Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
On the way Bikin Dede


__ADS_3

Rian menggendong tubuh Dina ke ranjang, kemudian Rian merangkak naik ke ranjang dan mulai menindih tubuh sang istri. Membuat Dina merasa gugup, padahal ini bukan pertama kali di hidupnya dan dia yang menggoda suaminya. Wajah Dina terlihat tegang.


"Jangan tegang dong Sayang, nikmati saja! Aku tak akan menyakiti kamu," ujar Rian dan Dina hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan.


Kalau sudah seperti ini, lingerie sudah tak ada artinya. Rian tentu saja menginginkan tubuh istrinya dalam keadaan polos. Rian mulai melancarkan aksinya. Lidahnya mulai menyusuri leher sang istri memberikan sengatan-sengatan listrik, membuat Dina tak mampu menahan desa*hannya.


Perlahan lidahnya turun, dan menuju bukit kembar sang istri, yang begitu menggemaskan. Menghisapnya satu persatu sambil memelintir biji kecil yang begitu menggoda.


"Aaahhh, Sayang...," de*sah Dina. Matanya kini terlihat merem melek. Bahkan Dina terlihat membusungkan dadanya.


"Ini baru awal Sayang, setelah ini aku akan membuat kamu melayang. Siapa suruh menggoda aku," goda Rian sambil memainkan alisnya. Membuat wajah Dina memerah menahan malu.


Permainan kali ini lebih menggairahkan. Terlebih cuaca di luar seakan berpihak kepada mereka. Derasnya hujan menjadi saksi bisu percintaan mereka. Terlebih malam ini mereka hanya berdua, tak akan ada yang mengganggu aktivitas ranjang mereka. Rian melakukannya selembut mungkin.


"Nikmat sekali Sayang, aku baru merasakannya," racau Dina membuat Rian tersenyum bahagia dan menjadi bertambah semangat.


"Aaaahh, Sayang apa yang kau lakukan?" tanya Dina yang sudah tak kuasa menahannya lagi.


Dina mendongakkan kepalanya menatap ke arah suaminya yang kini bermain di area sensitifnya. Tubuh Dina bergelinjang. Ini benar-benar gila. Dina meremas rambut Rian, meluapkan perasaannya saat ini. Rian menghentikan sejenak aktivitasnya, dan mendongakkan kepalanya menatap wajah istrinya yang napasnya kini sudah terengah-engah.


"Maju sedikit, Sayang!"


Wajah Dina semakin mendekat. Dia semakin melebarkan kedua pangkal paha istrinya, agar memudahkan dirinya untuk memainkan area sensitif istrinya. Rian mulai menarik kue apem milik istrinya, sehingga terlihat milik istrinya yang begitu menggoda. Tanpa aba-aba, Rian langsung menghisap daging kecil seperti biji kacang itu, dengan kuat. Membuat Dina merasakan sakit, nikmat, dan menggelikan.

__ADS_1


"Sayang ....," Dina tak mampu melanjutkan kata-katanya lagi. Dia sudah sangat terlena.


Cukup puas bermain dengan lidahnya, Rian mulai memasukkan jari tengahnya di dalam lubang kenikmatan istrinya, dan memainkannya. Hal itu membuat Dina menjerit kesakitan bercampur rasa nikmat. Dina tak menyangka, suaminya begitu luar biasa.


Rian langsung naik ke atas tubuh istrinya sambil meraup bibir istrinya, agar Dina semakin terhanyut. Kemudian mulai menggesek-gesekkan miliknya di depan pintu masuk lubang kenikmatan milik Dina. Membuat Dina tak kuasa menahannya, seakan dirinya menuntut lebih. Terlebih Rian junior sudah siap untuk membuatnya melayang. Dengan berani, tangan Dina meraba untuk memegang Rian junior.


"Aaahhh, Sayang," kini Rian yang mende*sah.


Rian tentu saja merasa bahagia, karena Dina berusaha untuk memuaskan dirinya. Rian bangun, dan kini berganti posisi. Dina mulai memasukkan miliknya ke mulutnya, memaju mundurkan miliknya.


"Sayang, nikmat sekali. Kamu sangat pintar," racau Rian.


Dina semakin bersemangat menjilati, menghisap, seperti memakan es krim cone. Rian semakin menggila. Miliknya sudah mengeras. Hingga akhirnya dia menghentikan aktivitas Dina. Kini dia bangkit kembali, dan menindih Dina kembali.


"Sayang, aku mulai ya? Rian junior sudah tak mampu menahannya. Milikmu juga sudah basah," ujar Rian dan Dina menganggukkan kepalanya. Wajahnya terlihat memerah.


Rian memainkan sebentar miliknya, mengocoknya agar sedikit mengeluarkan pelumas yang bisa memudahkan untuk memasukkannya ke dalam milik Dina.


"Besar sekali," ucap Dina spontan membuat Rian tersenyum. Setelah berkali-kali bercinta dengannya, apa sang istri baru menyadarinya sekarang?


Rian mulai melebarkan kedua pangkal paha istrinya dan mulai menindihnya kembali. Menggesek-gesekkan miliknya terlebih dahulu. Di rasa sang istri sudah merasa siap. Rian mulai mengarahkan miliknya ke lubang kenikmatan sang istri dan membenamkannya.


Rian mulai memompa miliknya. Menaik turunkan pinggulnya dan memaju mundurkan secara perlahan. Dina terlihat menikmati permainan suaminya, desa*han demi desa*han keluar dari bibir istrinya. Membuat Rian semakin bersemangat memompa milik istrinya. Semakin lama semakin di percepat. Milik Rian sudah masuk dengan sempurna, bahkan sangat terasa begitu dalam.

__ADS_1


Detik kemudian, Dina berhasil mencapai pelepasan. Sedangkan Rian belum mendapatkan pelepasan. Rian semakin mempercepat. Benar saja, Dina kini merasakan nikmat. Seakan dirinya terbang melayang ke langit ke tujuh.


"Keluarkan bersama, Sayang," ujar Rian.


Hingga akhirnya mereka berhasil mengerang bersama. Dina mendapatkan pelepasan dua kali. Kini keduanya sedang mengatur napasnya yang terengah-engah. Rian ambruk di atas tubuh istrinya. Dia mencoba mengatur napasnya terlebih dahulu, setelah itu langsung bangkit memberikan kecupan kepada istrinya.


"Terima kasih Sayang, aku sangat puas. Kamu sangat luar biasa. Semoga secepatnya akan hadir anak kita," ungkap Rian sambil memberikan kecupan di pucuk kepala, kening, kedua pipi, dan bibir istrinya.


Rian langsung bangkit dan mengambil tisu di nakas untuk membersikan sisa-sisa percintaan mereka. Rian membersihkan miliknya dan juga miliki istrinya. Kemudian menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut.


"Tunggu sebentar, aku akan menyiapkan air hangat untuk kamu berendam. Agar mengurangi rasa sakit. Kamu istirahat dulu sebentar," ujar Rian lembut dan Dina hanya menganggukkan kepalanya lagi. Dirinya merasa meleleh atas perlakuan manis suaminya. Tak seperti saat bercinta dengan Nando dulu.


Rian langsung berjalan begitu saja ke kamar mandi dengan kondisi masih telanjang. Tak ada perasaan malu yang dia rasakan. Rian langsung menyiapkan air hangat, kemudian dia memasukkan minyak esensial untuk merilekskan otot-otot istrinya yang terasa kencang.


"Sudah siap, ayo berendam dulu," ujar Rian.


Rian langsung menggendong tubuh sang istri dan membawanya ke kamar mandi. Dengan hati-hati Rian membantu sang istri ke dalam bathtub.


"Berendam 'lah dulu, jika sudah selesai panggil aku ya," ujar Rian.


Rian tak ikut berendam dengan istrinya. Dia takut, tak mampu menahan hasratnya kembali. Dia memilih mandi dengan menggunakan shower. Setelah selesai, dia langsung dari keluar kamar mandi. Menunggu istrinya di luar.


Rian tersenyum kala mengingat permainan tadi dirinya dengan Dina. Malam ini sungguh luar biasa. Rian berharap, akan segera hadir baby di rahim istrinya.

__ADS_1


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya bestie ku😍



__ADS_2