
Steffi berjalan menyusuri koridor setengah melamun, dia pulang awal karena letih dan sedih. Karena absen tanpa keterangan ia mendapat sangsi. Surat peringatan disiplin kerja. Belum setahun bekerja sudah mendapatkan skandal.
Mhn.. Steffi dibekap dan di masukkan ke mobil Alphard saat tiba di parkiran. Tubuh nya menindih badan pria saat dilempar masuk. "Samuel Johnson? " Katanya lirih.
Lelaki itu menatap Steffi dengan ekspresi yang tak terbaca. "Lama tak bertemu." Sapanya serak menatap wajah cantik Steffi. Wanita itu buru-buru menata duduknya sedikit menjaga jarak.
Mobilnya melaju dengan kecepatan sedang. "Aku dengar kau berkencan dengan anak dibawah usiamu? Bagaimana? Apa dia lebih hebat permainannya dibandingkan aku? " Tanya Samuel Johnson dengan datar.
Steffi hanya menghela nafas tak dapat mengatakan apapun. Hanya memalingkan wajahnya, tak ingin menjawabnya. Juga tak mampu menyangkal nya. Karena ia menyukai anak lelaki itu.
"Aku sudah pulang jadi kau harus melayani aku. Karena kau milikku. " Ucap Samuel Johnson pelan sambil mencubit dagu mungilnya Steffi. Cup. Ciuman lembut mendarat di bibir nya.
Hingga sesaat Samuel melepaskan tautan bibir nya. "Kau marah? " Tanyanya. "Tidak. Tapi aku bukan piala bergilir, kenapa kalian melakukan hal itu padaku? " Tanyanya tersendat. Menahan rasa sesak serta air mata.
"Nikmati saja sayang. Jangan melawan, aku mencintaimu.. " Ucap Samuel Johnson lalu menarik pinggangnya Steffi bersamaan dengan bersatunya kedua bibir mereka. Dan batas antara mereka dan supir bergerak menutupi mereka.
"Dia tak akan melihat kita baby. Come.. " Ujarnya sambil ******* bibir nya Steffi lagi sambil melepas pengait serta melepaskan segitiga pengaman.
Sttfh... Steffi merintih saat penyatuan mereka Samuel Johnson mengendus-endus buah di depannya dan mengulum nya. Steffi duduk dipangkuan nya tanpa bergerak dan memeluk erat tubuh Samuel Johnson.
Samuel Johnson juga memberikan pijatan pada pantat Steffi dan terkadang mengangkat nya sesekali hingga pelepasannya keduanya.
Steffi turun dari pangkuannya dan merapikan atasannya demikian juga Samuel Johnson. Mobilnya berhenti di pinggiran kota di bangunan minimalis berlantai dua.
"Ini tempat kita sayang, untuk mu. Hanya untuk mu. " Katanya sambil mengacak rambutnya Steffi. Wanita itu hanya terdiam dalam dekapan Samuel Johnson.
__ADS_1
Berjalan beriringan menuju ke dalam langsung ke kamar mereka. Steffi memandang dekorasi kamar yang luas bernuansa biru laut. Samuel Johnson melepaskan pakaiannya, berjalan mendekati Steffi.
Huft. Steffi menghela nafas saat Samuel Johnson memeluk dirinya dari belakang. Mereka saling memadu kasih. Steffi tak ada pilihan lainnya. Ia sudah terjebak dalam permainan dua lelaki dalam waktu bersama.
Bingung memilih yang mana, keduanya sudah membuat hasrat nya untuk memiliki nya. Samuel Johnson tak keberatan akan keberadaan Kevin. Lalu bagaimana dengan Kevin?
"Kau sudah letih sayang? " Gumam Samuel di sela kegiatannya memakan Steffi. Yang terkulai di ranjangnya. "Mhmm.. " Hanya deheman yang terdengar dari mulutnya.
Samuel Johnson tak diam saja ia melakukan hal yang diinginkannya dan berhasil Steffi melenguh dan mendesah lirih. Hingga Samuel Johnson mendapatkan kepuasan nya.
Lelaki itu diam di samping Steffi, menatapnya dengan lembut. Steffi sendiri sudah tertidur karena kelelahan. "Apapun yang terjadi aku akan di sisimu. Tak perduli apa yang kau lakukan sayang. " Bisiknya sambil mengecup keningnya.
Steffi melenguh saat tersadar dalam pelukan Samuel Johnson. Lelaki itu sedang bergerak di atasnya, lebih tepat nya memompa nya dengan cepat. Hingga ranjang itu berderit hebat.
"Taman indah dan sangat nyaman disini, juga suasananya. " Steffi bermanja-manja di bahu kekarnya Samuel Johnson. "Ini milik mu baby. Aku sudah memberikan namamu pada akta rumahnya. "
" Dan surat nya ada pada brankas, ada uang dolar, rupiah juga barang emas. Kodenya hari pertama kita bertemu. " Samuel Johnson menjelaskan seraya mencium keningnya Steffi.
"Kau begitu royal padaku. Kau yakin aku akan setia padamu? " Tanya Steffi gamang sambil menulis abstrak di dada Samuel Johnson.
"Aku tak perduli kau menikah dengan siapa, kau adalah milikku. " Tegasnya seraya tersenyum dan mengecup pelipis Steffi.
Steffi hanya terdiam kaku di dekapannya Samuel Johnson. Dia tak dapat berpikir lagi, apakah dia mencintai Samuel Johnson atau Kevin. Atau justru mencintai keduanya? Entah lah.
Usai kebersamaan mereka di akhir pekan itu Steffi tak melihat Samuel Johnson. Selain itu ia sibuk dengan kegiatannya sebagai tenaga medis di UGD.
__ADS_1
Malam ini sangat mencekam. Kebanyakan pasien sudah tertidur karena hari sudah larut malam. Begitu sunyi tak ada suara yang terdengar karena terlalu senyap.
Brak. Nging. Suara deru mesin motor berhenti dan menabrak pada beton penyangga gedung rumah sakit. Para penghuni UGD bergegas keluar mendengar suara kegaduhan di depan pintu masuk gedung.
Nampak beberapa pemuda berkelahi, banyak darah berceceran. Para sekuriti berlarian membubarkan mereka. Dan tim medis mengobati yang terluka.
"Kevin? " Gumam Steffi menatap pemuda yang terluka di pelipis, di punggung dan perutnya. Steffi menjahit luka-lukanya karena cukup dalam.
"Kau tak bertanya kenapa aku bisa terluka? " Bisik Kevin di telinga wanita itu. Steffi mencoba menghindari sentuhannya. Bagaimanapun juga jika dia tak boleh berhubungan dengan Kevin.
Dia ingat caci maki dari Clathria padanya waktu itu. Dia tak ingin wanita itu membuat huru hara di tempat kerjanya nantinya. "Jangan bergerak. Saya sedang mengobati Anda Tuan. " Perintah Steffi penuh penekanan.
Kevin mengerutkan dahinya. "Tuan? Kau memanggil kekasihmu dengan sebutan Tuan? " Tanyanya mengerucutkan bibirnya.
"Saya dokter yang merawat Anda Tuan. Tolong jangan banyak bergerak. Saya mohon. " Lagi Steffi bersikap formal dan sopan. "Anda ingin sembuh atau sebaliknya? " Bentak nya tak sabar. Kevin terhenyak karena bentakan Steffi.
"Ada apa sayang. Kau menjadi aneh seperti ini. " Gumamnya menatap wanitanya yang acuh, melakukan perawatan di tubuh nya. "Sudah selesai Tuan. Mohon jangan sampai terkena air. Nanti lukanya sulit untuk kering. " Jelasnya sambil menata peralatannya.
Brukk. Steffi di banting ke bed brankar. "Ada apa sayang? Kau kenapa? " Cecarnya kebingungan. Steffi di tekan oleh Kevin di brankar tersebut.
"Aku membuatmu terluka atau apa sayang? " Tanyanya lagi. Steffi hanya terdiam sejenak, " Tuan tolong hormati saya. Ini tempat umum. Juga saya pekerja disini. Tolong jaga sikap Anda. " Kata Steffi.
"Bisa kau jelaskan dahulu kenapa kau berubah? Dan mengacuhkan aku sekarang ini? " Tanyanya. "Tak ada yang harus di jelaskan. " Lanjut nya tanpa memandang nya.
Kevin melepaskan nya, Steffi merapikan pakaiannya. "Tolong bayar administrasi nya dia loket sebelah sana! " Perintah nya tanpa memandang Kevin. Steffi berlalu begitu saja, Kevin hanya menatapnya tanpa ekspresi.
__ADS_1