
Di Maldives Syakira dan Rama menghabiskan waktu berdua. Ketika Syakira menatap birunya laut, Rama datang sambil berisik dibelakang Syakira.
"Ish, apaan sih. Jangan bicara seperti itu. Menjijikkan," Syakira memukul lengan Rama yang melepas kaca matanya dengan pakaian serba putih yang ia kenakan menambah kesan. Sehingga wajah tampan itu semakin bersinar membuat kaum hawa yang melihatnya ikut terpesona.
Syakira yang melihat tatapan para wanita yang ada di sekitar pantai segera ia bermanja-manja dengan suaminya membuat wanita di sekitar pantai itu terlihat iri.
"Sayang, sama istri sendiri gak apa kok. Iya, kan?" goda Rama. "Kenapa matanya melotot begitu?" jaim Rama lagi.
"Iya, tapi gak usah juga dibahas ulang. Memalukan," ujar Syakira menatap wajah Rama.
Ketika Syakira hendak berdiri, Rama menarik tangan Syakira. "Mau kemana?
Gak boleh pergi. Kita naik banana boat dulu. Ayo!" Ajak Rama menarik tangan Syakira dengan lembut.
"Aku takut, kak. Kamu kan tahu, aku gak tau berenang." tolak Syakira yang hendak kabur.
Rama dengan sigap menangkap Syakira dari belakang sampai kaki Syakira terangkat.
"lepaskan, kak!" teriak Syakira dibarengi siara tawa keduanya.
Semua mata termasuk kaum wanita yang melihat dua sejoli itu sakan iri melihat kemesraan mereka.
"Tenang saja ada aku. Aman kok. Ayo!" ajak Rama lagi yan menurunkan tubuh istrinya, kemudian menariknya dengan lembut agar Syakira mau ikut bermain.
"Ok, lepas dulu," Ujar Syakira beralasan yang kemudian kabur dari suaminya.
Rama terus mengejar istrinya hingga dibibir pantai. Hingga Rama menangkap Syakira serta keduanya tertawa. kembali dua sejoli itu Saling menatap. Rama mengambil topi bulat istrinya yang dia jadikan sekat untuk tidak dilihat oleh pengunjung apa yang mereka lakukan dibalik topi bulat itu.
"Itu hukuman untukmu."
"Hukumannya ringan," ledek Syakira.
"Kau mau hukuman yang lebih berat? tunggu sebentar," bisik Rama ditelinga istrinya lalu meniupnya yang membuat Syakira refleks mengejar suaminya yang begitu jaim.
"Ayo kejar!" teriak Rama. Hingga Rama berhasil memancing sampai dekat bana boat.
Belum sempat Syakira menjauh, Rama sudah menggendong tubuh Syakira. Semua orang yang ada di pantai ikut tertawa melihat ke bucinan dua sejoli itu. Banyak mengira pasangan itu baru menikah yang kini tengah datang berbulan madu.
"Kak, turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri!" Syakira memukul dada suaminya dengan kaki Syakira meronta minta di turunkan.
"Hus! Diam saja atau mau aku Ci...." ucapan Rama terhenti karena bibirnya di tutup oleh Syakira dengan telapak tangan.
Tiba-tiba saja Ia menggigit istrinya dengan sedikit sakit. yang membuat Syakira tertawa atas kelakuan suaminya. "kak, jaim tau tidak?"
"Siapa suruh kamu menutup mulutku," sela Rama yang kemudian menurunkan tubuh Syakira pas di dekat banana boat.
Syakira kembali mencubit Rama.
"Sayang, ini sakit lho. Ini namanya KDRT. Kamu tahu apa hukumannya?" tanya Rama menarik hidungku.
__ADS_1
"Tidak tau," jawab Syakira sambil memakai alat pelampung yang diberikan oleh suaminya.
Awalnya Syakira menolak alasan takut. setelah Rama membujuk akhirnya Syakira luluh juga.
"Sebentar kamu akan tahu apa hukumannya. Tunggu saja!" goda Rama yang menggelitik tubuh Syakira.
Pemandu itu ikut tertawa juga salah tingkah melihat dua sejoli itu dan berkata,
"Mari tuan, Nona. Kita mulai," Kata pemandu di sana. "wahana banana boat tidak memerlukan keahlian khusus. Peserta wahana banana boat hanya perlu duduk di atas perahu dan berpegangan pada tali yang terdapat di perahu." Bagaiman paham, kan?" Kata pemandu itu pada Syakira dan Rama.
Syakira mengangguk mengerti. "Tapi bagaimana jika aku jatuh? Aku tidak tau berenang lho."
Pemandu itu pun menjawab, "karena setiap peserta diwajibkan memakai jaket pelampung. Andaikan peserta terjatuh ke air, peserta hanya perlu diam saja dan tidak panik, maka akan terapung. Jadi, aman."
"Sudah aku katakan sayang. Jangan takut. Kan ada aku, suamimu, sayang." Sela Rama yang melihat ke arah Syakira yang masih takut untuk naik ke perahu karet yang berbentuk pisang itu.
Degan Bismillah, Syakira naik juga dan berpegangan pada tali yang ada sesuai dengan petunjuk pemandu tadi.
Parahu itu pun mulai bergerak pelan dan lama kelamaan semakin cepat. Terlihat Syakira menikmati wahana permainan itu. Awalnya ada rasa takut dan pada akhirnya rasa takut itu berganti dengan suara berteriak sekencang mungkin.
Melihat wajah bahagia itu, Rama tak lupa mengucap rasa Syukur. Akhirnya wajah bahagia istrinya dengan pelan Ia bisa mengembalikannya seperti Syakira yang dulu.
Puas bermain wahana banana boat Rama kembali mengajak Syakira naik jet ski air. Rama menarik tangan Syakira dan melingkarkan diperutnya.
"Sudah siap tidak?"
Syakira memeluk erat suaminya dan berkata, "Siap, siapa takut."
"Kamu menikmatinya?" tanya Rama dengan suara cukup keras karena suara itu seakan terhalang oleh angin dan suara ombak.
"Ya!" Jawab Syakira berteriak pula, karena angin yang begitu kencang.
cukup lama keduanya bermain bahkan mereka mengabadikan momen itu hingga mereka bosan bermain yang disertai rasa lapar.
Hingga akhirnya permainan itu mereka akhiri dan berlanjut mencari makanan untuk mengisi perut keduanya setelah berganti.
"Kenapa ada banyak makanan kamu pesan, sayang?" tanya Syakira dengan melihat ada berbagai hidangan makanan laut di depannya.
"Untuk menambah stamina, sayang." Bisik Rama sambil tersenyum melihat wajah terlihat malu-malu.
Kembali Rama berbisik dengan bahasa sedikit Fulgar yang membuat Syakira refleks melebarkan mata mendengar sesuatu hal yang begitu lazim kedengaran.
"Sayang, jangan mulai lagi. Mau makan atau mau bahas itu sih?"
"Itu apa?" Tawa Rama melihat wajah merona istrinya.
"Ya itu. Pokoknya itu, itu! Apa tidak bosan?" tanya Syakira.
Syakira menyuapkan makanan di dalam mulut Rama agar suaminya berhenti membahasa hal yang membuatnya malu sendiri. Bahkan wajah Syakira sudah seperti merahnya buah tomat yang menahan malu.
__ADS_1
"Coba ini enak lho." Rama menyuapkan makanan itu pada istrinya. "gimana?"
"Enak," jawab Syakira yang diangguki oleh Rama.
Syakira tersenyum melihat Rama yang sedang menikmati santapan siangnya. puas bersantai Syakira mengajak Rama untuk pulang.
"Pulang yuk, aku sangat lelah hari ini."
"Kamu tidak ingin pergi kemana begitu? Belanja mungkin."
"Tidak, kak. kita pulang aja."
"Baiklah kita pulang." Usai membayar kami pun pulang.
Kak Rama menggandeng tanganku dan kami pun pulang ditempat penginapan kami. Dimana tempat kami menginap terdiri dari rumah kayu yang unik yang letaknya berada di atas air.
Pemandangan di waktu malam begitu indah ditambah suara ombak terdengar sahut menyahut yang disertai angin malam yang berhembus.
Aku dan kak Rama kembali menikmati dinginnya malam di pulau itu. Hinga waktu larut tiba. Malam yang semakin terasa dingin.
"Terimakasih, Sayang. Kamu telah hadir dalam kehidupanku."
Aku berbalik memeluk suamiku. "Terimakasih juga telah mengembalikan duniaku."
Rama menatap Syakira dengan penuh kasih dibawah pancaran sinar bulan. "Ayo kita masuk. Disini sangat dingin," Ucap Rama merangkul tubuh Syakira masuk dalam pelukannya.
Sayang, apa kamu tidak ingin mengulanginya?"
Syakira tersenyum, lalu aku memukul lengan suaminya dengan pelan. "Kak jangan banyak bicara, dari tadi ngawur kerjanya. Aku malu mendengarnya.
"Ok. Jangan banyak bicara, tapi banyakin bekerja, 'kan?"
"Apaan sih? sudah deh berhenti menggodaku?" Syakira mendorong tubuh Rama yang ingin memeluknya. "Ini udah larut lho, kak."
"Lebih larut juga tidak mengapa, 'kan?"
"Kak! Pekik Syakira duduk di atas kasur dan Rama berjongkok di depannya.
"Ok. Aku tutup mulut sekarang."
Syakira tertawa melihat tingkah lucu suaminya terlihat imut karena Rama seperti anak kecil yang menahan napas. sehingga dua pipinya seperti meniup balon karet. "Jangan juga sampai napas ditahan, sayang.
Senyap.
Rama dengan pelan membaringkan tubuh istrinya.
"Kak?"
Bersambung☺☺
__ADS_1
mana suaranya pembaca setia Rama dan Syakira.... ☺☺🥰🥰❤❤
Lanjut....