
Malam itu, Rama pun pamit pada kedua mertua dan istrinya untuk menghadiri undangan pernikahan koleganya. ia datang seorang diri tentu semua orang yang melihatnya bertanya.
"Tuan, anda seorang diri? kemana nona Syakira? apa beliau sehat?"
"Iya, istri saya sehat," kata Rama menimpali.
"lalu, kenapa beliau tidak datang?"
"Saya penggantinya Tuan Aldo," sahut Maura yang tiba-tiba dayang dan memotong pembicaraan Tuan Aldo dan Rama.
Melihat Maura yang ingin menggandeng tangannya, Rama dengan gerakan cepat meninggalkan tempatnya setelah pamit dengan Tuan Aldo paman dari sang pengantin malam itu. Maura pun pamit pada Tuan Aldo untuk mengejar Rama yang kembali bergabung dengan kolega bisnis lainnya.
Maura terus mengikuti Rama tanpa rasa lelah. Rama yang aslinya super cuek pada Maura memilih bergabung Rio yang merupakan pria yang sangat terkenal gonta ganti pasangan. Rama cukup terhibur dengan gaya bahasa Tuan Rio yang gaul itu.
"Hai bro, lho datang juga di pesta ayahku. Apa kabar? Mana istrimu bro? Dan siapa wanita yang terus mengikuti mu?" tanya Rio.
"Akun tidak mengenalnya." papar Rama.
"Bukankah dia seorang model itu?" tanya Rio yang cukup penasaran dengan Maura.
"Sepertinya," jawab teman Rio bernama erik.
"Cukup cantik dan menarik," Timpal Rio pada Rama.
Tama hanya mengangkat bahunya. ia tidak mau berurusan dengan Maura. ia pun terus berbincang dengan Rio yang sesekali melirik kearah Maura.
Sementara Maura tidak mendengar perkataan Rama. Ia sibuk dengan penampilannya yang terlihat sedikit menor. Baju yang di kenakan cukup pendek serta di belakangnya memiliki bolong sehingga memperlihatkan punggungnya yang putih.
Melihat Rio mendekati Maura, Rama pun bergabung dengan Tuan Alex yang merupakan satu teman bisnis Fajri, kakak iparnya.
Maura yang terus di goda oleh Rio tidak menghiraukan. Rio merasa di abaikan tersenyum sinis. "Nona, kau akan bertekuk lutut denganku suatu hari." Rio bergumam sambil memperhatikan lenggok Maura menuju arah Rama.
Seorang pelayan lewat dengan ditangannya membawa nampan yang berisi minuman. Maura pun mengambil dua gelas minuman tersebut. Lalu, minuman itu ia letakkan di atas meja. Kemudian ia memasukkan minuman itu dengan obat.
"Kali ini kamu akan menjadi milikku, Rama." Maura tersenyum.
Maura pun mendekati Rama dan memberinya minuman.
"Sedari tadi kamu berdiri." kata Maura memberinya minuman.
__ADS_1
Minuman itu masih ditangan Rama. Rama begitu serius berbincang dengan Tuan Alex. Maura merasa kesal terabaikan lagi. "Aku pastikan minuman itu kamu minum." Maura bergumam.
Namun apa yang diharap Maura nyatanya sulit. Minuman itu Rama letakkan di atas meja. Rama curiga jika minumannya sudah dicampurkan sesuatu.
"****! umpat Maura kesal merasa gagal.
"Kita lihat saja sampai dimana kamu akan keluar dari perangkap Maura," kembali Maura bergumam.
Rama yang sudah haus ikut mengambil minuman baru pada pelayanan yang lewat bersama Tuan Alex, dan Tuan Aldo. mereka bersulang.
Senyum pun tergambar di wajah Maura. "kau tidak meminum minuman dariku, tapi tanganku banyak untuk kamu masuk dalam jebakan aku, Rama."
Rio pun mendekati kembali Maura dan memberi minuman. "Nona mari kita bersulang, jika kau tidak mau berteman denganku setidaknya kita bisa bersulang.
Maura yang merasa risih terus diganggu oleh Rio mengambil minuman pemberian Rio. Ia berharap setelah bersulang dengan Rio ia bisa melanjutkan aksinya. Sebelum ia meneguk minumannya ia memastikan Rama sudah gelisah.
Melihat Rama memegang kepalanya Maura akhirnya memberi kode pada seseorang. "Terimakasih minumannya, Tuan Rio semoga anda menikmati pestanya. saya harus pergi." Maura berlenggok pergi menyusul Rama.
"Ya, semoga malam ini kau menikmati malam pestamu, Nona Maura." Rio tersenyum sinis dan meninggalkan pesta itu.
Sementara Rama sudah di dalam kamar hotel ia benar - benar tidak bisa mengimbangi dirinya. Ia teringat dengan Syakira. Ia merindukan istrinya. dikamar gelap Itu Rama tidak bisa melihat hanya sebuah bayangan.
"Bagaimana? Apa dia sudah di kamar seperti yang aku perintahkan?" tanya Maura pada beberapa pelayanan yang ia gaji.
"Bagus." kata Maura memberi amplop coklat pada beberapa pelayan itu.
Ia pun masuk di dalam kamar hotel yang sudah ia pesan. kamar hotel itu sengaja ia pesan lampunya samar-samar. "Akhirnya kau masuk dalam perangkap aku, Rama. Maura pun memutar rekaman vidio untuk ia perlihatkan nantinya pada Syakira. melihat Rama sudah di atas kasur terbaring seperti membutuhkan seseorang, Akhirnya Maura pun melepaskan semua yang melekat di kulitnya dan menyisakan ***ia. Tiba-tiba saja kepalanya ikut pusing.
tapi, ia tidak peduli. yang ia rasakan adalah kebahagiaan. Akhirnya Rama sebentar lagi akan jadi miliknya.
***
Dilain tempat, Syakira begitu khawatir suaminya belum pulang. Sangat terlihat raut wajah kecemasan.
"Ya Rab, lindungi suamiku. Kembali ia padaku."
Hilir mudik Syakira di kamarnya sambil mengelus lembut perutnya yang kini memasuki bulan ke empat. selepas itu ia melihat foto pernikahannya.
"Sayang, pulanglah dimana kamu? kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?"
__ADS_1
Syakira keluar dari kamarnya. ia melihat jam sudah masuk seperdua malam. ingin tahajjud, tapi belum tidur sama sekali.
Ketika Syakira akan beranjak mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Syakira pun mengintip keluar dan melihat suaminya tampak urakan.
Untungnya ayah dan ibunya Syakira sudah pulas dalam tidurnya. Syakira dengan segera membuka pintu itu dan Rama langsung memeluknya.
"Kak, kamu kenapa? bisik Syakira karena sudah tengah malam.
Rama tidak menjawab. Syakira pun menutup pintu itu, kemudian menguncinya, Lalu ia membimbing suaminya masuk kamar.
"Sayang, panas, aku panas." ucap Rama yang tampak tak bisa mengimbangi dirinya.
Syakira pun menambah suhu pendingin kamarnya. Namun, Lagi-lagi Rama berujar, "panas." Rama pun masuk kamar mandi karena tidak bisa tahan rasa panas yang semakin menyiksanya.
Syakira cukup khawatir melihat suaminya sudah 6 kali keluar masuk kamar mandi. Ia tidak tahu apa penyebabnya. Rama terus mengguyur tubuhnya ditengah malam. Syakira akhirnya menyusul masuk kamar mandi memberikan handuk untuk suaminya.
Syakira sangat khawatir dengan keadaan suaminya sekarang. Apa lagi tengah malam tidak baik bagi kesehatan tubuh. "Sudah dong, kak. apa yang sebenarnya yang terjadi?"
Tatapan Rama berubah jadi sendu seakan ia ingin melahap istrinya seketika. Sebisa ia masih bisa berfikir logis.
"Seseorang memasukkan obat ***ng dalam minumanku," ucap Rama membelai wajah istrinya yang kini membantunya melepas pakaiannya yang basah.
syakira pun membantu suaminya keluar dari kamar mandi. rasa panas semakin melanda. "Aku akan membantumu." Syakira pun menawarkan dirinya pada suaminya.
Syakira paham apa yang dibutuhkan suaminya dalam keadaannya yang sekarang. Ia pun mendorong tubuh suaminya dengan pelan.
Rama yang sedari tadi butuh ***san akhirnya ada kekasih halalnya yang akan membantunya melampiaskan ****tnya. kegiatan itu berlangsung cukup lama.
Rama benar-benar merasa tertolong dengan adanya istrinya. Berulang kali dalam kegiatan *** itu ia mengucap kata maaf dan Terimakasih pada istrinya.
Syakira hanya terus membalasnya dengan senyuman. walau suaminya dalam keadaan tak wajar Rama masih bisa mengontrol semuanya.
Syakira tersenyum melihat raut wajah suaminya yang kini sudah merasa tenang. di sisi lain ia cukup penasaran siapa pelakunya?
Bersambung.
lanjut...
Jangan lupa mampir di karya aku yang lain; Yang Membolak-balikkan Hati, Diam Ku Mengagumimu, dan Takdir Cintaku juga yang baru akan rilis.
__ADS_1
Jangan lupa follow aku. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian biar author tau seberapa greget kalian baca kisa Rama dan Syakira. AYo berikan komentarnya.
Jaman lupa juga like dan vote serta favoritkan agar terus dapat pemberitaan update terbarunya. Makasih semaunya love you...😘😘😘😘😘😘😘😘