
Di sebuah kamar mewah seorang wanita bersurai pirang mengerang tak tahan akan serangkaian serangan yang diluncurkan dari pasangan nya.
Lelaki bermata biru safir itu melampiaskan emosinya karena tak diberikan kesempatan untuk sekedar berbasa-basi dengan wanita cantik yang menarik pusat perhatian nya beberapa saat lalu.
Robinson bergerak dengan cepat dan kasar setiap hentakan wanita itu berteriak terus. "Akh... Stop.. Akh.. Bisakah perlahan sedikit saja... " Alice, wanita cantik itu sudah lemas mengiba pada pasangannya. Iris mata coklat menatap lelaki itu sayu.
"Akh... huft.. " Dave Robinson akhirnya menarik diri setelah pelepasan. Dia bangkit dan mencapakkan pengaman di tempat sampah di sudut kamar.
"Kau sedang kesal? " Tanya Alice pelan. "Mhn." Hanya deheman pendek Jawaban yang di dengar dari pasangannya.
Lelaki itu langsung meninggalkan nya masuk ke kamar mandi. Tak lama terdengar suara shower menyala. Alice hanya bisa terdiam terkulai lemas sambil menarik selimut menutupi tubuhnya.
Alice masih diam saja tak bergerak dari tempat nya memperhatikan segala gerakan patner ranjang nya. "Aku sudah transfer ke rekening mu. O, ya. Aku kasi tahu Steven Gerrard sudah memiliki penerusnya. Dan kurasa kau tak akan memiliki peluang. " Ucap Dave Robinson saat melangkah ke pintu keluar kamar itu.
Alice tersentak hingga terduduk menatap punggung Dave Robinson yang meninggalkan nya sendirian. Tangannya mencengkram selimut dengan kuat.
"Tidak. Steven selama ini dia tak pernah dekat dengan siapa pun. Jika dia berkencan itu sesekali dan tak ada skandal. " Gumam Alice mengigit bibir nya menahan geram.
Ia merasa kecolongan saat ini, mendapatkan kabar tentang Steven Gerrard yang bersama dengan wanita hamil.
"Jadi kedua lelaki incaran nya terpikat satu wanita dan wanita itu hamil? " Pikir nya. "Akh.. Sial, bagaimana bisa? Aku pikir sudah menjadi patner ranjang ke-dua nya akan menjadi peluang akan naik status ku. Sial. " Maki Alice.
Alice Morris pengusaha sama dengan patner ranjang nya, hanya saja dia bergerak di fashion. Dan memiliki beberapa butik. Ia selalu main cantik agar tak terekspos bahwa ia juga menjual diri dengan beberapa pengusaha agar bisnis nya di lirik pasaran Eropa.
__ADS_1
"Kau sudah mendapatkan informasi tentang nya? " Tanya Robinson saat duduk di kursi belakang mobil jemputan nya.
"Iya, tuan. Dia adalah Steffi Ayuningtyas atau nama aslinya Steffi Gerrard. Saudara kembar Steven Gerrard yang baru beberapa hari lalu tiba di kota ini. Selama ini ia tinggal di Indonesia dan ditinggal nikah kekasihnya lalu terlihat bersama seorang anak remaja, putra pasangan Agam Dewangga dan Clathria Thalysias. "
"Dan hal tak terduga, beberapa kali ia terlihat dengan Samuel Johnson. Dan status nya masih singgle. " Jelas Arion sang asisten.
"Menarik. Wanita itu telah menjalin hubungan dengan rival Steven Gerrard? Apakah bayi yang dikandungnya milik nya? Atau milik si bocah? " Dave Robinson terkekeh kecil.
"Tidak heran jika mereka tertarik dia cantik, seksi, dan ramah. Aku tak keberatan jika menjadi yang terakhirnya. " Gumam Dave Robinson seraya menatap jalanan yang di laluinya.
***
"Jadi dia menyukai adik Steven Gerrard dan wanita itu sedang mengandung bayi nya. Sial! Dia sudah mencuri start duluan. Samuel Johnson tidak boleh menjadi miliknya. " Carla mengetuk meja dengan jemarinya yang lentiknya.
Wanita itu melihat jam ditangannya waktu hampir makan siang, ia pun berangkat menuju tempat favoritnya. Kantor Samuel Johnson, lelaki itu masih sibuk dengan berkasnya saat Carla masuk. Dengan kepercayaan diri dia langsung duduk di pangkuannya.
"Sayang. Aku kangen. " Bisiknya dengan menggosok pipinya pada rahangnya. Samuel Johnson kesal namun tak mempunyai pilihan, jauh sebelum bertemu dengan Steffi dia sudah menyepakati persatuan bisnis nya dan milik orang tua Carla.
"Aku merasakan di bawah sana juga perlu di belai.. Kemarin kau meninggalkan aku di Mall ingat? " Rajuk Carla manja. Samuel Johnson hanya tersenyum tipis dan meletakkan berkasnya.
Mereka pun saling bertautan dan tangan Samuel Johnson bergerilya menarik paha Carla untuk duduk mengangkang di pangkuannya. Menarik dress dan merobeknya pelapis tipis tersebut. Carla juga membebaskannya dalam masih bertautan bibir mereka.
Samuel Johnson memposisikan Carla dan mereka saling menyatu." Akh.. . " Suara ******* Carla saat penyatuan mereka. "Sayang kenapa tak melakukan pemanasan dulu. " Keluh Carla lirih menahan sakitnya saat benda itu menerobos penuh pada miliknya.
__ADS_1
"Tak perlu bergerak, cukup kau nikmati saja. " Jawab Samuel Johnson acuh. Dia menikmati Carla yang di hadapan nya. Meremas kedua pantat nya sedang mulut nya bergerak di area dadanya. Carla mengelejang meremas rambut Samuel Johnson.
Cukup lama Samuel Johnson melakukan nya tanpa mau bergerak. Carla merasakan gelisah. "Kau tak bergerak sayang. " Desah Carla di saat menerima cumbuan Samuel.
"Kau yang lakukan! " Titah Samuel maka Carla pun terpaksa melakukan nya. Hingga akhirnya Carla mendapatkan klimaksnya. Bersandar pada bahu nya Samuel Johnson.
Lelaki itu lalu mengangkat nya dan meletakkan di ruangan pribadi nya, menggempur nya cepat. Dengan bermacam-macam gaya, Samuel Johnson hanya melepaskan hasrat nya.
Lelaki itu merindukan Steffi namun ia. tak dapat menjumpai nya atau pun sekedar menghubungi nya. Karena ia tahu Steven Gerrard bukan orang yang dapat dia sentuh sesukanya.
Carla mendesah keenakan karena ulah Samuel Johnson yang bersemangat dan memaju mundurkan tubuhnya di atas Carla.
"Keluarin di dalam terus sayang.. Aku ingin secepatnya mengandung baby mu.. Akh.. Akh.. " Teriak Carla di sela desahannya menikmati Cumbuan Samuel Johnson.
Lelaki itu juga tak mengambil pusing soal itu entah sudah berapa kali setiap kali kegiatan percintaan mereka tidak pernah ia kenakan pengaman dan menyemburkan di dalamnya.
Sesuai melakukan nya Samuel Johnson bangkit dan membersihkan diri dari jejak percintaannya. "Aku masih banyak pekerjaan jadi kau berbuat lah sesukamu. " Ujar Samuel Johnson saat melewati Carla dengan berbalut handuk sepinggang.
"Aku istirahat disini dulu sayang.. Kau bersemangat kali ini. Aku bahagia sekali. " Seru Carla bahagia menghiasi wajah letihnya yang berkeringat sisa percintaan mereka.
"Terserah kamu saja. Aku pergi. " Samuel Johnson kembali ke mejanya sebelum membereskan barang yang berserak diantara meja kerjanya.
Membuang semua ke tempat sampah pakaian dalam yang dia robek dan dress nya Carla. Di dalam walk in closed sudah ada pakaian wanita lengkap dengan **********.
__ADS_1
Ia menyuruh sekretaris nya menyediakan itu mengingat Carla akan sering menyambangi nya. Dan mau tak mau ia harus melakukan nya. Agar wanita itu tak curiga bahwa ia hanya menganggap sebagai kesepakatan saja. Perasaannya sendiri sudah tertambat pada Steffi.