
Sementara Maura sendiri kini membawa Syakira di tepi jurang. ia meminta anak buahnya menurunkan Syakira di sana.
"Kalian boleh berjaga di sana. Aku yang akan menyelesaikan urusanku dengannya," ujar Maura yang mendekati Syakira dalam Keadaan terikat tangannya ke belakang.
"Apa yang ingin kamu lakukan Maura?" kata Syakira melihat Maura mengeluarkan jarum suntik.
"Aku akan memberikan imunisasi gratis pada calon bayimu," Tawa Maura menggema.
"Kamu sudah tidak waras Maura?" Syakira begitu ketakutan. dan Maura mulai memasukkan obat ke dalam jarum suntik tersebut.
"Ya, aku memang sudah tidak waras. karena kamu Syakira, Rama meninggalkan aku! Karena kamu, Syakira, aku harus kehilangan kehormatan aku yang selama ini aku jaga untuk orang yang aku cintai!" teriak Maura dalam tangisnya mengingat kejadian hari itu.
"Harusnya aku yang menikah dengan Rama, bukan kamu! harusnya anak itu yang ada dalam rahimmu berada dalam rahimku!" teriak Maura sambil meneteskan air mata.
"Tapi, mengapa kamu salahkan aku, Maura. Syakira ikut menangis mendengar penuturan Maura.
"Apa kau tau Syakira? Sebelum kamu muncul Rama tak pernah membentak aku. Kak Rama selalu baik padaku. Tapi, setelah kau hadir dalam kehidupannya dia berubah, itu karena kamu, Syakira!" Maura semakin mendekat dan mengarahkan suntikan-nya.
Syakira terus mundur dan melihat sekeliling. jika ia masih tetap mundur, ia akan jatuh karena jurang sudah berada di belakangnya.
Syakira pun mencari cara agar lepas dari Maura. ia pun dengan kakinya melemparkan batu kecil ke wajah Maura dan tepat mengenai dahinya.
"Kau...!" Maura begitu marah melihat kearah Syakira.
Maura semakin maju. ia menangkap tubuh Syakira untuk menusukkan jarum suntik itu. Maura segera memerintahkan anak buahnya menahan tubuh Syakira.
"Baik, bos." jawab dua anak buah Maura.
Syakira geleng kepala dengan wajah yang sudah kusut. "Jangan, Maura. Aku mohon! Aku mohon, Maura!" teriak Syakira dengan wajah memohon
"Anak ini tidak ada salahnya!" air mata Syakira lolos begitu saja terus memberontak minta dilepaskan.
"Maura, kita bisa bicarakan dengan baik. Aku mohon Maura, Jangan lakukan itu. Tidak!" teriak Syakira ketika jarum suntik itu sudah menghadap tepat di depan perutnya.
"Maura hentikan!" teriak zakir bersama ibu kandung Maura serta ibu Rama dan adiknya Rama.
Maura berbalik, namun ia tidak menghiraukan teriakan zakir.
"Maura, aku mohon jangan...!" teriak Syakira.
ketika jarum itu hendak ia suntikkan tiba-tiba saja Fahri memukul kepala dua suruhan Maura yang memegang Syakira.
Bersamaan dengan itu, secara tidak sengaja Maura terpeleset dan jatuh dan kebawah dan untungnya nasibnya masih mujur. Ia bergantung di jurang tersebut dengan tangannya berpegang pada akar pohon.
"Maura! teriak zakir,sahabat serta pria yang begitu tulus mencintai Maura.
Semua panik melihat kejadian itu. termasuk Syakira sendiri. Ia begitu takut melihat keadaan Maura yang bergantung di jurang yang begitu dalam. sudah dipastikan jika tangan Maura lepas dari akar kayu itu dan terjatuh tentu tidak akan hidup. karena di bawah sana begitu banyak batu yang begitu runcing dan tajam.
"Kak, bantu dia? aku mohon."
__ADS_1
"Tidak Syakira. itu pelajaran untuknya." Tolak Fajri memeluk adiknya.
Sementara anak buah Maura sudah dalam keadaan terikat.
"Maura, Kau harus bertahan!" ucap Zakir yang mencari cara.
ibu mertua mendekati Syakira dan memeluknya. Dan Fajri yang masih memiliki hati begitu mulia ikut membantu menolong Maura pada akhirnya.
" Zakir, biarkan aku mati," kata Maura.
"Tidak," Kata Zakir. "Maura, aku akan berusaha menolong kamu dari sini," ujar zakir yang terus menerus mengajak Maura berbicara sambil menunggu tali.
"Zakir, aku sudah tidak tahan. Maafkan aku zakir."
"Tidak Maura. Kau harus bertahan. Berjanjilah padaku kau akan bertahan demi aku," ucap Zakir. "Maura, aku mencintaimu."
"Zakir jangan kau katakan itu. Aku bukan Maura yang dulu lagi," ungkap Maura menangis sambil melihat jurang dibawah sana.
Ketika tangan Maura hampir lepas kembali Zakir berteriak, "Maura!"
"Maura, tenangkan dirimu. Tarik nafas. Ok."Zakir terus mengajak Maura berbicara hingga akhirnya tali pun datang.
Pinggang zakir pun diikat kemudian ujung tali diikat di pohon. Zakir pun turun membantu Maura untuk sampai keatas. dan lainnya membantu di atas untuk menarik tali itu saat Zakir memberi kode.
Namun seketika, tangan Maura lepas kembali dan zakir kembali berteriak, "Maura!"
Zakir memeluk Maura. Begitu ia lepas dari pelukan Zakir, tiba-tiba ibu Rama menampar wajah Maura.
plak! satu tamparan tepat mengenai wajah Maura.
"Tante kecewa denganmu Maura! Kau harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang kau lakukan."
" Tante, maafkan aku." Maura terus memohon pada ibunya Rama.
ibunya Rama geleng kepala menolak permohonan maaf Maura. kembali ia berkata, "Kau tidak lain adalah wanita ...."
"Stop, tante. ini bukan salahku sepenuhnya. Semua berawal rencana Tante Melly. Maafkan aku tante." Maura memohon sambil berlutut di hadapan ibunya Rama.
Sementara Syakira begitu tampak khawatir dengan suaminya. "Lalu, dimana Kak Rama Maura?"
Fajri terus menenangkan Syakira. Ia tidak melepas rangkulannya pada adiknya itu.
"Katakan Maura!" bentak Syakira begitu khawatir keadaan Rama.
Maura tertunduk. ibu Rama pun mengangkat wajahnya sementara Zakir memegang bahu Maura membujuknya untuk bicara.
"Katakan Maura, dimana Melly membawa Rama. jawab!" teriak ibunya Rama yang mencengkram dagu Maura cukup kuat.
"Katakan, Maura. jangan hanya diam!" teriak Syakira.
__ADS_1
"Jawab!" Teriak Ibunya Rama dengan geram.
Maura tersentak kaget. ia pun berkata, "Rama ada di sebuah desa terpencil."
"Dimana itu? katakan, Maura!" teriak Syakira.
Maura pun menjelaskan sedetail mungkin. hingga akhirnya semua menuju ke tempat dimana Rama disekap oleh Tante Melly. Tentu Maura ikut ke sana sebagai penunjuk jalan.
Jalan yang berbatu dan berbelok-belok cukup memakan waktu. Bukan hanya itu. jalan menuju tempat di sekap Rama ternyata cukup jauh.
Sungguh Syakira tidak percaya kisah percintaannya dengan suaminya begitu rumit hingga harus diberi ujian seperti yang sekarang ia alami.
"Kak, bertahanlah," ujar Syakira yang kini dalam pelukan ibunya sendiri. semua rasa sakit selama ini ia rasakan seakan hilang disebabkan khawatirannya pada Rama, suaminya yang begitu tinggi.
"Ibu bagaimana keadaan kak Rama? aku tidak bisa bayangkan jika suatu hal terjadi padanya, ibu. Aku tidak sanggup." Tangis Syakira pecah juga.
Ia begitu lemah jika menyangkut suaminya. ia begitu mencintai suaminya. ia belum siap jika harus berpisah.
'Kak, apa kamu baik saja? Ya Rab, lindungi suamiku, selamatkan suamiku dari orang-orang yang menzaliminya.'
***
"Apa kau ingin tau sesuatu?" tanya balik Tante Melly mendekat kearah Rama.
"Katakan saja!" bentak Rama.
Tante Melly pura-pura sedih. "Rama kenapa kau tega membentak tante," Tante Melly tiba-tiba tertawa lepas.
Pastinya kau sudah tau kan, siapa yang memalsukan diagnosa tentangmu?" tawa Tante Melly. "Alah orangnya Rama. Aku!"
Rama mengangkat wajahnya, kemudian menoleh ke arah Tante Melly yang berdiri melipat kedua tangannya di dada. "Kau memang bermuka dua, tante. Aku menyesal masih memberimu kesempatan berkeliaran."
Tante Melly tertawa menggema. Menyesal? Sudah tidak ada gunanya menyesal, Rama!" teriak Tante Melly.
"Apa tujuan Tante Melly melakukan ini padaku? katakan, tante. Katakan!"
"Kau ingin tau apa alasannya?" tanya tante Melly semakin mendekat ke arah Rama. kemudian, ia memegang pundak Rama dan berkata, "Aku tidak ingin kau hidup bahagia! Aku ingin lihat kamu dan keluargamu, hancur Rama!"
Telpon Tante Melly berdering dan itu dari Maura. Tante Melly pun tersenyum kemudian menonaktifkan ponselnya.
...BERSAMBUNG...
Jangan lupa berikan dukungannya ya.... 😍😍😍🤗🤗🙏🙏🙏🙏
Jangan lupa follow aku. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian biar author tau seberapa greget kalian baca kisa Rama dan Syakira. AYo berikan komentarnya. Kira-kira bagaiman nasib Rama?
Jaman lupa juga like dan vote serta favoritkan agar terus dapat pemberitaan update terbarunya. Makasih semaunya love you...😘😘😘😘😘😘😘😘
Jangan lupa juga mampir di karya aku yang lain; Yang Membolak-balikkan Hati, Diam Ku Mengagumimu, dan Takdir Cintaku juga yang baru akan rilis.
__ADS_1