Terlanjur Sayang

Terlanjur Sayang
Kabar Mengejutkan


__ADS_3

Rama menarik tangan Syakira menjauh dari Leon. Untungnya acara sudah selesai. Maura melihat merasa merdeka. Leon mengikuti mereka ingin menjelaskan.


"Syakira, tunggu! Ada hal penting yang harus kamu tau!" teriak Leon.


Rama berhenti, "Apa anda punya harga diri? Sudah berapa kali saya harus mengatakan jangan dekati istri saya!"


"Tuan Rama, mengapa anda bermain petak umpet sama istri anda sendiri? Dimana keberanian anda sebagai pria, hah?" ledek Leon yang mengetahui sebuah Fakta.


Syakira kurang paham apa maksud Leon. Rama pun melepaskan Syakira dengan mendorong tubuh Leon menjauh sejauh mungkin dari posisi Syakira berdiri.


"Jangan ikut campur dalam urusan rumah tanggaku. Anda tidak punya urusan mengurus rumah tangga orang lain," tukas Rama dengan menarik kerah baju Leon.


"Kenapa tidak. Syakira berhak tahu tentang dirimu, tuan." Leon semakin geram melihat Rama dengan melepas tangan Rama yang menarik kerah bajunya.


Ketika Leon hendak melanjutkan ucapannya, ayahnya memanggil nama Leon yang merupakan teman bisnis Rama sendiri.


"Syakira wanita baik yang tidak pantas kamu sakiti, tuan," Lanjut Leon sebelum meninggalkan Rama.


Rama melihat kepergian Leon, kemudian beralih melihat Syakira. Rama kembali menarik tangan istrinya.


Maura melihat itu mendekat ke arah Rama yang sedang menarik tangan isterinya.


"Sulit ya menjauh dari pria tadi? Sudah mandul eh cari pria lain lagi untuk digoda. wanita berhijab, tapi tingkah lakunya tidak ditutupi. Sok suci dimata semua orang!" hina Maura pada Syakira.


Syakira berhenti melepaskan tangan suaminya ia berjalan kearah Maura berdiri yang tidak terlalu jauh dari Rama dengan berkata,


"Hijab anda bawa dengan mengaitkan dalam diriku? Kemudian anda mengaitkan tentang kesucian? Aku masih beruntung berhijab dengan niatku karena memang kewajiban seorang wanita muslim. Dan maaf aku berhijab bukan karena sok suci. Melainkan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik untukku pribadi bukan karena orang lain. Dan anda harus tahu, buat apa aku mengejar pria lain, jika sudah jelas ada yang halal," Urai Syakira.


"Sementara anda sendiri, sibuk mengejar suami orang. Apa tidak ada pria lain di muka bumi ini hingga bebagai cara anda lakukan untuk menghancurkan satu rumah tangga saudara seiman anda?" papar Syakira yang hampir lelah dengan ujian rumah tangganya.


"Diam mulut kamu, Syakira! Kamu yang sudah merebut dia dariku!" Decit Maura dengan tatapan bencinya pada Syakira.


"Bukan aku yang merebut dia darimu, Maura! Pemiliknya mendatangkan sendiri padaku. Ia sudah tercatat sebagai jodohku dan takdirku bersamanya." jawab Syakira dengan mata melebar.


"Takdir?" Maura tertawa meledek. "Lalu, kau juga mengganggap Leon adalah takdirmu?" balas jawaban Maura.


"Jika pun Leon di hadirkan sebagai ujian dalam rumah tanggaku, aku akan berusaha untuk tidak terjun ke hal yang salah. Bukankah manusia dilengkapi dengan akal dan pikiran?" tanya balik Syakira pada Maura yang terus menatapnya. "dan anda, Nona Maura, bisa jadi anda juga merupakan ujian dalam rumah tanggaku dan aku akan berusaha mempertahankan yang menjadi hak dan milikku. Camkan itu Nona Maura," terang Syakira.


Syakira kembali ke arah suaminya. Rama kembali menarik tangan istrinya. Karena ketinggalan sesuatu, Rama masuk kembali ke gedung hotel dengan Syakira duduk menunggu suaminya.


Leon yang kebetulan di sana kembali melihat Syakira seorang diri. Ia tanpa pikir panjang kembali lagi menghampiri Syakira.


"Syakira, aku harus mengatakan sesuatu padamu."


"Leon, cukup! Aku wanita bersuami. Tolong kamu pahami posisiku," ucap Syakira dengan sudah tidak sabar menghadapi Leon yang terus mengganggunya.

__ADS_1


Amarah Rama kembali memuncak melihat Leon dan Syakira kembali berbicara. Rama dengan kasar langsung menarik tangan istrinya sambil melemparkan tatapan amarahnya pada Leon dengan mendorong tubuh Leon untuk minggir.


"Kak, jangan salah paham aku bisa jelaskan!" imbuh Syakira mengikuti langkah suaminya.


"Aku tidak butuh penjelasan, Syakira. aku lelah." Rama membukakan pintu mobil buat istrinya kemudian ia menyusul masuk ke dalam mobil.


Rama sendiri merasa bingung. Benar-benar bingung menghadapi dirinya sendiri.


Rama tidak pulang ke rumah mereka, melainkan pulang ke rumah utama.


Rama turun dari mobil tanpa menghiraukan Syakira. Syakira masih dengan sabarnya mengikuti suaminya.


karena kurang sehat Syakira memegangi kepalanya yang sedikit pusing. ibu Rama heran melihat kedua manusia itu menyusulnya pulang ke rumah utama.


"Ibu kami bermalam, aku capek aku mau istirahat." Rama langsung naik ke lantai atas.


Syakira hanya diam dan memilih ikut duduk dengan nenek yang memanggilnya. Bukan Syakira wanita lemah, akan tetapi ia menjunjung tinggi nilai ketaatan terhadap suami. Ia yakin suaminya memikirkan sesuatu. Ada suatu hal yang ia pikirkan namun apa itu?


Syakira terus membatin memikirkan sifat dan sikap suaminya yang akhir-akhir ini ada banyak perubahan semenjak pulang dari new York.


"Maafkan Rama, nak." kata nenek membuyarkan lamunan Syakira yang memiliki firasat buruk melihat Rama tak seperti biasanya.


Syakira mengangguk. Nenek terus mengajak Syakira bercerita dengan niat menghibur Syakira.


"Rama? kenapa kamu menarik tangan istrimu seperti itu," kata ibu Rama yang melihat putranya berdiri di balkon kamarnya. "Apa kamu sudah gila, hah?"


"Tanyakan padanya, ibu. Berulang kali aku katakan padanya untuk menjauhi pria itu."


"Pria? apa maksudnya, Rama?" tanya ibu Rama tidak mengerti.


"Ibu, tanyakan saja padanya. Aku cukup lelah dengan keadaanku yang sekarang. Aku cukup tersiksa, ibu, dengan semua yang ada," lapar Rama membelakangi ibunya.


"Ibu mengerti. Tapi bagaimana kamu menyelesaikan persoalan kecil dalam rumah tanggamu, jika saja kamu yang terus marah tanpa alasan. Kamu sebagai kepala rumah tangga, harusnya kamu yang bersifat lebih tenang. Ini kok sebaliknya," tukas ibunya Rama melihat punggung putranya.


"Ibu, stop! Aku capek biarkan aku seorang diri," alasan Rama yang tak mampu menahan gejolak emosi di kepalanya dengan masih posisi yang sama.


"Terserah kamu!" Ibunya Rama meninggalkan putranya seorang diri di kamar dengan menemui Syakira yang masih bersama nenek di lantai bawah.


Malam itu Syakira hanya bisa terdiam. ia juga merasa lelah. akhir-akhir ini ia terkadang merasa kurang sehat.


karena terlalu capek, Ia ikut terlelap dalam tidurnya menyusul suaminya masuk dalam mimpi.


Merasa ada pergerakan Rama berbalik menatap nanar istrinya. Ia mengusap kepala istrinya berlanjut mengecup kening istrinya.Ia benar-benar seperti menguji kesabaran Syakira begitupun sebaliknya seakan Syakira menguji kesabarannya.


Ketika terbangun, Syakira sudah tidak mendapati Rama di tempatnya. Ia pun masuk kamar mandi cukup lama.

__ADS_1


***


"Rama, mana Syakira? kok gak ikut makan? tanya Ibunya Rama yang melihat Rama baru pulang dari joging dan langsung duduk mengambil tempat duduk untuk ikut sarapan.


kebetulan hari itu rumah cukup ramai karena kakak Rama dan suaminya datang.


Kaka Rama menoleh kearah adiknya. Ia datang ke rumah itu untuk memastikan kabar yang ia dengar mengenai keadaan Rama.


"Rama, katakan pada kakak apa benar yang dikatakan ibu?"


"Jika benar, apa tanggapan kakak? Kakak ingin menyalahkan keadaanku?" balik tanya Rama pada kakaknya.


"Rama, kenapa kamu seperti anak kecil. Kakak hanya bertanya padamu," Imbuh kaka Rama.


"Apa kakak tahu, bagaimana perasaanku sekarang? Acara semalam membuatku benar-benar terpukul mendengar setiap pertanyaan yang mereka lontarkan padaku." Papar Rama melihat tajam ke arah kakaknya.


"Lalu, apa kamu mau menanggapinya?" sela kakak Rama dengan suaminya menggenggam tangan istrinya agar volum suaranya ia kecilkan.


"Tentu.kak, karena aku punya telinga," kawan Rama.


"Rama, walau keadaan kamu seperti ini bukan berarti kamu harus menyerah. Apa salahnya kamu mengikuti saran dokter untuk terus melakukan pengobatan secara rutin," saran kaka Rama yang di iyakan oleh keluarga lain.


"Iya. kamu harus bisa dong Rama. apa kata ibu mertuamu jika tau kondisimu. Juga Syakira pasti akan sangat kecewa," Sela ibunya Rama memegang bahu putranya.


Sebenarnya semalam ibu Rama dan kakak Rama melihat Syakira bersama Leon. ketika semalaman akan menghampiri Syakira, Rama sudah duluan menyambar istrinya bahkan ia menyaksikan bagaimana marahnya Rama pada Leon.


Syakira keluar dari kamarnya dengan wajah berseri. Dari lantai atas terdengar suaranya memanggil nama suaminya. Ia terus berlari menuruni anak tangga dengan ditangannya sebuah testpack yang sudah memunculkan dua garis merah. Melihat suaminya dan semua keluarga Rama berkumpul, Syakira berteriak di pijakan anak tangga ke sepuluh dari bawah.


"Aku hamil!" Pekik Syakira.


seketika, semua menoleh kearah Syakira. Keluarga Rama termasuk Rama sendiri yang sebagai suami dari Syakira tidak percaya akan kabar yang ia dengar dari istrinya.


Bagaikan ia jatuh dari langit mendengar kabar yang tak terduga itu. Seakan tak percaya apa yang barusan ia dengar. Bagaimana ia harus percaya sedangkan dokter menyatakan 95 persen dirinya dinyatakan mandul. Haruskah ia percaya? Dan menjelaskan keadaannya pada istrinya?


Dengan senyuman dan perasaan yang tidak bisa digambarkan. Kembali Syakira mengulang perkataannya. "kak, Aku hamil!"Ia berlari ke arah suaminya dan memeluknya.


Semua saling menatap satu sama lain. Amerika juga seakan tak percaya dengan kabar yang dibawah menantu perempuannya.


Sementara, Syakira sendiri dengan wajah sungguh berbinar. Ia benar-benar bahagia atas kehamilan yang selama ini ia tunggu-tunggu.


"Kamu hamil?" ulang Rama yang tidak percaya akan kabar itu.


...Beri Bom Like Buat Author Biar Author Tambah Semangat Ya..... ...


Author love-love pada Pembaca SETIA Author. MAKASIH DUKUNGAN KALIAN. Begitu Author melihat Bom like dari kalian LANGSUNG IDE Cemerlang TUMBUH NIH..... 😉😉😉🥰🥰🥰🥰😘🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2