
Wulan begitu ingin menikmati kebersamaan ini lebih lama lagi, tapi rumahnya sudah terlihat.
apa Aku nggak usah turun saja, ya? pikirnya konyol. sekalian di terminal saja nanti, Tapi pikiran itu tidak dijalankannya. rasanya Wulan belum gila untuk melakukan itu.
“yuk" Wulan menoleh lalu melangkah ke depan meninggalkan cowok itu meski dengan hati berat
__ADS_1
“ Turun di sini?"
“ya," sahut Wulan
semakin besar harapan Wulan untuk meraih cowok impiannya ke dalam pelukannya. Dan bila itu sudah menjadi nyata, akan dibanggakannya dia seperti Nadia membanggakan Rival nya selama ini. dalam segi materi, pasti menang, tapi soal penampilan, cowok itu masih di atasnya.
__ADS_1
“bilang dong cowok mana."
“masih rahasia. "
“namanya deh. "
__ADS_1
namanya? Wulan seperti tersentak kaget. gila! Bagaimana Ia yakin akan harapannya? sementara nama cowok itu saja belum diketahuinya.
“rahasia juga, "katanya setelah diam beberapa saat.