
“tapi setelah itu, kamu akan jadikan profesi itu bukan lagi untuk mengembangkan bakat mu tapi untuk menyambung hidup mu di sana....."
“kamu meremehkan aku,"ucap Rezky tersinggung
“Demi Tuhan tidak, Ekky," Eka menggenggam jemari Rezky. “aku cuma Nggak kepengen kamu gagal. Aku mencintaimu, Ekky..."
“Kegagalan adalah hal yang biasa. aku nggak takut. dan kalau kamu mencintaiku, Kenapa kamu melemahkan semangatku? kenapa kamu tidak mendorong aku? bantu aku?"
Eka terdiam. tak ada gunanya bicara. Eka tahu, kalau iya terus bicara dan memperpanjang kalimatnya, Iya pasti hanya akan mengungkapkan kata-kata klise. tentang ganasnya Jakarta. tentang orang-orang desa yang gagal, yang sudah beratus-ratus kali mereka dengar.
“kukatakan rencana ini padamu bukan untuk mengajakmu bertengkar. Aku hanya ingin pamit, Eka, Aku ingin doamu. "
“dan aku nggak berhak mencegah Meski aku ingin?" tanya Eka sedih.
__ADS_1
Rizky menggeleng.
“Aku sangat mencintaimu, Eka, " bisik Rizky akhirnya. “kita tidak usah bertengkar, ya? malam ini indah sekali. dan aku tidak tahu, Entah berapa ratus malam lagi kita akan dapat menikmatinya kembali, "Rezky memeluknya. dan Eka membasahi kemeja cowok itu dengan air mata.
“jangan menangis, Eka, "kita akan bertemu lagi, aku akan pulang untukmu bila cita-citaku telah tercapai."
“Andai tidak tercapai pun, Aku tetap menunggumu disini, Ekky..."
Rizky mendekatkan jemarinya, mengusap lembut pipinya lalu didekatkannya wajahnya, dikecup keningnya Eka.seakan takut ditinggal Rezky saat itu juga, Eka memeluk erat tubuh Rezky, mendekapnya seolah takut cowok itu terbang dan menghilang dari hadapannya.
“aku takut kehilangan kamu, Ekky,"bisiknya giris.
“tidak, sayang, kamu tidak akan kehilangan aku, aku akan pulang, kita akan bersama kelak. "
__ADS_1
mereka meresapi kebersamaan mereka malam itu. bahkan sampai kini, Rezky masih merasakannya.
“ngelamun apa tidur sih, Ekky?! suara keras Arjun menyentakkan Rezky.
„jangan keseringan bermimpi, Rizky , Jangan cengeng! "Arjun kembali memperdengarkan suara jeleknya yang agak serak.
Rizky membuka matanya. lamunannya bubar. wajah cantik Eka menghilang. yang ada di hadapannya kini hanyalah wajah kusam Arjun.
“ingat Eka ya?" tanya Arjun dengan suara lebih lunak.
Rizky tidak menyahut.
“makanya kerja yang rajin, atau cepat jadi penyanyi supaya kamu bisa jemput Eka ke sini." dia kecewa, Arjun mengganggu lamunannya.
__ADS_1