Terlanjur Sayang

Terlanjur Sayang
Kabar Bahagia


__ADS_3

Nyatanya, Rama tidak langsung pulang. Ia langsung membawa istrinya ke rumah sakit yang membuat Syakira cukup heran. kemana Rama akan membawanya.


"Sayang, kok jalan ini menuju rumah sakit. emang siapa yang sakit?" tanya Syakira yang penasaran dengan suaminya. "Apa Tante Melly di rawat di rumah sakit ini? Tapi ini kan buka rumah sakit jiwa, kak."


"Temanku yang sakit," timpal Rama tampak serius.


"Teman? Siapa, sayang?" tanyaku heran.


"Ada. Teman saya, nanti kamu juga tau, sayang," ujar Rama lagi.


Usai memarkirkan mobilnya. Rama membukakan pintu untuk Syakira. Rama terus tersenyum berharap semua nyata. "hati-hati, sayang. entar jatuh. itu gamisnya di angkat dulu baru turun.


Syakira mengerutkan keningnya. kenapa suaminya kelihatan aneh hari ini. namun, Syakira tidak menegurnya.


"Lho kenapa kita ke dokter kandungan, sayang?" tanyaku heran yang terus mengikuti suamiku.


Kak Rama langsung saja masuk. Kami disambut oleh Dokter perempuan di sana yang bernama Dokter Rika.


"Inikah istrimu, Rama? "tanya Dokter Rika yang merupakan teman Rama SMA dulu.


"Iya," jawab Rama menggenggam tangan Syakira dengan mesra.


"Hai Nona Syakira, Silahkan duduk. Kenalkan saya dokter Rika teman suami Nona. Rama pernah bercerita tentangmu beberapa bulan lalu. Wajar saja Rama begitu tergila-gila dengan Nona. Ternyata, Nona Syakira sangat cantik," puji Dokter Rika.


"Terimakasih, Dokter. Jangan memujiku berlebihan. Saya tidak ada apa-apanya. Kak Rama saja yang berlebihan memujiku," papar aku merasa malu mendapat pujian berlebihan.


"Kamu memang cantik, sayang. Tak hanya itu. Kamu istri yang sempurna untukku," tambah Rama.


Aku pun kembali hendak mencubit pinggang suamiku, akan tetapi tanganku Ia cegah dan menempatkan tanganku di atas miliknya membuat aku semakin geram.


Kak Rama tertawa membuat Dokter Rika tidak mengerti dengan dua insan yang ada di depannya.


"Dia yang menggodaku, dok," ujar Rama sengaja membuat istrinya kesal.


"Tidak. Jangan percaya, dokter." Belaku. Ia benar-benar membuatku serasa malu di hadapan Dokter Rika dibuatnya.


"Nona, anda sangat beruntung menikah dengan pria yang begitu mencintai Nona. Pasti Nona bahagia menikah dengan orang yang mencintai kita."

__ADS_1


Aku hanya tersenyum mendengar perkataan Dokter itu. Dan seketika, aku kaget saat aku diminta untuk diperiksa.


"Lho kok aku yang diperiksa si sayang."protes Syakira. " Kak, kamu ngerjain aku ya?"


Rama tidak mengindahkan perkataan istrinya. Rama hanya menarik tangan itu agar mau di periksa.


"Ayo, nona Raina. Kita periksa dulu." Ajak dokter Rika.


Rama merasa puas melihat wajah kesal istrinya. Ia sangat berharap apa yang ia harapkan selama ini benar adanya. Hingga akhirnya Syakira pun siap untuk diperiksa.


Terlihat wajah Dokter Rika tersenyum. Yang membuat Aku dan kak Rama penasaran.


"Bagaimana, hasilnya?" tanya Rama begitu penasaran.


"Selamat, istri kamu hamil. Kehamilannya memasuki dua bulan." papar dokter itu. "Dan terlihat tiga janin di sana.


" Apa?" pekik Syakira mendengar penuturan dokter.


Aku dan kak Rama melihat di layar dan benar saja adanya. Di sana terlihat ada tiga janin


Mataku hanya bisa melebar. Seakan tidak percaya. Tuhanku maha benar. Dia menggantikan tiga sekaligus.


"Janin nya juga sejati. tidak ada yang perlu dikhawatirkan. walau begitu jangan lega. Tetap periksa setiap bulan untuk mengetahui perkembangan si janin," jelas Dokter Rika.


"Kupikir aku sudah tidak bisa hamil lagi, kak."


"Sudah, wajar saja. Kita hanya manusia biasa. wajar saja kamu berfikir seperti itu, karena kemarin-kemarin kamu cukup dilema.


"Hindari rasa stres berlebihan ya, karena itu juga salah satu menghambat pertumbuhan janin. mengapa? karena bila ibu stres biasanya nafsu makan kita menurun hingga asupan makanan aja terganggu. jadi, saya sarankan tetap menjaga pola makan, agar berat badan tidak kurang, untuk lebih rajin mengonsumsi protein dibandingkan karbohidrat. Protein merupakan nutrisi yang dapat memengaruhi kenaikan berat badan pada janin." Papar dokter itu.


Rama tak bisa berkata-kata lagi. Ia langsung memeluk Syakira. Seakan dunia hanya milik mereka berdua, Rama langsung ***t bibir istrinya di depan dokter Rika.


Dokter Rika hanya menutup mata. Sementara Syakira sendiri sudah merona karena malu. Semakin Syakira meminta Rama melepaskan, semakin Ia memperdalam hal itu.


Dokter Rika meninggalkan tempatnya keluar dari ruangannya memberi ruang pada pasangan suami istri yang tengah berbahagia. Cukup lama adegan itu. Hingga Rama memenyadari perbuatannya.


"Maaf, aku terlalu bahagia, sayang. Akhirnya anakku bukan anak tunggal. Melainkan ada tiga, sayang, tiga sekaligus di dalam sini." tunjuk Rama di perut Syakira yang masih rata. "Subhanallah, Alhamdulillah. Rama langsung sujud syukur.

__ADS_1


Dokter Rika kembali masuk di ruangannya. Kami begitu malu pada dokter Rika. Tak ada kata lagi yang terucap dibibir kak Rama selain terus menggenggam tanganku.


"Selamat ya. Saya ucapan untuk kalian berdua. Pesan saya jaga dengan baik kandungan Nona Syakira. Juga rutin mengontrol kandungannya," Pesan Dokter Rika dan memberikan resep obat tersebut pada kami.


Hingga akhirnya Rama dan Syakira keluar dari ruangan dokter Rika. Wajah keduanya terus senyum mengembang karena sangat bahagia.


Rama langsung membawa istrinya ke rumah kedua orang tua Syakira untuk menyampaikan kabar gembira tersebut.


Di sana tak hanya kedua tua Syakira yang ada. juga ada dua anak kembar Fajri yaitu Dafa dan Dafi yang sekarang sudah duduk di bangku kelas tiga SMP, juga ada ada Fajri dan Laila.


"Rama kenapa Syakira senyum begitu?" tanya Fajri yang di lewati oleh Syakira menuju pada ibunya.


Syakira kenapa kamu memeluk seperti ini? Hei kenapa putri ibu menangis.


Semua orang heran melihat Syakira begitu cengeng tak biasanya.


"Biasa, bu. pengaruh hamil," sahut Rama.


"Hami?" sahut Laila.


"jadi, Syakira hamil?" tanya ibu Syakira. "Kamu hamil, nak?" tanya ibu Syakira melihat putrinya.


"Iya, ibu. dan apa ibu tau, di sini ada tiga janin di dalam perutku, ibu!"


ayah Syakira dan ibunya langsung mematung, begitu juga Fajri kakak Syakira.


"Subhanallah. Ayah, Syakira anakmu." ujar ibu Syakira menoleh kearah suaminya, kemudian langsung memeluk putrinya.


Semua orang yang ada di sana begitu bahagia mendengar kabar tersebut. Fajri hanya bisa mengelus kepala adiknya, Syakira.


"Selamat dek, inilah buah dari keteguhan dan kesabaran kamu selama ini. ikhlas dalam menghadapi semua. walau itu tidak mudah," ujar Laila, kakak ipar Syakira memeluk adik iparnya.


"Selamat, bro. ujian kalian benar-benar berat. Aku salut. Terimakasih bro, telah menjaga serta mencintai adikku selama ini," papar Fajri melihat Rama.


"Bukanlah sejak dulu aku katakan padamu, aku tulus mencintai adikmu. kini aku buktikan padamu, jika aku benar-benar mencintai adikmu.


simak ya ... jangan lupa beri LIKE, KOMEN dan VOTE ya....🙏🙏🙏🙏😍😍😍Love-love buat pembaca TERLANJUR SAYANG

__ADS_1


__ADS_2