Terlanjur Sayang

Terlanjur Sayang
terlanjur sayang 2


__ADS_3

“tidak, sayang, Jangan berpikir buruk tentang Wulan, nyatanya Aku tidak terlalu buruk bukan? aku hanya mengajak mu bolos kuliah atau ngelayap sampai larut malam dan itu pun kamu sukai, jadi yang penting, wulan merasakan kebahagia dan kepuasan seperti juga kita. "


“Tapi..."


“apa kamu merasa aku telah merusakmu? telah menyeretmu jauh di dunia mu?" tanya Rival tersinggung.


“Entahlah, tapi aku menikmati semua yang kamu berikan. aku bahagia. sungguh. "


“Wulan pun akan seperti kamu, menikmati hidupnya. dan itu yang terpenting, kan? "


“Tapi, Val...."


“Sudahlah, untuk sementara, kita lupakan dulu Wulan dan segala permasalahannya, Oke? "Rival mendekatkan wajahnya ke wajah Nadia.

__ADS_1


tiap kali kakinya melangkah keluar rumah untuk menuju ke sekolah, doanya adalah, “ya, Tuhan, mudah-mudahan saja aku ketemu pengamen cakep itu. "


dan Tuhan mengabulkan nya. seperti Sudah diatur saja, dan seperti telah saling berjanji, hampir tiap hari mereka bertemu titik betapa senangnya bisa saling melepas senyum walau tanpa tegur sapa.


dan siang itu, setelah hampir dua minggu pertemuan mereka, Wulan mendapati cowok itu di gerbang sekolahnya.


“Hai," cowok itu menyapanya ramah.


“Hai juga, "Wulan membalas sapanya dengan senyum paling manis yang pernah dia milikinya.


“Nungguin kamu."


Wulan kaget. dan tentu saja campur senang.

__ADS_1


“ah masa, sih?" Wulan tersipu.


“punya simpanan cowok cakep juga kamu, "Riyan menyeletuk, sambil berlalu.


Wulan cuma senyum. tapi dia gelisah juga, takut teman-temannya kenal siapa cowok itu.


“cakep juga cowok kamu, "yang lain menjawil lengannya.


“kenalin, dan koma "Sherly menggodanya.


dan Wulan menanggapi canda teman-temannya itu cuma dengan senyum.


bulan kemudian menoleh lagi pada cowok itu.“Sudah siang nih kok Ma aku pulang duluan, ya?"Wulan pura-pura cuek dan bergegas meninggalkannya.

__ADS_1


“Barengan dong, masa dijemput ninggalin. jahat deh kamu. nggak senang, ya? "katanya kecewa Seraya menyusul langkah Wulan.


“jadi beneran nih kamu jemput saya? "tanya Wulan sambil menghentikan langkahnya.“benar. untuk kamu aku enggak ngamen hari ini. lihat aja, aku nggak bawa gitar, kan? "Wulan benar-benar gembira. mereka lalu berjalan bersisian menuju halte.


__ADS_2