Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Rencana Menikah Kembali


__ADS_3

"Sayang, kapan kita menikah lagi?" tanya Dina kepada sang suami.


"Menurut perhitungan sih, kamu memang sudah boleh menikah dengan aku. Memangnya masa nifas kamu sudah selesai?" tanya Rian, Dina mengangguk dengan malu-malu.


"Kenapa kamu seperti itu? Apa kamu tak mau menikah dengan aku? Sepertinya kamu tak bahagia," sindir Rian. Padahal dia hanya ingin menggoda istrinya, tetapi justru membuat Dina merasa kikuk.


Dina mengatakan, kalau dirinya siap untuk menikah dengan Rian. Dia sudah merasa yakin, kalau Rian adalah pilihan terbaik untuknya. Tentu saja membuat Rian senang, penantian panjangnya tak sia-sia.


"Baiklah, aku akan urus secepatnya. Oh ya, pesta pernikahan seperti apa yang kamu inginkan?" tanya Rian. Untuk konsep pernikahan seperti apa, di akan menyerahkannya kepada Dina.


"Aku tak ingin konsep yang macam-macam. Bahkan hanya sekedar akad nikah saja, bagiku sudah cukup. Yang penting sah," ungkap Dina.

__ADS_1


Namun, Rian tetap ingin mengadakan sebuah pesta pernikahan yang mewah. Sebagai bentuk cintanya kepada sang istri. Hingga akhirnya mereka memutuskan akan mengundang teman kerja Rian, sanak keluarga dari kedua belah pihak, dan teman dekat mereka. Rian ingin semua orang tahu, kalau Dina adalah istrinya. Rian akan percayakan kepada wedding organizer, untuk mengurusnya. Rencananya, pesta itu akan diadakan dia bulan lagi, karena harus membutuhkan persiapan.


Segala persiapan mereka lakukan, mulai dari memesan undangan, memilih makanan untuk catering, memilih pakaian yang kelak mereka pergunakan, dan membeli souvenir untuk para tamu undangan. Meskipun WO yang mengurusnya, Dina dan Rian tetap ingin memilih yang mereka inginkan.


Berbeda halnya dengan Dina yang sedang menunggu hari pernikahan dirinya dengan Rian, Sania justru sedang menghitung hari menjelang kelahiran anaknya. Sania akan melahirkan bayi kembar. Tentu saja membuat Reza merasa bahagia, bisa memiliki dua anak sekaligus.


Hari ini mereka akan mulai pindah menempati rumah baru mereka. Tak pernah terbayang oleh Sania, bisa merasakan hidup mewah yang bergelimang harta. Orang tua Sania pun ikut membantu sang anak, meskipun Reza sudah meminta pelayannya untuk merapihkan semuanya. Kamar untuk anak-anaknya pun sangat mewah. Dengan dekorasi untuk anak-anak, di lengkapi peralatan bayi yang mewah.


"Ih, malu Beb. Nanti malam saja, lagi pula lagi ada ibu sama Bapak," sahut Sania.


"Ada lagi tidak yang perlu di tambahkan sesuai keinginan kamu?" Tanya Reza kepada sang istri. Sania mengatakan tidak. Dia sudah sangat puas, bahkan ini sangat luar biasa.

__ADS_1


Hari ini Dina dan Rian akan melakukan fitting baju pengantin mereka. Pernikahan mereka akan dilakukan tiga minggu lagi. Segala persiapan telah dilakukan. Baju pengantin yang mereka akan kenakan pun sudah selesai di buat.


"Pas tidak, Mas? Kurang Apa?" tanya Dina kepada suaminya.


"Cantik sekali, seperti pengantinnya. Pas banget," puji Rian membuat Dina tersipu malu. Dia merasa bahagia, karena sebentar lagi mereka akan resmi menjadi pasangan suami istri. Mereka berharap agar semuanya berjalan lancar.


Saat ini Baby Al sudah berusia tiga bulan, dia sudah semakin pintar. Sedang senang tengkurep. Dia juga murah senyum, dan menggemaskan. Untuk sementara waktu, Dina menggunakan KB suntik. Dia ingin menunda kehamilannya dulu. Dina dan Rian ingin fokus dulu dengan Baby Al.. Nanti setelah Baby Al berusia 2 tahun, mereka baru akan memiliki anak kembali.


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya temanku yang ok punya😍


__ADS_1



__ADS_2