
Sebelumnya Rio melihat Maura memasukkan sesuatu pada minuman Rama hingga Maura gagal. Dan kembali seorang pelayan yang merupakan teman Maura yang menyamar memasukkan obat itu kedalam minuman Rama kembali.
Ketika Rio hendak mencegah hal itu, Rama sudah meneguk minumannya. Rio pun timbul ide untuk mendapatkan Maura. Ia merasa terhina atas sikap cuek Maura padanya.
Setelahnya Rio mengikuti Maura dan mendengar semua pembicaraan Maura. Akhirnya Rio degan segera masuk dalam kamar hotel dimana Rama berada serta memindahkannya ke kamar lain dan meminta temannya yang bernama erik menjaga Rama serta mengantarnya pulang.
Rio pun kembali masuk di mana kamar Yang Maura pesan dan menggantikan Rama di sana. "Malam ini kau akan jadi milikku.
Rio membawanya masuk sebelum kemudian mulai menciumi Maura... sampai saat dia mendapati Maura ternyata masih perawan. Rio kaget, tapi Maura yang sudah teler, malah terus menciumnya mengira dirinya adalah Rama.
Tentu Rio tidak melewatkan kesempatan emas itu. jika pun Maura nanti menuntutnya ia punya Rekaman vidio. Tentu rekaman vidio itu Maura sendiri yang menyiapkan.
Keesokan harinya saat Maura terbangun, dia langsung kaget mendapati dirinya terbangun di tempat Yang dimana dirinya ada bersama seorang pria asing yang tak lain adalah Tuan Rio. pria semalam yang terus mengganggunya yang kini masih tidur di sampingnya. Parahnya lagi, mereka hanya terbungkus selembar selimut. Kaget dan bingung, Maura buru-buru mengambil bajunya dan akan melarikan diri.
"Kau tidak bisa lari dariku," ujar Rio dengan senyum penuh kemenangan. "Ternyata selain kamu cantik, molek, juga b-u-a-s," Tawa Rio beranjak dari tempatnya memeluk Maura dari belakang tentunya Rio hanya memakai bokser.
"Kau jahat, Rio!" bentak Maura dengan geram.
"hus! jangan berteriak dong, sayang. siapa yang jahat, aku atau kamu?"
"Kau Brengsek!" bentak Maura.
"Apa bedanya kau menyerahkan dirimu pada Rama dengan diriku. aku dan Rama sama-sama seorang pria. Rama sudah beristri, sementara aku masing bujang. jadi impas kan kau dan aku."
"Kau....!"
Rio menahan tangan Maura yang hendak menamparnya dan mengecup *** ranum itu kembali. "Manis, semanis gula."
"Rio kau Brengsek! aku akan melaporkan kamu pada pihak berwajib atas pele***n dan kau akan membusuk dalam penjara!" bentak Maura yang masih dalam pangkuan Rio.
"Hus! jangan galak, sayang. lihatlah di sana. Kau tidak bisa berbuat apa-apa. kau tahu bukan dengan rekaman itu, aku bisa menghancurkan dirimu. Aku bisa sebarkan di publik, jika kau berani membentak aku seperi ini, tapi aku juga punya rekaman sura di mana kamu merencanakan semua ini untuk menjebak Rama. Dan dalam sekejap aku bisa menghancurkan popularitas kamu sebagai model."
"Rio, kau...."
"Ya, aku memang Brengsek. tapi, kau lebih dari itu." kata Rio lagi.
Rio kembali membaringkan Maura, namun Maura mendorong tubuhnya sebagai ia menolak Rio
"Jika kau tidak mau, aku pastikan detik ini kau akan menyesali karena sudah menolak aku.
"Rio, apa salahku padamu, hah!"
"Salahmu karena kau terlalu cantik dan mengundang aku dengan penampilanmu semalam yang membuat aku tertarik. dan juga sudah mengabaikan aku."
__ADS_1
Mau tidak mau Maura pun kembali terjebak dalam permainannya sendiri. Ia dengan suka rela kembali melayani keinginan Rio yang begitu *** memangsanya. tak ada yang bisa ia lakukan dengan pasrah dan juga penyesalan.
Usai kegiatan itu, Rio pun meninggalkan Maura dikamar itu yang terbaring lemah akibat ulahnya. ia juga menyimpan cek miliaran untuk Maura.
Maura begitu jijik degan dirinya yang kini sudah tak berarti lagi. Penyesalan memang selalu berakhir dari belakang. Dan itulah ya g di rasakan Maura sekarang ini.
"Rama, aku akan membuat perhitungan padamu. karena kamu aku seperi ini. Tunggu pembalasanku!" teriak Maura didalam kamar hotel itu. ia mencari rekaman video itu ternyata Rio membawanya pergi.
"Akh!" Maura kemabli Frustasi."
Ia pun menelpon Tante Melly agar menemuinya di sebuah restoran. Ia ingin meluapkan kesedihan dan kegagalannya mendapatkan Rama.
***
"Sayang, ayo bangun sudah pagi lho." Syakira membuka gorden kamarnya dengan perutnya yang sudah nampak membuncit.
Rama menutup matanya karena silau dengan cahaya. "Sayang tubuhku terasa remuk."
"Apa tidak terbalik, yang?" sahut Syakira dan mendekat ke ranjang suaminya.
"Hoya?" jawab Rama menggenggam tangan istrinya. "katakan padaku, apa ada yang sakit? Maafkan aku." ujarnya.
"Tidak mengapa, sayang. Jelaskan padaku, kak. Apa sebenarnya yang terjadi semalam? Mengapa kamu pulang sangat berantakan?" Syakira menunggu jawab suaminya.
"Terus?" Syakira semakin penasaran.
"Tuan Aldo dan Tuan Alex membantuku karena kepalaku sangat pusing. Di saat itu pelayan tiba-tiba datang dan membawaku masuk ke dalam kamar hotel," Rama kembali mengingat kejadian semalam.
"Lalu?" Syakira semakin penasaran.
"Di sana aku mengingat akan dirimu. Dan setelah itu samar-samar seseorang datang dan memindahkan aku ke kamar hotel sebelahnya. Seat itu aku kembali mengingatmu juga merindukan dirimu. bahkan aku seperti menginginkan dirimu, sayang," jelas Rama.
"Apa mungkin Maura pelakunya?" tebak Syakira.
"Bisa jadi ini jebakannya. Aku tidak bisa bayangkan jika seandainya itu terjadi." Rama memeluk istrinya, kemudian Beralih mencium perut istrinya yang sudah mulai tampak.
Sebuah pesan masuk di ponselnya dan ternyata itu dari Rio. Rama tak percaya jika benar adanya yang menjebaknya adalah Maura.
"Kenapa, kak?" tanya Syakira melihat raut wajah suaminya.
"Ternyata benar, Maura yang menjebak aku, sayang."
"Astaghfirullah, kak. Apa sih Maunya Maura?" Syakira melebarkan matanya.
__ADS_1
"Tentu saja untuk memisahkan kita, sayang," pungkas Rama yang kemudian memasukkan tubuh istrinya dalam pelukannya.
"Memang ada juga ya perempuan seperti itu?"
"Jujur, aku menyesal pernah mengenalnya. sungguh," sesal Rama.
"Kak, jangan seperti itu. Dianya saja yang tidak bisa menerima takdir. Padahal jika dipikir masih banyak pria yang akan memberinya cinta yang tulus. Apa sebesar itu Maura mencintaimu, kak?
"Itu bukan cinta, sayang. Hanya nafsu belaka untuk memiliki. Andai cinta ia rela dan ikhlas aku bersamamu."
"Kak, kita doakan saja semoga Maura bisa berubah." Harapan Syakira Maura mendapat hidayah untuk berubah.
Rama dan syakira pun keluar untuk sarapan bersama.
di lain sisi Maura dan tante Melly sudah di restoran.
"Bagiamana bisa orang lain yang mendapatkan dirimu Maura?"
"Ini semua karena rencana tante. Tante lah yang harusnya aku salahkan!"
"Maura, turunkan suaramu sedikit." tegur Tante Melly merasa malau dengan pengunjung restoran lainnya. (kirain Tante Melly gak ada malunya wkwkwk)
"Apa tante tau, aku sekarang sudah tak ada artinya. Aku benci, tan. Aku benci!"
"Kamu yang sabar, Maura. Kita masih ada kesempatan untuk memisahkan mereka," bujuk Tante Melly.
"Aku sudah jera, tante. cukup!" tolak Maura. "Jika tante mau, lakukan saja sendiri."
"Hei, kenapa ponakan tante jadi seperti ini. dengar kita akan melakukannya bersama."
Senyum tergambar di wajah Tante Melly menatap Maura yang kini menatapnya. Maura menghapus air matanya dan berkata, "Apa lagi yang tante akan lakukan?
Kira-kira apa lagi rencana Tante Melly. oh Tante Melly apa sih mau kamu?
Tunggu episode berikutnya.
Bersambung.
Jangan lupa mampir di karya aku yang lain; Yang Membolak-balikkan Hati, Diam Ku Mengagumimu, dan Takdir Cintaku juga yang baru akan rilis.
Jangan lupa follow aku. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian biar author tau seberapa greget kalian baca kisa Rama dan Syakira. AYo berikan komentarnya.
Jaman lupa juga like dan vote serta favoritkan agar terus dapat pemberitaan update terbarunya. Makasih semaunya love you...😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1