Terlanjur Sayang

Terlanjur Sayang
Penyiksaan Melly


__ADS_3

Rambut Rama ditarik oleh Tante Melly dan berkata, "Melihatmu semakin aku membenci ayahmu. Kau mengingatkan


aku dengan rasa sakit yang pernah aku kubur. Karena ayahmu aku menderita!"


"Ayahku orang baik, ia tak mungkin menyakitimu dan paman. itu cerita bohong!" bantah Rama.


"Iya, tapi aku tidak suka dengan ayahmu yang sok baik itu!" teriak Tante Melly. "Semua karena ayahmu suamiku meninggal kala itu!"


"Tidak! samasekali bukan! paman meninggal itu karena ia menggelapkan dana, juga karena paman yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol yang berlebihan," papar Rama yang mengetahui cerita sampai disitu.


Tante Melly semakin menarik rambut Rama. "jangan pernah kau mengatakan suamiku seorang pe***buk.Kau salah!" bantah Tante Melly. "justru dia seperti itu karena tekanan dari nenekmu dan kakek kamu!"


"Kakek sudah benar mengambil keputusan seperti itu biar paman bisa introspeksi diri," bela Rama pada Almarhum kakeknya. Rama tidak Terima kematian pamannya dikaitkan degan sikap bijak kakeknya.


"Apa? kau sama saja dengan ayahmu!" Tante Melly semakin geram mengingat ayahnya Rama.


Tante Melly pun mengambil sebilah benda tajam yang membuat Rama sedikit ketakutan jika sampai Tante Melly berbuat di luar kendali.


Rama semakin berusaha untuk melepaskan ikatannya. Melihat wajah Rama pucat pasi membuat Tante Melly suka hal itu.


"hahahahha...." tawa Tante Melly begitu keras memenuhi ruangan.


Tante Melly pun mengambil obat dari dalam tasnya, kemudian memasukkan obat itu dalam air botol yang sudah ia siapkan.


Rama penasaran 'obat apa itu? Mengapa Tante Melly mencampurnya dengan air?'


Tante Melly seketika berbalik, Tante Melly berjalan ke arah Rama dengan tangan kanannya sebilah pi***u sedangkan tangan kanannya sebotol air minum yang sudah ia campur dengan sesuatu.


"Tante mau apa?" Tanya Rama melihat Tante Melly sudah seperti predator.


"Kau tahu apa yang aku pegang ini?" tanya Tante Melly memperlihatkan air botol mineralnya yang sudah ia campurkan sesuatu.


Rama penasaran. "Apa itu dan apa yang ingin tante lakukan?"


Senyum sinis Tante Melly. "Kau percaya ayahmu meninggal karena serangan? tidak." kata tante Melky memperjelas tentang kematian ayah Rama.


Rama langsung menegang. "Apa Maksud tante mengatakan hal seperti itu." Suara Rama tampak sedikit naik.


Kembali Tante Melly tertawa terbahak. kemudian Tante Melly melihat ke arah Rama dan berkata, "kau akan meminum air ini dan kematian kamu akan sama dengan ayahmu."


"Apa maksudmu? katakan dengan jelas!" bentak Rama.


"Ayahmu meninggal itu karena aku Rama! akulah yang membunuh ayahmu, akulah yang memalsukan kematian ayahmu! kau dengar itu!"


"Jadi, ayah meninggal karena tante yang meracuni ayah?"

__ADS_1


"Iya, tepat sekali." Tawa Tante Melly.


Rama geleng kepala wajahnya berubah mejadi merah membara. "Tante! kau ***ek. kau ***is. kau benar-benar manusia tak memiliki **ti sedikitpun!" Rama berteriak histeris sampai suaranya terdengar diluar rumah itu.


"Iya, apa yang kamu katakan itu benar, benar sekali. dan aku sengaja menjebak Maura masuk dalam perangkap aku sebagai umpan untuk melancarkan balas dendam ku pada keluarga kamu, nak. Aku benci keluargamu!"


Maura yang tiba-tiba datang mendengar pengakuan Tante Melly langsung mendorong tubuh Tante Melly. dengan sigap semua anak buah Tante Melly berjaga.


"Apa maksud tante menjebak aku. apa? jelaskan!" teriak Maura.


"Maura, kamu kesini sama siapa?"


"Jelaskan saja Tante! apa maksud Tante?" suara Maura tiba tiba mengecil. aku tidak percaya. Tante jahat!" teriak Maura. "Aku benci, padamu tante, aku kecewa!"


Plak! Maura menampar Tante Melly.


Plak! Tante Melly kembali membalas tamparan Maura.


Maura pun berlari ke arah Rama.


Melihat Maura akan melepaskan Rama Tante Melly pun menarik rambut Maura.


"Melly stop!" teriak ibunya Maura. kau benar-benar wanita tak punya ***ti, Melly!" geram ibunya Maura.


Tante Melly yang melihat beberapa satu persatu orang datang segera mengambil pi***unya kembali dan mendekatkan ke ke **her Rama yang masih terikat.


Syakira yang melihat Suaminya dengan pi**u di ***nya berteriak, "Kak Rama!"


"Jangan mendekat!" teriak Tante Melly. "berani kalian mendekat Rama akan mati di tanganku." ancam Tante Melly pada semua orang.


Sebagian anak buah tante Melly menahan ibunya Maura, begitu juga ibunya Rama, dan Syakira ditahan oleh anak buah Tante Melly.


Maura pun semakin mendekat. Ia mengambil sebuah balok. melihat itu Tante Melly kembali bersuara, "Turunkan kayu-mu," perintah Tante Melly.


Maura pun kembali menurunkan kayunya. Ibu Rama yang melihat Melly semakin nekat ikut bersuara, "Melly lepaskan Rama. kita bisa bicara degan baik," ucap Ibunya Rama melihat leher putranya sedikit mengeluarkan darah yah kini di halau oleh anak buah Tante Melly.


"Tante, tolong lepaskan suamiku." Syakira tidak tega melihat suaminya sudah berdarah di bagian leher akibat gesekan p***au milik Tante Melly.


"Diam kamu! karena kehadiran kamu semua rencana yang aku susun rapi, gagal!" bentak Tante Melly pada Syakira.


Panggilan masuk di ponsel milik Tante Melly yang tergeletak di atas meja. Melihat panggilan dari "putri tercinta" ibunya Rama pun menekan tombol hijau itu dan memasangkan speaker.


"Kami dari pihak rumah sakit. menyampaikan, jika putri ibu Melly kini dalam keadaan gawat."


Tante Melly yang mendengar itu terlihat diam. Syakira tidak membuang kesempatan dan langsung mendorong tubuh Tante Melly.

__ADS_1


Tante Melly seketika tersungkur dilantai dan pi**unya pun ikut lepas. Syakira dengan cepat melepaskan ikatan suaminya.


Melihat hal itu Tante Melly tidak tinggal diam. Ia kembali mengambil pi***unya untuk menuntaskan balas dendamnya.


Maura berlari dan berteriak. "Awas Rama, Syakira.


Melihat kejadian itu semua terperangah termasuk Syakira dan Rama. Sangat jelas itu terjadi di depan mata mereka. Rama dengan segera menutup mata istrinya.


zakir yang sudah menghabiskan anak buah Tante Melly berbalik. " Maura!"


zakir mengangkat kepala Maura, "Jangan bicara kau akan selamat. pasti.


Sementara Tante Melly sendiri disergap oleh Fajri, kakak Syakira. ia mengikat tangan Tante Melly dan dibawah menuju pihak berwajib.


Zakir pun mengangkat tubuh Maura menuju rumah sakit. " Maura bertahanlah. Jangan pergi dariku. aku mohon."


"Kak Zakir, Maafkan aku."


"Tidak, Maura. kau harus bertahan."


ibu Maura hanya bisa meratap melihat putrinya terluka.


Rama masih menutup wajah istrinya kemudian memeluknya dengan erat.


"Semua sudah, aman sayang." Rama semakin memeluk istrinya.


Begitu juga dengan Syakira. Seakan tidak ingin saling melepas. Mereka tak menginginkan lagi kejadian buruk terjadi. "Cukup ujian kami, ya Rab." ujar Rama yang masih memeluk istrinya.Tak hanya itu Rama memberikan seribu ciuman di wajah istrinya. Setelahnya kembali lagi keduanya saling memeluk.


Ibu Rama memegang bahu putranya. Rama pun kembali memeluk ibu dan istrinya. Mereka menangis sejadinya.


"Maafkan ibu, nak." ujarnya.


Setelah merasa cukup. Ibu serta ayah Syakira datang dan mengajak mereka untuk pulang.


"Ayo sayang, kita pulang," ujar Rama merangkul istrinya yang terlihat lemah.


belum sempat melangkah tiba saja Syakira melemah dan pingsan. "Syakira!" Rama berteriak semua menoleh.


Fajri melihat itu kembali berlari melihat adiknya tak sadarkan diri. "Syakira, dek?"


Rama pun mengangkat tubuh istrinya dan melarikan menuju rumah sakit. Semua kembali panik.


"Syakira kamu harus bertahan, Sayang."


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa kakak-kakak ... beri like, komentar dan vote. juga tambahkan ke daftar Favorit biar selalu dapat pemberitahuan update terbaru Terlanjur Sayang 🥰🥰


Apakah kakak tahu, Like dan komentar serta vote dari kalian sangat membatu kami sebagai penulis dalam menumbuhkan karya ini. 🥰🥰 biar cuan banyak masuk sebagai pengganti lelah Author berfikir😄😄😄


__ADS_2