Terlanjur Sayang

Terlanjur Sayang
terlanjur sayang 2


__ADS_3

Ah, Nadia baik ternyata, kalau cowok itu masih teman sekolah, walaupun miskin, Nadia pasti maklum, meski belum merestui bila harus Wulan jadikan pacar, Nadia kan ingin pacar Wulan sekeren Rival, tapi bila cowok itu ternyata hanya seorang pengamen...?


“nggak ada, kok," geleng Wulan gelisah.


“Aaaa.. jangan ngeles deh, Lan, kayak aku nggak tahu siapa kamu aja, apa lagi cowok cakep yang ada di depan mata, yang kamu lihat di tv atau di majalah saja bisa kamu histeris dan penasaran banget."

__ADS_1


cowok yang ini juga mirip dengan pemain sinetron yang sering dilihatnya di tv dan di majalah sebagai model, benar-benar mirip, dan benar-benar bikin Wulan penasaran!


“iya, kan?"


“ Emang sih, tapi cowok nya kayak gimana dulu, dong, nggak asal cakep. cakep kalo gelandangan kan sama aja bohong."

__ADS_1


“Bodoh ah, Nad," Wulan meraih bantal lalu di tutupkanya ke wajah nya.


“Lan, aku nggak mau kamu salah milih cowok," berusaha ditariknya bantal di kepala Wulan. tapi Wulan mempertahankannya dengan kuat.


“ Pokoknya, kalau suatu hari nanti kamu kenalkan seorang cowok sebagai pacarmu, dia harus berasal dari kalangan kita," ucap Nadia mengakhiri omelannya.

__ADS_1


__ADS_2