Terlanjur Sayang

Terlanjur Sayang
Kembali Suasana Tegang


__ADS_3

Malam ketika hendak memakai gaun yang diberikan suaminya untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan suaminya, Syakira kembali kurang enak badan, namun ditahan olehnya.


Syakira tampil secantik mungkin demi sang suami. ia tidak ingin kelak di acara membuat suaminya menanggung malu kera penampilannya yang kurang menarik.


Seketika, Syakira keluar dan Rama tidak bisa berkedip melihat istrinya sangat berbeda dari biasanya.


"Apa penampilanku tidak berlebihan?" tanya Syakira.


Rama mendekat ke arah istrinya. ia menggenggam tangan istrinya lalu berkata, "Kamu sangat cantik. Maafkan aku."


Hanya kata itu yang terlintas dan cukup bagi Syakira mewakili semua yang ia rasakan. Rama mengecup kening istrinya.


Cukup lama menempuh perjalanan hingga sampailah di tujuan. Berjalan beriringan menuju di mana tempat acara akan berlangsung. Rama sesekali melirik istrinya. Berulang kali ponsel Syakira bergetar, tapi ia tidak peduli. ia tidak ingin lagi ada kesalahpahaman lagi. Cukup lelah jika ia memikirkan hal yang tidak jelas.


Kedatangan keduanya di sambut hangat. Syakira tidak menyangka pesta ulang tahun perusahaan suaminya begitu meriah.


Rama dan Syakira langsung diarahkan menaiki podium untuk memberi ucapan terimakasih.


"Terimakasih semuanya atas kehadiran kalian. kehadiran kalian satu kehormatan bagi kami terutama saya pribadi sebagai anak dari pemilik perusahaan ini," Rama melihat kearah Syakira. "dan di samping saya adalah istriku yang selama ini mendampingiku." lanjut Rama yang meraih pinggang Syakira. "Aku seperti ini karena ada doa Seorang istri di belakangku, serta dukungan dari pihak keluarga," katanya.


Ucapan Rama terus berlanjut hingga beberapa menit.


Usai pemberian sambutan itu Rama dan Syakira meninggalkan podium dan mengajak Syakira memperkenalkan dengan tamu lainnya.


"Tuan Rama, maaf sebelumnya tampaknya anda dan istri tampak begitu serasi dan kalau bisa tahu sudah berapa penerus?" tanya salah satu koleganya.


Syakira melirik Rama. Sebagai perempuan tentu akan merasa tidak enak hati. orang-orang pasti menganggapnya mandul.


Tante Melly yang mendengar itu langsung menyahut. "Penerus mana ada, tuan. Padahal sudah dua tahun mereka menikah. Mana ada penerus, Sampai sekarang satu saja belum ada." jawab tante Melly yang melihat Syakira dengan tatapan tidak suka.


"Tante, cukup," Yusuf menegur tante Melly.


"Apakah benar seperti itu, tuan Rama? Tapi saya kira itu tidak menjadi sebuah hal yang perlu anda khawatirkan, tuan Ram. kalian berdua masih muda. Mungkin tuhan belum mengizinkan. semoga Tuan Rama secepatnya menyusul."


"Terimakasih, tuan Aldo." Kata Rama yang terus mengutuk dirinya pria tidak sempurna. Hati Rana kembali menjerit dan sangat kecewa pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Menyusul gimana, tuan. kalau istrinya mandul gimana?" ledek Tante Melly. "Poligami kan bisa." kata tante Melly lagi.


Syakira benar-benar merasa malu mendengar itu. Rama melihat istrinya tampak di penuhi rasa bersalah. Sekuat mungkin Rama menahan gejolak emosi di kepalanya.


"Nyonya Melly, anda bisa saja. Mana Tuan Rama mau. Istri secantik ini dan kelihatan masih muda mana ada mandul." kata Kolega bisnis Rama lainnya.


"Kenapa tidak bisa, tuan, walau cantik kalau mandul buat apa, " Tante Melly yang sengaja memanasi keadaan.


Sedari tadi Rama ingin rasanya menarik bibir Ibu paruh baya itu. Akan tetapi di tangannya di tahan oleh Syakira.


Puas meledek Syakira tante Melly pun meninggalkan Rama dan Syakira di sana dengan wajah penuh kemenangan.


"Aku akan pergi ke sana. aku capek berdiri," ucap Syakira.


Rama paham akan situasi. ingin mencegah Syakira, sudah menjauh.


Rama pun tak bisa berbuat banyak melihat kepergian istrinya. karena ada begitu banyak kolega bisnis menghampirinya.


Syakira memilih memilih menjauh dari para kolega bisnis suaminya duduk dan memilih mengambil makanan yang tersedia. ia kembali bertemu Maura yang tiba-tiba hadir di acara itu.


"Nyonya Rama, apa kabarmu? aku merindukanmu. Tampaknya kamu dalam dilema?" Apa kerena banyak pertanyaan seputar anak ya?" ledek Maura.


"Kenapa kamu diam? Malu ya? Kasihan kalau mandul bilang saja mandul." kata Maura yang membuat beberapa Istri dari kolega bisnis Rama menoleh.


"Siapa yang mandul," bisik Para istri-istri kolega bisnis Rama.


"Tak ada urusan anda dalam rumah tangga saya, nona Maura. Urusan itu anda tidak perlu ikut campur. karena anda bukan Tuhan. Jika anda merasa benar mengapa sampai sekarang anda juga belum menikah. gak laku ya?" balas Syakira membalas ucapan mulut kotor Maura.


Maura tampak begitu marah mendengar perkataan Syakira. Maura melihat Leon bersama ayahnya hadir di pesta itu merasa akan ada drama baru yang akan terjadi. Seketika timbul ide gilanya.


Maura meninggalkan Syakira seorang diri. Melihat Maura pergi Syakira kembali menyantap makanannya dengan cukup lahap. ia juga heran mengapa perutnya cepat lapar.


Leon cukup takjub dengan suasana pesta ulang tahun Kolega bisnis ayahnya. Ia tidak tau bahwa pemilik pesta itu adalah Rama suami dari wanita yang membuat hatinya bergejolak.


"Hai Leon, apa kabar?"

__ADS_1


"Nona Maura? kenapa bisa disini?" tanya Leon yang mengingat wanita di depannya. Ia ingat dimana Maura pernah menabraknya secara tidak sengaja juga Ia mengenal Maura, karena pernah bekerja sama sebagai model di perusahaan kakaknya.


"Apa kamu mengenal wanita di sana?" tanya Maura menunjuk ke arah Syakira yang tampak sedang duduk seorang diri.


Ibu mertua dan nenek serta keluarga Rama lainnya sibuk dengan urusan masing-masing.


Leon melihat Syakira. Ia pergi tanpa peduli dengan kehadiran Maura. Leon segera menghampiri Syakira. Tersirat senyum diwajahnya Maura dan memilih pergi mencari Rama.


"Syakira? Kamu di sini?"


Syakira mengangkat wajahnya dan melihat ke Leon sudah di depannya. Syakira mencari suaminya.


"Syakira, kenapa kamu begitu takut padaku? Apa aku pernah menyakitimu?"


"Leon, aku mohon menjauhlah dariku. Kamu akan mempermalukan aku jika berada di sini. Tolonglah aku mohon!" Syakira memohon pada Leon untuk tidak mengikutinya.


Syakira terus menghindari Leon, dan lagi-lagi Leon tidak peka apa yang dikatakan oleh Syakira. Di mana Syakira duduk ia juga ikut duduk di sana.


Sementara Rama tampak sibuk menyapa kolega lainnya hingga ia lupa dengan istrinya sendiri. Maura datang dan menghampirinya.


"Hai Rama, selamat ya atas kesuksesan yang kamu raih hingga perusahaan keluargamu mampu mencapai puncaknya. Jujur aku salut dengan kinerja-mu, tapi sayangnya ya sampai sekarang tidak ada penerus-mu. Bahkan tampaknya istrimu sibuk menyapa pria lain," Maura menghasut Rama.


Rama berbalik. Ia menarik tangan Maura dengan amarah yang memuncak. Dan Maura sudah bisa menebak hal itu. Ia semakin yakin Sebentar lagi rumah tangga Rama akan goyah.


"Apa maksudmu? Mengapa kau berkata seperti itu pada istriku? Jika kau tidak tahu apa-apa, lebih baik mulut kotor kamu itu kau tutup."


Maura tersenyum. "Justru karena aku tahu, jadi aku mengingatkan dirimu." Maura berbalik melihat ke arah Syakira di mana Leon terus berbincang dengan Syakira yang sedari tadi tidak menghiraukannya.


"Lihatlah ke sana." Tunjuk Maura ke arah Syakira. "Harusnya istri mendampingi suaminya menyapa para tamu yang ada bukan menyapa putra kolega bisnis suaminya."


Maura tampak puas melihat raut wajah Rama yang terlihat menahan amarahnya.


"Kuharap istrimu perempuan baik-baik," kata Maura tersenyum. "Aku akan setia menunggumu." Bisik Maura melihat Rama berjalan kearah Syakira dan Leon.


"Syakira?"

__ADS_1


Deg!


Syakira berharap Rama menahan emosinya. Ia berdiri dari tempat duduknya dengan Leon yang ikut berdiri.


__ADS_2