Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Menyesal Aku


__ADS_3

"Aku lapar! Kamu itu kerjaannya kalau di rumah main sosial media terus. Kamu pikir suami kamu ini bisa kenyang," bentak Nando kepada Mira.


"Memangnya aku pembantu. Kalau kamu ingin makan, gampang saja tinggal pesan makanan lewat aplikasi online," sahut Mira ketus. Bahkan dirinya masih enggan beranjak dari ranjang, dan matanya masih fokus dengan ponselnya. Hingga akhirnya Nando naik pitam.


Nando mengambil paksa ponsel Mira dan membantingnya, membuat Mira melongo tak percaya. Melihat ponselnya kini berserakan di lantai. Tentu saja dirinya merasa tak terim dengan perlakuan suaminya itu.


"Kamu itu apa-apaan sih? Pokoknya aku tak mau tahu, kamu harus belikan aku ponsel yang baru," cerocos Mira.


"Enggak akan! Dasar istri tak berguna, menyesal aku dulu lebih memilih menikahi kamu. Kalau tau akhirnya akan seperti ini, dari dulu aku tak akan meninggalkan Dina," sahut Nando.


Nando langsung pergi meninggalkan Mira, dia tak peduli dengan Mira yang terus memanggil dirinya. Semenjak menikah, hidup Nando semakin tak karuan. Mira tak menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Tak pernah sekali pun dirinya membuatkan makanan ataupun sekedar membuatkan kopi dan teh untuk dirinya.

__ADS_1


Nando berniat mendatangi kosan Dina, untuk meminta maaf dan memohon Dina untuk kembali kepadanya. Nando berniat ingin menceraikan Mira, dan hidup bahagia bersama Dina dan anaknya. Nando telah menyesali perbuatannya.


"Din, Din. Ini aku, Nando," ucap Nando sambil tangannya terus mengetuk pintu kamar kosan Dina.


"Kok sepi banget ya? Apa Dina tak ada di dalam? Lagi kemana ya dia? Lampu depannya sih menyala," Nando bermonolog sendiri dalam hati.


"Maaf, Aa cari siapa ya?" tanya penjaga kosan yang saat itu melihat Nando yang sedang celingak celinguk seperti orang bingung.


"Oh Neng Dina. Neng Dina mah sudah tak ngekos lagi di sini. Tadi pagi dia sudah pindah. Karena dia sudah menikah dan pindah ke rumah suaminya," jelas penjaga kosan.


"Memangnya Aa ini siapanya Neng Dina. Memangnya Neng Dina tak memberitahu tentang kepindahannya?" tanya sang penjaga kosan. Lidah Nando terasa kelu, tubuhnya tiba-tiba saja terasa lemas, dan tak bersemangat. Harapannya musnah sudah, wanita yang masih dia cinta telah menjadi istri laki-laki lain.

__ADS_1


Nando tak menjawab siapa dirinya. Dirinya memilih langsung pamit untuk pulang, karen dia yakin sang penjaga tak akan tau kalau Dina sekarang tinggal dimana. Satu-satunya cara, dirinya besok harus menemui Dina di kantornya. Terlebih dirinya yakin kalau suami yang di maksud penjaga kosan itu adalah Rian. Mereka sempat pernah bertemu, Nando tau kalau Rian adalah atasan Dina di kantornya.


"Sampai kapan pun aku tak akan pernah rela kamu menjadi milik laki-laki lain. Kamu kira pernikahan kamu itu sah? Kau salah Din. Pernikahan kamu tak sah, meskipun dirinya mencoba menutupi kehamilan kamu. Pernikahan kalian sah, jika kalian menikah setelah anak kita lahir. Aku akan merebut kamu darinya. Karena kamu adalah milik aku selamanya. Aku ingin kita hidup bahagia bersama anak kita, kita rawat bersama anak kita," gumam Nando dalam hati.


Penyesalan tinggallah penyesalan. Mungkinkah Nando bisa merebut Dina kembali dari Rian? Dengan alasan pernikahan Dina dengan Rian tak sah, karena saat ini Dina sedang mengandung anaknya. Nando akan memperjuangkannya.


Nando terlihat sedang duduk di sebuah cafe sambil menikmati secangkir kopi susu dan sebatang rokok. Pikiran Nando saat itu tak karuan, penampilannya terlihat acak-acakan.


"Aku menyesal Din. Maafkan aku. Aku ingin kembali sama kamu. Ku mohon kembalilah padaku. Aku janji tak akan pernah menyakiti hati kamu lagi. Kamu begitu berharga untuk aku," ucap Nando lirih. Tanpa sadar dirinya meneteskan air mata.


Setelah dirinya sudah merasa tenang, Nando akhirnya kembali pulang ke rumah yang dia tempati bersama Mira. Rumah itu adalah rumah milik orang tua Nando. Entah mengapa dirinya merasa benci dengan Mira. Kini dirinya sudah menyadari kalau dia tak pernah mencintai Mira. Nando dan Mira terlihat seperti orang yang musuhan. Bahkan Nando memilih tidur di ruang TV.

__ADS_1


__ADS_2