
Keluar dari rumah sakit, Rama tidak langsung ke rumah pribadi melainkan tinggal di rumah utama orang tuanya mengingat kondisi Syakira masih dalam keadaan rawat jalan.
"Ayo, nak, masuklah!" Nenek menyambut aku. Nenek juga langsung memeluk aku. begitu juga dengan ibu mertua serta kakak ipar.
Seperti biasanya ibu mertua akan bercanda setiap aku dan kak Rama datang. "Suami itu ketika istri sakit ya sabar. Jangan banyak minta ini itu. apa lagi itu, itu. lihat kondisi istrinya,"
"Iya, ibu," sahut Rama menimpali ucapan ibunya.
"Sabar dek." lanjut kakak ipar pada Rama.
Rama menimpali perkataan kakaknya dengan senyum. Begitu juga Syakira hanya tersenyum melihat suaminya di ceramah ini itu oleh ibunya.
"Senang ya dengar ceramah?" kata Rama membawakan istrinya pepaya yang sudah ia kupas kulitnya. "Perbanyak makan buah biar kamu dan calon anak kita sehat."
Rama menyuapi Syakira dengan kasih. Tiba-tiba Maura hadir seorang diri dan melihat pemandangan itu. Ada rasa tidak suka melihat Syakira dimanjakan oleh Rama.
'Tunggu saja hari dimana kamu tidak bernapas lagi, Syakira, maka semua kebahagiaan itu menjadi milikku'. Maura membatin tidak peduli Marwa, kak Rama bertanya.
"Maura, ada hal apa kamu kemari?" Kaka ipar yang tidak suka Maura kembali menimpali kehadiran Maura secara tiba-tiba.
"Aku dengar nenek sakit. Ya aku kemari dan membawakan ini." Maura memberikan kue kesukaan nenek yaitu kue coklat yang lagi viral.
Nenek yang umurnya 90 tahun itu masih saja doyan kue coklat. walau umurnya sudah 90 tahun, tapi wajah nenek masih terlihat mudah mungkin karena Faktor nenek banyak senyum.
"Nenek udah sehat kok. Mengapa kamu bisa tahu kalau nenek sakit? Pasti tante Melly ya. Wajar saja situ ponakannya," cetus Kakak ipar.
Syakira dan Rama tidak peduli kehadiran Maura. Bahkan Rama menarik tangan istrinya untuk pindah tempat.
Maura terus menatap Syakira tak hentinya. Ia benar-benar belum rela melepaskan Rama. Walau ia sedikit sudah menyerah, mengingat kembali kata-kata Tante Melly Maura kembali menggebu untuk merebut Rama dari Syakira.
Kembali Syakira merasakan Sakit di bagian perutnya. Rama yang melihat istrinya menahan sakit segera membawanya untuk beristirahat. Maura pun dengan berpura-pura untuk masuk mengambil air minum sengaja untuk menabrak Syakira.
Dengan sigap Rama menahan tubuh istrinya. Dan Maura pun gagal melakukan aksinya. sehingga dia sendiri yang hampir jatuh, "Aku tau apa yang ada dalam otakmu," kata Rama.
"Apa maksud kak Rama?"
__ADS_1
"Apa kamu pikir aku tidak tau tujuanmu kemari?" jawab Rama. "Kalau sudah tidak ada urusanmu. pulanglah."
"Kau mengusirku?" Maura melirik kearah Syakira bukan pada Rama.
Rama tidak peduli. Ia terus melangkah mengantar istrinya menuju kamarnya.
'Tunggu saja waktunya.' melihat Rama ke lantai atas, Maura pun pamit untuk pulang.
"Tidak jadi minum?" imbuh Marwa, kakaknya Rama pada Maura.
"Haus Ku sudah hilang," timpal Maura mengambil tasnya.
Setelah Maura pergi, Marwa berbalik melihat nenek dan ibunya. "Kenapa sih kalian diam saja Maura bertingkah seenaknya? nenek, ibu ada apa sih kalian hanya diam saja?"
"Sayang, bukan kita diam. Selama Maura masih batasannya kami kira itu tidak mengapa.
"Tidak mengapa bagaimana, nek? lihat saja dia hampir menabrak Syakira dengan sengaja. Apa itu bukan kelewatan?"
"Nak, kita hanya ingin menunggu kapan Maura benar-benar mengikhlaskan Rama. Kita juga harus pahami perasaannya. Dan kami tahu ini semua karena kesalahan kami dulu yang menjodohkan kakakmu dengan Maura," Papar Ibu Ratna pada putrinya.
Ibu Ratna mendengar itu ikut berfikir. Apa yang dikatakan putrinya ada benarnya. Dan kembali ia teringat tentang Rama mengenai pemalsuan hasil diagnosa putranya. siapa dalangnya?
***
Setelah merasa cukup tubuhnya beristirahat, Syakira pun bangkit mengambil air wudhu. kemudian, Syakira pun ikut shalat berjamaah dengan Rama.
Mereka memanjatkan doa bersama. Dalam doanya Rama berharap istrinya dan calon bayinya diberikan kesehatan dan keselamatan.
Usai shalat dzuhur berjamaah, Syakira meraih tangan suaminya, menciumnya. Seketika, Rama menarik kepala istrinya, kemudian mengecup kening istrinya penuh kasih.
"kak, Aku ingin bicara," kata Syakira.
"Apa itu, sayang?" ujar Rama.
"Kak, jika seandainya suatu saat aku sudah tak mampu mejalani kewajiban ku dengan baik aku ikhlas kamu menikah lagi," permintaan Syakira membuat Tama terdiam sejenak.
__ADS_1
"Sayang jangan berkata seperti itu. Apakah kau memandang aku suami serendah itu?"
"Tidak, tapi aku paham dan mengerti dengan khawatiran kamu, kecemasan kamu, dan pastinya kamu pasti kasihan. aku tau itu."
"Sayang, Khawatir, cemas, kasihan, peduli adalah bentuk perhatian pada pasangan yang dilandasi cinta dan kasih sayang. ingat sayang, sakit itu berkah dan anugrah bukti tanda kasih sayang Allah kepada kita.
"Astaghfirullah. Syakira menyebut. " Jujur, kak. Aku takut kau akan bosan merawat aku.
"Sayang, suami istri itu harus selalu saling menjaga, melindungi dan menyelimuti. Bukan dalam sehat saja. di sinilah letak ujian tertinggi setiap pasangan suami istri. Aku pernah baca sebuah di dalam Al-quran yakni Allah berfirman; Dan sungguh akan kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahanβ (QS.2:155) dengan melenyapkan sebagiannya seperti sakit berkepanjangan, kematian orang-orang terdekat (tafsir ibnu katsir).Β Β
Syakira meneteskan air mata. Ia sangat bersyukur dalam sakitnya yang sekarang Allah titipkan suami yang benar-benar melindungi dan menjaganya. Ia sempat berfikir Rama akan tidak peduli dengan keadaannya. ternyata tidak.
"Lalu, bagaimana jika suatu saat aku tidak bisa menjalani kewajiban aku sebagai istrimu? bukankah itu adalah merupakan kebutuhan seorang suami?" Syakira ingin mendengar jawaban suaminya.
"Aku menikah denganmu, bukan karena nafsu, Syakira. Tapi karena Fillah. Seandainya perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin sebagian pria atau wanita akan menikah lagi ketika suami atau istrinya sakit. Aku bukan pria seperti itu Syakira." ungkap Rama memeluk istrinya. "Sejak awal aku bertemu denganmu apa pernah aku menawarkan kamu kita pacaran?" apa aku pernah memacari kamu?"
Syakira menatap suaminya dan berkata, "Kamu mengajakku untuk menikah."
"Nah, itulah buktinya aku serius ingin bersamamu menuju Ridho-Nya, sayang. Aku sudah sangat bersyukur kau di sisiku. Apa lagi di rahimmu sekarang ada calon anak kita. Kita berdoa bersama semoga ujian ini cepat berlalu. Yakinkan dirimu bisa sehat kembali. Tak ada sakit obatnya Allah pasti sudah siapkan. Bukankah tugas kita berusaha?" papar Rama panjang lebar.
"Sakit, sehat, semua adalah izin dari Allah. Yang perlu disikapi secara bijak, harta kekayaan masih bisa dicari. Tidak ada sakit yang tidak ada obatnya, karena obat sesungguhnya ada pada hati dan jiwa-jiwa yang mengelilinginya," lanjut Rama.
"Maafkan aku, suamiku, maafkan aku jikalau selama dua tahun lebih ini bersamamu ada pernah aku mungkin secara tidak sengaja menyinggung perasaanmu, atau mungkin pelayanan aku sebagai istrimu belum cukup terbilang bakti pada suami. Aku minta maaf.
"Tidak, sayang. Tidak ada salahmu. justru aku yang harus minta Maaf."
Rama semakin mengeratkan pelukannya. Hingga Syakira menawarkan diri untuk suaminya.
"Aku akan bersabar, sayang. Jangan pikirkan aku. pikirkan kesehatanmu dulu. juga calon anak kita."
"Stop kak, jangan buat aku makin mencintaimu."
Rama pun kembali memeluk istrinya. keduanya pun saling mengasihi hanya sebatas saling mengecup. Rama sangat paham dan mengerti kondisi Syakira sekarang ini. walau Syakira kerap menawarkan diri dan mengatakan tidak mengapa, tapi Rama bukanlah pria yang mementingkan Kepentingannya.
Beri like dan komentar ya... jangan lupa vote dan favoritkan biar terus dapat pemberitahuan update terbarunya. dalam sayang Author buat pembaca setia 'Terlanjur Sayang' Satu like sangat berharga buat kami para Author π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π€©π€©π€©π€©π€©ππππππ
__ADS_1
...Bersambung...