Terlanjur Sayang

Terlanjur Sayang
terlanjur sayang 2


__ADS_3

"Habis apanya, dong? jangan munafik, deh, kalau dia nggak cakep, biarpun dia baik banget, belum tentu kamu suka."


“ iya kali."


“ sekarang kamu lagi nunggu dia?" Wulan menggeleng.


“yang benar, nih?" Wulan malah senyum.


“Duluan, ya?" Sherly meninggalkannya ketika kakaknya yang biasa jemput muncul.


“Bareng aja, yuk,"ajak Kakak Sherly. “Makasih deh, Mas, lagi nunggu teman kok," Wulan menolak halus.


“tinggal, ya?" Sherly melambai diiringi senyum kakaknya.


Wulan membalas lambaian Sherly lalu berjalan pelan ke halte. Siapa tahu Rezky akan menunggunya di sana. atau, di bus nanti mereka akan berjumpa.

__ADS_1


ketika bus lewat, Wulan menyetop nya, lalu melompat naik. di antara penumpang yang penuh sesak itu Wulan Berharap ada Rezky. Wulan benar-benar tersiksa oleh rasa rindu. Wulan juga tidak mengerti mengapa begitu mudah ia jatuh cinta pada cowok itu. dan sepertinya, cinta ini tidak terbalas...


lagu Dia milik Anji mengalun lembut, menyentuh relung relung hati Rezky. kerinduannya yang telah berkarat, menyentak-nyentak di dadanya...


“Eka...," sebuah nama yang manis. sebuah nama yang telah sekian lama terpatri di setiap sudut hatinya, disebutnya tampat suara.


“aku akan pulang, Eka. tapi tidak sekarang. nanti, bila impianku telah terengkuh," Ia bicara sendiri.


gitarnya yang selama ini setia menemani perjalanan dan usahanya, ia biarkan tergeletak di lantai kamarnya. Ia sendiri melangkah ke tempat tidurnya. surat yang diterimanya dari Eka seminggu lalu, yang sampai kini masih dibawa bantalnya bersama selembar foto milik Gadis itu, diambilnya kembali. wajah Ayu yang tergambar dalam potrek ukuran post Card itu ditatapnya lekat-lekat, penuh cinta dan Gelora rindu. perlahan didekatkan ke bibirnya lalu dikecup lembut. setelah puas memandangi dan mencium foto Eka, Rezky merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.


music SURAT CINTA UNTUK STARLA milik Virgoun masih mengalun lembut. menambah sendu suasana.


ketika lagu itu Usai, Rizky mematikan radio kecilnya, lalu di lipatnya suratnya. dan suasana pun berubah hening. dia memejamkan matanya. gambaran hari-hari Indah pun menari-nari. hari hari indah bersama Eka. di sana, di desa mereka yang damai dan tanpa polusi.


langit berwarna biru cerah. bintang-bintang gemerlap dipermukaannya. bulan mengembang dengan warna yang keemasan, menyeruak awan yang berarak menghampiri. sungguh malam yang teramat indah. Eka duduk disampingnya, merebahkan kepalanya di bahu Rezky!

__ADS_1


“besok malam pun pasti masih seindah ini,"bisik Rezky waktu itu. “sayang , Aku tidak bisa lagi Menikmatinya bersamamu," desah Rizky lirik, tanpa mengalihkan matanya dari bentangan langit biru.


“Memangnya kenapa?"tanya Eka tak kalah pelan.


Rezky menatap sendu wajah lembut disisi-nya, lalu katanya,“aku sudah nganggur hampir 5 bulan. kuliah nggak ada biaya, cari kerja juga susah banget. dan di desa ini, rasanya aku nggak bisa ngembangi bakat nyanyiku...."


“lantas?" tanya Eka mendadak khawatir.


“aku akan ke Jakarta..."


“Ekky..." Eka mendesis gemetar. “kamu tahu kayak gimana kerasnya Jakarta, kan? kamu tahu di sana kamu hanya boleh bermimpi?"


“itu kata kata klise, Eka. kamu nggak usah deh ikut-ikutan orang-orang ngomong kayak gitu. aku ke Jakarta bukan untuk mimpi menjadi di konglongmerat. Aku hanya ingin mengembangkan bakat nyanyi ku. Aku bahkan akan memulainya dari bawah sekali. Aku akan jadi pengamen...."


“pengamen?"

__ADS_1


“ya."


__ADS_2