuel Johnson terhenyak menatap kepergian lelaki rivalnya. "****. Dia adik rival ku... Wanita yang ku cinta adalah adik musuh ku. " Batinnya geram.