
“ada surat dari Eka, Rezky," sambut Arjun di pintu kamar kontrakan mereka ketika Rezky Baru saja datang.
“Eka?"tanya Reski gembira. tapi mendadak rasa bersalah menyerbu hatinya. akhir-akhir ini, wajah Gadis itu sering menghilang dari benaknya. dan yang muncul wajah cantik Wulan.
“kok malah bengong?"tegur Arjun.
Rizky mendesah lirik menghapus resahnya, menghapus ingatannya tentang Wulan dan rasa bersalahnya pada Eka.
Rezky masuk.
“ku taruh di bawah bentar di tempat tidurmu,"kata-kata Arjun Seraya berlalu dari sana.
Rizky memang selalu menaruh surat Eka yang baru diterimanya disana, agar setiap saat ia dapat membacanya, bahkan bila tengah malam ia terjaga sekalipun.
Arjun pergi entah kemana, sementara Rezky mengambil surat Eka dibawah bantal nya.
sampul surat berwarna biru muda kesukaannya itu, segera dibukanya dengan tergesa-gesa dan tangan gemetar oleh luapan Rindu didadanya.
__ADS_1
Rizky merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, diganjalnya kepalanya dengan 2 bantal sekaligus. dan deretan tulisan tangan Eka yang rapi itu dibaca penuh perasaan.
Hay, Ekky.....
Rizky lagi ngapain? pasti lagi baca surat Eka ya?
semoga kabar kamu baik, Eka sendiri Alhamdulillah, baik juga. tapi di sini Eka sepi banget. Eka kangen Rezky. Eka pengen dengar lagi canda Rezky, tawa ceria Rezky, suara lembut Rezky, juga petikan gitar Rizky. sedih loh kalo ngebayangin bisa nyanyi dengan diiringi suara gitar Rizky. kapan kita bisa melakukan itu lagi ya, Ekky?
Rizky sendiri gimana? Kangen Eka nggak? tapi di tempat Rezky, Rezky pasti nggak pernah kesepian, kan? Jakarta pasti rame banget. teman-teman Rezky di sana juga manis manis, kan? tapi Eka harap, itu tidak membuat Rezky lupa Eka...
Rezky merasa matanya menghangat. Lalu tanpa terasa, cairan hangat itu bergulir membasahi pipinya. betapa besar Rindunya pada Eka. tapi..., tapi Rezky sempat melupakannya walau cuma sesaat ia sempat menghadirkan gadis lain di hatinya. ia sempat memikirkan Wulan.
Ekky..., gimana cita-cita Rezky? kalau Rezky sudah capek mengejarnya, Rezky pulang, ya? Eka kangen Rezky..
Wulan berharap Rezky Muncul lagi, menjemputnya lagi, Atau paling tidak ketemu di bus, tapi seminggu lebih, cowok itu tidak pernah lagi dijumpainya. Ya seperti menghilang dari muka bumi, sama seperti ketika mereka baru bertemu dulu.
“cowok kamu kok nggak muncul lagi?"tegur Sherly ketika melihatnya Wulan gelisah di gerbang sekolah.
__ADS_1
Wulan cuma angkat bahu.
“Kenal di mana, sih? keren deh."
“di bus," aku Wulan jujur.
“Kayaknya aku juga pernah lihat deh. dimana, ya?"Sherly nampak berpikir.
Wulan berdebar. kalau melihatnya di bus sedang ngamen...?
“Eh! di majalah!" jerit Sherly, senang dapat mengingat kembali wajah itu.
“Di majalah?" Wulan merasa hatinya berbunga.
“He-eh. Didit, Wulan! suer, dia mirip Didit. jangan jangan..."
“namanya Rizky, itu nama asli, bukan samaran, aku malah sempat lihat ktp-nya. "
__ADS_1
“tapi kok mirip banget, ya? Untung dong kamu, bisa punya cowok keren begitu."
“tapi aku suka dia bukan karena tampangnya, kok, "Kila Wulan gelisa.