
“Malah pasti lebih aneh kalau kamu tahu cerita yang sebenarnya."
“masa?" Hendra kian penasaran.
“He-he, Cowok yang kutaksir itu, baru sekali aku lihat, itupun cuma sekilas."
Hendra melongo. “Di jalan?"
Wulan mengangguk.
“Gila kamu," desis Hendra perihatin. “ kamu naksir cowok yang samasekali kamu nggak kenal? konyol sekali, Lan. Orang-orang yang kita temui di jalan kan kadang-kadang nggak kita temui lagi seumur hidup."
__ADS_1
“ Tapi aku merasa suatu saat aku akan bertemu dia kembali."
“ Sempat kenalan nggak?"
Wulan menggeleng sedih.
“ya ampun, Lan, sadar, dong. kamu belum gila, kan?"
“Mana ada orang gila yang bisa jatuh cinta," tukas Wulan sewot.
“ tapi sepertinya ada yang mengatakan kalau dia akan dapat kumiliki."
__ADS_1
“itu nggak mungkin, ketemu lagi dengan dia pun barangkali nggak mungkin."
“Tapi aku optimis banget, kok. suatu saat kami akan bertemu dan dia akan kumiliki."
“Dalam mimpi." ledek Hendra
“nyata, dong. Aku tahu kok tempat kerjanya."
“O, ya?" Hendra pun sedikit senang. dia memang tidak ingin bila saudara sepupunya yang manis itu harus menelan kekecewaan pada cinta pertamanya.
Wulan nganggung.
__ADS_1
“Dia kerja di mana?"
“ mancing lagi, deh. kan sudah kubilang ini rahasia," elak Wulan lagi. sebenarnya, kalau saja dia bukan pengamen,Wulan barangkali tidak sekawatir ini pada Hendra. Tapi sungguh, bila cowok itu sudah berhasil Wulan miliki, Wulan akan menerima dia apa adanya, dan tidak akan malu-malu mengatakan pada Hendra siapa dia. tapi untuk saat ini, sebaiknya jangan dulu. pasarannya di mata Hendra anjlok, Bila Hendra tau cinta Wulan ditolak atau gagal, Padahal hanya untuk seorang pengamen.