Terlanjur Sayang

Terlanjur Sayang
Rama, Syakira


__ADS_3

"Dokter!" Rama berteriak agar istrinya secepatnya di tangani.


Petugas, serta dokter segera mengambil tindakan dan Syakira kini dalam penanganan dokter. Dokter yang menangani Syakira selama ini bertanya pada Rama.


"Mengapa kondisi pasien sampai seperti ini? apa yang terjadi? kata dokter yang terlihat kecewa pada keluarga pasiennya.


Rama pun menceritakan kronologi yang terjadi dari awal hingga akhir. " Begitu dok ceritanya. tolong sembuhkan istriku, dok.


Kami akan melakukan semampu kami," ujar dokter itu. "Berdoalah semoga semuanya baik-baik saja."


Kedua orang tua, serta Kakak Syakira, Fajri tampak begitu cemas. Terlebih Rama sebagai suaminya ia tak hentinya memukul tembok yang ada di sana. Andai tembok rumah sakit itu berbicara ia akan berkata, "Cukup Rama. kami kesakitan. Jangan melampiaskan kemarahan serta kekecewaan kamu pada kami." syukurnya, itu benda mati. jika saja benda hidup, tak hanya akan berbicara, bisa saja ia meninju balik wajah Rama.


"Aku pastikan kalian harus membayar semuanya." geram Rama dan pamit untuk menemui Tante Melly di kantor polisi.


"Rasa sesal aku rasakan sekarang membiarkan kalian bebas menghirup udara segar. bodohnya aku." umpat Rama pada dirinya sendiri.


Fajri melihat Rama pergi segera menyusul. "Rama, tunggu!"


"Jangan mencegahku untuk urusan ini. Aku pastikan Tante Melly mendapatkan setimpalnya. Dan Maura kelak akan sembuh juga harus ikut bertanggung jawab. karena mereka Syakira ku seperti ini!"


"Rama, harusnya kamu menurunkan emosimu. Ini bukan dirimu yang aku kenal selama ini," ujar Fajri. "dan ini bukan saatnya untuk berdebat."


"Aku lelah dan sudah terlalu lama bersabar menghadapi mereka, Fajri!"


"Aku paham. Aku mengerti. Dia adikku, tentu akun rasakan bagaimana perasaan kamu sekarang," tukas Fajri.


"Rama, mereka boleh iri, membenci kita, tapi bukan berarti kita membalasnya dengan hal seperti itu. Setidaknya Tante Melly sekarang sudah ditangani oleh pihak berwajib. Bukan hanya itu ibu Melly juga merasakan hal yang sama denganmu."


"Apa maksudmu?" tanya Rama yang tidak terlalu mendengar kabar putri Tante Melly.

__ADS_1


Fajri terdiam sejenak mengingat apa laporan yang ia Terima pada orang yang meminta mencari tau keadaan sepupu Rama.


"Sepupumu masuk rumah sakit karena sebuah kecelakaan. Kabar yang aku dapat, putri Tante Melly harus kehilangan kedua kakinya," jelas Fajri.


Raam seakan tak percaya dengan hal tersebut. ibunya yang berbuat anaknya kena impas. Takdir seolah mengacak pemikiran untuk berfikir serta introspeksi diri.


Rama mengingat apa kesalahan yang pernah ia lakukan sehingga Syakira harus menanggung semuanya. "Katakan padaku. Dosa apa yang pernah aku lakukan hingga dampaknya berbalik pada istriku."


Fajri memegang bahu sahabatnya itu dan berkata, "Kamu yang harus kuat. Syakira butuh dukungan darimu. kalau kau yang lemah bagaimana dengan syakira. Kuakui ujian cinta kalian begitu berat."


Aku sangat berterima kasih adikku mendapatkan suami seperti dirimu. bukan berarti kamu terus kecewa seperti ini. tapi, justru ujian ini harusnya kamu menjadi kuat. ini bukan dirimu, bro. ini bukan Rama yang pernah aku kenal.


Fajri menepuk bahu sahabatnya itu yang kini berubah status sebagai adik iparnya.


Rama dan Fajri kembali menuju dimana Syakira ditangani oleh dokter. Dokter keluar dan mencari keluarga pasien.


Melihat raut wajah dokter, Rama cukup tegang. "Bagaimana kondisi istri saya dok?


Rama tak bisa lagi berkata mendengar penuturan dokter. Seluruh tubuhnya ikut melemah. Ia tidak tau apa ia masih berdiri di tempat berdiri di tempatnya atau sudah terbaring di atas bad pasien.


'Mengapa aku jadi pria lemah' itulah yang terputar di otaknya sekarang.


Seakan semua samar-samar terdengar namanya terpanggil. ia tak mampu lagi membuka matanya.


'Sayang, kamu yang harus kuat. biar anak kita juga kuat.'


"Rama, sadar!" teriak ibu Rama yang kini di samping Putranya.


Wajar saja Rama ikut drop. Hampir dua hari mendapat siksaan dari Tante Melly tanpa diberi makan atau minum. Belum lagi pikiran dan tekanan batin ketika mengetahui Fakta kematian ayahnya.

__ADS_1


"Rama, kau ikut seperti ini bagaimana dengan istrimu yang membutuhkan kamu, " tangis ibu Rama yang melihat putranya ikut terbaring lemah disisi ranjang Syakira yang kini masih belum sadarkan diri. "Rama, bangunlah nak. jangan seperti ini. urusanmu masih banyak belum selesai."


Marwa yang baru tiba bersama nenek ikut memeluk ibunya. Nenek pun menghampiri cucunya serta cucu mantunya.


"Kenapa kalian seperti ini? kenapa kalian begitu kompak membuat nenekmu ini khawatir?" Nenek mencium punggung tangan Rama, yang kemudian beralih mencium punggung tangan Syakira.


Nenek menangis terisak di antara Rama dan Syakira yang kini keduanya tak sadarkan diri.


Sementara ibunya Syakira hanya bisa meneteskan air mata melihat putri serta menantunya terbaring di sana. Pak ikhsan pun menguatkan mereka. "kita berdoa saja semoga Anak-anak kita kembali. anggap saja mereka beristirahat dari segala ujian yang menimpa mereka selama ini."


Ibunya Rama yang masih dalam pelukan putrinya mengangkat wajahnya melihat ayah dari menantunya itu. "benar apa yang ayahnya Syakira katakan. Biarkan mereka beristirahat. rasa lelah sangat terlihat di wajah mereka," Ucapan ibunya Rama yang disertai tetesan air mata uang kimi berpura-pura untuk kuat menghibur dirinya.


Nenek semakin terisak mendengar kata-kata orang-orang di belakangnya. ia tak sanggup untuk berpura-pura. apa lagi ia juga sudah tahu penyebab kematian ayahnya Rama yang sebenarnya. sangat menyakitkan mengetahui fakta itu. Tak ada yang bisa ia lakukan hanya mendoakan kedua almarhum putranya.


"Nek, sebaik kita pulang ya... nenek juga harus banyak istirahat. jika nenek seperti ini bagaimana nenek mau sehat dan melihat kelak cicit nenek," ujar Marwa pada nenek yang penuh harap Syakira serta calon bayinya akan baik saja begitu juga dengan kakaknya Rama.


Bersambung...


SEMANGAT AUTHOR.


Assalamu'alaikum, kakak semua. Tetap berikan dukungannya biar Author bisa Up tiap hari.


Ayo kakak mari berbagi. Aku berbagi Cerita tanpa lelah dengan kakak semua. Tak ada lain yang aku pinta hanya like serta komentar dari kalian. Harapan itu sangat kami butuhkan sebagai Author.


Aku sayang kalian. Aku sangat berharap dari kalian. Mohon singgah berikan like-nya di karya aku satu ini juga ya....


Jangan lupa mampir di karya aku yang lain; Yang Membolak-balikkan Hati, Diam Ku Mengagumimu, dan Takdir Cintaku juga yang baru akan rilis.


Jangan lupa follow aku. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian biar author tau seberapa greget kalian baca kisa Rama dan Syakira. AYo berikan komentarnya.

__ADS_1


Jaman lupa juga like dan vote serta favoritkan agar terus dapat pemberitaan update terbarunya. Makasih semaunya love you...😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2