Terlanjur Sayang

Terlanjur Sayang
Terjadi lagi kesalahpahaman


__ADS_3

Maura melihat foto Rama yang di perlihatkan oleh zakir, namun di foto itu terlihat bukan seperti Rama.


"kenapa wajahmu begitu? memang kau kenal orang yang ada di foto ini?" tanya zakir cukup heran


"gak sih. Namanya saja yang sama. kirain tadi Rama...."


"Rama pria yang selama ini membuatmu gila, hah?" potong Zakir tak percaya dengan pikiran Maura. Zakir memang tidak pernah melihat atau mengenal Rama yang dimaksud Maura. Ia hanya sekedar tau namanya.


"Berhenti meledekku, Zakir. Akan aku buktikan, jika aku bisa merebutnya kembali dari Syakira.


Zakir hanya bisa membatin. Sepertinya usahanya untuk menaklukkan hati Maura tidak ada pengharapan untuknya. Ia memilih menyibukkan diri dengan melayani sebaik mungkin para pengunjung kafe miliknya. Dan Maura pun pamit untuk kembali.


***


Semakin hari Rama semakin menyibukkan diri di kantornya. waktu berdua dengan Syakira sudah jarang. Ia merasa jenuh sendiri dengan sikapnya.


Ia menyadari sikapnya yang terlalu pada istrinya membuatnya semakin hari semakin akan menyakiti satu sama lain.


Saat akan melupakan kejadian itu Ia tidak bisa. Ia tidak bisa menerima alasan Leon yang mengatakan pertemuannya dengan Syakira secara kebetulan.


"kebetulan bagiamana, Syakira? kau satu meja dengannya," batin Rama frustasi sendiri.


"Fakta tentang diriku belum kamu ketahui, akan tetapi kau mencoba berbohong padaku. Bagaimana nantinya saat kau tahu tentang diriku? apa mungkin kau akan pergi dariku, Syakira?" gumam Rama seorang diri di dalam ruangannya.


"hah!" teriaknya.


Sementara Syakira sendiri, tampak murung dan tidak tahu di mana salahnya. "Apa salahku? kenapa suamiku selalu marah tanpa alasan?" batin Syakira.


Leon yang melihat Syakira menyendiri segera menghampiri. Ia tidak bisa melihat Syakira terus diam. ketika hendak akan menemui Syakira Ana menarik tangan Leon.


"Mau kemana Lho? Mau ganggu Syakira lagi? Leon-leon, apa tidak ada pekerjaan lain selain menganggu Syakira? lihat karena kamu.... " Ana melihat sekitar takutnya ada yang mendengar Obrolannya. "karena kamu Syakira dan suaminya selalu marahan. puas lho, hah?"


"Marahan bagaimana maksudmu? apa karena kejadian yang di kafe? pertemuan aku dan Syakira di kafe tidak sengaja. Ada seseorang yang menelpon saya yang mengaku sebagai teman saya . begitu juga dengan Syakira," jelas Leon dengan penuh kesungguhan." ketika aku duduk, Syakira datang dari toilet dan mengambil tasnya tepat di mana aku duduk. saat itulah aku dan Syakira terkejut dengan pertemuan itu. saat itu pula Rama datang hingga terjadilah ke salah pahaman."


.


"Lalu, kau menjelaskan pada Rama?"

__ADS_1


"Aku sudah jelaskan. Rama-nya saja yang terlalu protektif pada istrinya."


"Ya jelaslah. itulah bentuk cintanya pada istrinya. Menurut yang pernah aku baca, ketika jatuh cinta dengan orang lain, Anda akan memperhatikan bagaimana keselamatannya. Anda pun akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi orang tersebut. jadi, yang dilakukan Rama sangat wajarlah ia marah walau sebenarnya ia hanya salah paham," papar Ana melihat Leon kemudian menoleh ke arah Syakira seperti menelpon seseorang tapi tak di gubris.


Syakira masuk kelas begitu juga dengan Ana bersama Leon mengikuti mata kuliah yang ada.


"lho baik aja kan, Ra?" tanya Ana.


"Iya," sahut Syakira yang kembali fokus dengan penjelasan dosen.


"Kamu kenapa Ra?" tanya kembali Ana pada Syakira.


"Tidak apa-apa aku hanya sedikit pusing."


"Jangan banyak mikir dong, Ra...." Saran Ana. "kita tidak lama lagi menyusun skripsi lho...." lanjut Ana melihat Syakira yang memijit keningnya.


Mata kuliah hari itu cukup melelahkan. usai perkuliahan, Syakira memilih untuk pulang. dan lagi-lagi Leon mengejar Syakira untuk minta maaf.


Tepat ia menarik ujung khimar Syakira kembali Rama melihat lagi adegan itu. Ana yang melihat itu ikut panik sama halnya Leon dan Syakira. ini yang kedua kalinya kesalahpahaman terjadi.


"Hei, apaan ini. lho siapa? ngapain dorong-dorong dia?!kasar banget jadi orang, hah! lho mahasiswa darimana?" pukas Allea yang langsung berada di antara Rama dan Leon.


"Aku peringatkan kamu, ya. berhenti menganggu Syakira. karena Syakira...."


"Stop, kak! Cukup! ini kampus," tegur Syakira yang terlihat Rama tak bisa menguasai emosinya.


"O ... Jadi ini kakak kamu, Syakira?" tanya Allea yang cerewetnya minta ampun. "boleh juga. tapi, ya... Syakira ini emang tukang cari muka di kampus ini. ya wajarlah adik lho itu dikejar-kejar oleh cowok-cowok di kampus ini. paham lho!" jelas Allea menatap Rama dengan senyum.


"Hei, nenek lampir. Kalau gak tau apa-apa lho diam aja deh," tunjuk Ana ke muka Allea.


"Apaan sih lho. mulut, mulut gue. Jadi, terserah gue mau ngomong apa. Ogah 'banget deh!" Jutek Allea melihat Ana.


"Lho yang gak 'banget. Tau gak? kalau gak tau permasalahan mending lho pergi sana!" usir Ana menarik tangan Allea untuk pergi diantara Rama dan Leon.


Sementara Syakira hanya diam dan menatap suaminya. Amarah Rama nampak terlihat menatap Leon.


"Bro, jangan salah paham seperti ini semua bisa kita bicarakan baik-baik, kan?" ucap Leon melihat Syakira yang tertunduk.

__ADS_1


"kamu pikir aku percaya dengan semua perkataan anda? Apa kamu tidak bisa menjauhi istri saya? saya kira masih banyak gadis di sini yang bisa kamu dekati bukan perempuan yang sudah bersuami, Leon Nugraha." ucap Rama menyebut nama lengkap Leon.


"Dari mana anda tahu nama lengkap saya?" Heran Leon.


"Bagi saya mengetahui identitas aslimu. bukan hal sulit. Bahkan aku tahu alasanmu datang ke kampus ini," ujar Rama melihat istrinya.


Rama pun menarik Syakira. Syakira hanya bisa mengikuti suaminya kemana ia akan dibawa.


Sementara Leon sendiri masih tidak percaya barusan. jika, Rama tahu mengapa ia terlihat begitu santai.


"Andai aku ingin merebut Syakira darimu, Rama. Semua bisa aku lakukan, tapi lihat saja kapan kamu menyakiti hatinya kamu pasti akan menyesal.


***


"Katakan padaku, Syakira, apa yang kamu inginkan dariku, katakan!" bentak Rama yang sudah tidak bisa menguasai emosinya.


"Aku tidak ingin apa-apa, kak. Karena memang aku tak ingin apa-apa. hanya saja aku bingung apa salahku, kak." Syakira mulai terlihat lelah. "Aku sudah menjelaskannya padamu, akan tetapi percuma kau tidak percaya pada istrimu sendiri. ini bukan kamu, kak. kamu berubah! kamu bukan Rama yang aku kenal dulu!" jelas Syakira.


"kalau mau marah, marah saja. Akan tetapi jangan salahkan orang lain yang memang bukan salahnya," cerca Syakira lagi.


"Apa maksudmu? jadi, kamu membelah Leon?" tanya Rama.


"Bukan seperti itu!" ujar Syakira. "saya hanya ingin kakak tahu ini salah paham."


"Syakira stop! aku capek, aku lelah. Kupikir tadi aku ingin meminta maaf padamu, akan tetapi melihat Leon kembali mengejar dirimu aku semakin yakin ia tidak bisa menjauh darimu. Dan yang paling membuatku kecewa kau menemuinya di kafe tanpa izin dariku. Apa kamu tahu Syakira seorang istri keluar ke mana pun harus seizin suami." bukankah itu kamu tau, Syakira? Dan ini juga bukan kamu, Syakira. bukan dirimu!" bentak Rama pada istrinya.


Rama meninggalkan Syakira yang terdiam. ketika Rama sudah menjauh sedikit, Syakira minta maaf.


"kak, aku minta maaf. Bukan berarti aku salah. Aku hanya menghargai suamiku. Aku juga bingung dengan sikapmu, kak. Tapi jika memang kau anggap aku salah


aku minta maaf.


"Sudahlah! Aku ingin istirahat. Kuharap kau memakai gaun itu sebentar malam. Ada pesta ulang tahun perusahaan kita," kata Rama yang menunjuk pada paper bag di atas sofa yang ada di dekat Syakira berdiri.


ingin rasanya Syakira berteriak sekencang mungkin, namun ditahan olehnya. Ia terus menyebut dan menyadari, jika ini adalah godaan. semakin ia melawan semakin ia ingin meluapkan amarahnya. Syakira hanya bisa meneteskan air mata. Ujian Rumah tangganya bersama Rama mulai datang satu persatu.


Melihat Istrinya meneteskan Air mata Rama meluapkan emosinya pada dinding ruang kerjanya. "Mengapa akau marah padanya. mengapa?" gumam Rama seorang diri penuh penyesalan.

__ADS_1


__ADS_2