Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Ini Papa Al!


__ADS_3

Rasanya begitu sakit, kala anak kita tak mengakui kita sebagai Papa-nya? Lantas siapa yang harus di salahkan dalam hal ini? Anak atau Papa-nya? Hal ini terjadi kepada Al. Bagi Al, Papa-nya adalah Papa Rian. Semua ini bukan karena Dina yang menjelekkan Nando, tetapi Al sendiri yang merasakannya. Kedekatan sang anak dengan Papa-nya.


Padahal Dina selalu mengingatkan Al, kalau Al memiliki Papa yang lain. Dina tak ingin menutupi hal itu dari Al, meskipun masih sangat dini Al mengetahuinya. Semua ini karena kondisi Nando, Dina merasa tak tega. Dina ingin Al tetap dekat dengan Nando, selama Nando masih hidup. Agar Nando lebih bersemangat untuk hidup.


"Al, hari ini Papa Nando ingin bertemu Al. Apa Al mau menginap di rumah Papa Nando?" tanya Dina kepada sang anak, Al langsung menggelengkan kepalanya cepat. Dina hanya bisa menghela napas panjang.


Padahal selama ini Dina selalu berusaha untuk mendekatkan Al dengan Nando. Namun, entah mengapa Al seperti memiliki sekat tersendiri dengan Nando. Dirinya tak memiliki kedekatan dengan Nando, tak seperti dengan Rian.


Hari ini Dina, Al, dan Rian akan mengunjungi Nando. Karena Mama-nya Nando sudah meminta Dina untuk membawa Al untuk menengok Nando. Kini mereka sudah sampai di rumah Nando. Sampai saat ini kondisi Nando masih tak ada perubahan. Nando hanya bisa terbaring lemah tak berdaya. Menikmati hidupnya hanya di tempat tidur.

__ADS_1


"Ayo sana, Al cium tangan Papa Nando," titah Dina.


Al tampak terdiam, dan hanya menatap wajah Papa-nya dari jauh. Melihat sikap Al yang seperti itu, Ibu-nya Nando langsung menarik tangan Al dan mengajak mendekati sang Papa.


"Ayo, Al cium tangan Papa ya!" ujar sang nenek.


Air mata Nando semakin deras, saat Al mencium tangan dan kedua pipi Nando. Akhirnya Al mau mencium tangan dan pipinya. Nando menyesali semua perbuatan yang dia lakukan dulu kepada anaknya. Dia tak bisa menyalahkan Al mengapa seperti itu, semua karena kesalahannya. Tak ada kedekatan dirinya sejak Al masih dalam kandungan Dina.


"Din, Rian, makasih ya sudah mengantarkan Al ke sini. Maafkan aku yang tak bisa menjadi seorang Papa yang baik untuk Al. Rian, tolong kamu sayangi Al seperti anak kamu sendiri ya! Aku gagal menjadi seorang laki-laki yang bertanggung jawab. Maafkan aku ya, Din! Tolong jaga Al ya! Terima kasih karena kalian sudah mendidik Al menjadi anak yang saleh dan membanggakan. Kalian patut di acungkan jempol karena sukses mendidik Al," ungkap Nando.

__ADS_1


Rian dan Dian merasa miris melihat kondisi Nando. Dina sudah memaafkan semua kesalahan Nando, karena tak baik juga memiliki dendam. Terlebih Dina, dua tahun dirinya menjalin hubungan dengan Nando. Tentu saja kenangan indah bersama Nando sangatlah banyak.


"Oh ya, Din. Aku titip salam untuk Sania ya! Bagaimana keadaan dia sekarang?" tanya Nando.


"Iya, nanti aku sampaikan ya! Sania anaknya dua, dia melahirkan anak kembar. Sepasang cewek dan cowok. Alhamdulillah suaminya baik, hubungan dirinya dengan suaminya semakin harmonis," ungkap Dina.


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya author Weny Hida


__ADS_1


__ADS_2