Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Ingin Bercerai, mengungkap Fakta


__ADS_3

Hubungan Nando dan Mira semakin tak harmonis. Bagi Nando, apa lagi yang harus dia pertahankan dari Mira. Lebih baik bercerai dan kembali dengan Dina, menikah dengan Sania atau yang lainnya. Malam ini Nando berencana ingin mengungkap rahasia yang selama ini dia tutupi. Nando ingin berkata jujur kalau dirinya benar telah menghamili Dina dan ingin kembali kepada Dina.


"Ma, masak apa? Aku lapar," ujar Nando.


"Ayam penyet sama tempe goreng. Ya sudah sana makan, tumben kamu pulang kerja kesini. Istri kamu memangnya tak masak?" ujar sang mama.


"Sejak kapan dia bisa masak, dia itu tak bisa masak dan tak pernah ingin belajar masak untuk menyenangi hati suami. Menyesal aku menikah sama dia, Mama si maksa-maksa aku menikah sama dia. Coba kalau dulu Mama merestui hubungan aku sam Dina. Pastinya aku sekarang sudah bahagia, dan Mama sebentar lagi akan memiliki cucu," sahut Nando sambil sibuk makan. Hal itu membuat sang Mama melotot, bingung maksud ucapan anaknya.


"Maksud kamu apa? Jangan bilang, anak yang saat ini di kandung si Dina itu anak kamu. Bikin malu Mama saja. Berarti apa yang diucap laki-laki itu benar dong. Kalau anak yang dikandung Dina adalah anak kamu. Nando ... Nando, bikin Mama pusing saja," ujar sang Mama.


Dadanya terasa sesak, jika dirinya memiliki riwayat penyakit jantung pastinya saat itu dia sudah terkena serangan jantung. Tiba-tiba saja tubuh sang Mama terasa lemas, rasanya ingin jatuh pingsan. Dirinya dibuat melongo.


"Cepat kamu katakan! Apa masuk perkataan kamu," ucap sang Mama. Namun, Nando masih terlihat santai. Masih asyik makan. Padahal sang Mama sudah merasa geram dengan anak kesayangannya.


"Tenang dulu, Mah! Nando baru saja selesai makan. Tak sabaran banget sih," gerutu Nando. Membuat sang Mama naik pitam. Ingin rasanya dia menjewer telinga anaknya.

__ADS_1


Kini Nando dan kedua orang tuanya sudah berada di ruang keluarga. Sang mama sudah menatap dirinya dengan tatapan yang tajam. Menanti jawaban pertanyaan dirinya dari anaknya.


"Ma, Pa, Mira menderita penyakit kanker serviks. Kemungkinan untuk dirinya bisa hamil sangatlah tak mungkin karena dia harus melakukan kemoterapi. Selain itu Mira juga memiliki penyakit endometriosis. Selama ini dia telah membohongi kita. Namun baru mengetahui hal ini, Baru-baru ini. Hanya saja Nando belum sempat cerita sama Mama dan Papa. Mira membuat sebuah laporan hasil pemeriksaan palsu. Gilanya lagi, dia menjebak aku dengan memberikan obat perang*sang dan kuat dengan dosis tinggi membuta Nando menggila. Hingga sampailah waktu itu, Mira harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan," jelas Nando. Kedua orang tuanya mencoba menyimak ucapan anaknya. Nando sempat menghentikan pembicaraannya.


"Lantas apa hubungannya dengan Dina? Cepat kamu katakan, jangan bertele-tele," ujar sang Mama, dia sudah meras tak sabar.


"Iya tunggu dulu. Mama sabar dulu dong, aku kan belum selesai bicara," cerocos Nando tak mau disalahkan.


"Nando ingin bercerai dengan Mira, Nando ingin kembali dengan Dina," ungkap Nando membuat sang Mama tak suka. Masa iya dirinya harus menarik ucapannya? Dia telah menghina Dina, karena Dina hanya berasal dari keluarga sederhana. Dia juga yang telah meminta Nando untuk memutuskan hubungannya dengan Dina dan menikah dengan Mira.


"Ma, dengarkan Nando dulu! Dina itu sedang hamil anak Nando. Nando menyesal, karena baru berani mengungkap fakta yang sebenarnya. Selama ini Nando telah berbohong kepada Mama. Karena Nando merasa takut, sekarang Nando ingin kembali dengan Dina," ujar Nando.


Namun, sang Mama tetap saja tak merestui hubungan Nando dengan Dina. Terlebih sang Mama tahu, kalau Dina saat ini telah menikah dengan laki-laki lain. Untuk urusan anak bisa dibicarakan nanti setelah anak itu lahir. Nando bisa saja merebut anaknya dari Dina. Sang Mama tak setuju kalau Nando kembali kepada Dina. Dia tak ingin memiliki anak dari orang miskin. Dia menyuruh sang anak untuk menikah dengan wanita lain yang sepadan.


"Tapi Nando cintanya sama Dina, Nando tak rela Dina di miliki laki-laki lain. Hanya dia yang membuat Nando merasa nyaman. Kenapa sih Mama selalu saja membicarakan sebuah kasta," cerocos Nando.

__ADS_1


"Sudahlah lupakan saja, jangan di ingat wanita model begitu! Seiringnya jalan, Mama yakin kamu pasti bisa melupakan wanita itu," sahut sang Mama. Nando hanya bisa menghela napas panjang. Mamanya selalu saja menuntut dirinya untuk mengikuti permintaanya.


"Percuma saja Nando bicara jujur. Mama memang orang tua aneh. Di mana-mana jika anaknya melakukan hal itu, pasti akan menyuruh sang anak untuk segera bertanggung jawab menikahinya. Nando kecewa sama Mama. Seharusnya Mama bahagia dan menerima Dina dan anak Nando, bukan menyuruh Nando seperti ini. Sudahlah, Nando mau pulang. Percuma bicara sama Mama.


Nando memilih untuk pulang, tetapi sebelumnya dia berniat mampir ke rumah orang tua Mira terlebih dahulu untuk membicarakan masalah perceraian dirinya dengan Mira. Kini dirinya baru saja sampai di rumah orang tua Mira, dia langsung di sambut bapak mertuanya. Setelah itu sang ibu mertua.


"Tumben kamu mampir kesini, mana si Mira? Kok tak bersamanya," tanya Ibu mertuanya.


"Kebetulan tadi Nando juga habis dari rumah orang tua Nando, sekalian ingin mampir dan bicara sama Mama dan Papa. Sebelumnya Nando ingin meminta maaf, jika perkataan Nando membuat Mama dan Papa merasa kecewa. Nando sudah berpikir matang, Nando ingin bercerai dengan Mira," ungkap Nando to the point membuat ibu mertuanya merasa shock dan tak terima. Karena pernikahan anaknya belum berlangsung lama, tetapi kini sang menantu berkata ingin bercerai dari anaknya. Bagai di sambar petir di siang bolong.


"Memangnya kenapa? Apa tak bisa dibicarakan baik-baik lagi? Pernikahan kalian baru seumur jagung, wajar jika terjadi percekcokan. Hal itu justru membuat kalian saling mengenal pasangan," ujar sang ibu mertua.


"Masalahnya bukan seperti itu Ma, masalah ini bukan hanya karena belum saling mengenal. Mira di vonis mengidap penyakit kanker Serviks dan juga endometriosis, dia tak bisa hamil. Sebagai pasangan yang sudah menikah, tentunya sangat menginginkan memiliki keturunan. Selain itu, hubungan kami sejak menikah memang sudah tak harmonis dan sepertinya tidak bisa dipertahankan lagi. Aku memutuskan ingin bercerai. Keputusan seperti ini adalah hal yang terbaik, dari pada saling menyakiti satu sama lain. Lebih baik disegerakan, jika cepat atau lambat hal ini akan terjadi," sahut Nando yang mencoba memberi pengertian kepada ibu mertuanya.


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya bestiku😍

__ADS_1



__ADS_2