Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Rumah tangga tak harmonis


__ADS_3

Rumah tangga Nando dan Mira kerap di hiasi pertengkaran. Membuat Nando sering kali malas untuk pulang, bahkan malam ini dirinya memilih untuk tidur di rumah orang tuanya. Tentu saja hal itu membuat kedua orang tuanya menjadi tanda tanya besar. Karena Nando datang dan menginap sendiri.


"Kamu kenapa sama istri kamu?" tanya sang Mama.


"Lagi malas saja Ma," sahut Nando cuek.


"Heran Mama sama kalian berdua, baru saja menikah sudah terlihat tak harmonis. Makanya kalian itu cepat punya anak, jadi rumah tangga bisa lebih kokoh," ujar sang Mama.


"Nando juga sudah usaha Ma, tetapi tetap saja si Mira belum hamil juga. Justru Dina Mah yang hamil anak Nando," ucap Nando dalam hati.


Nando hanya bicara dalam hati, dia masih tak berani mengungkapkan kepada orang tuanya kalau Dina saat ini sedang mengandung anaknya. Nando lebih memilih meninggalkan sang Mama ke kamarnya.


"Kemana sih ini orang, kok jam segini belum pulang. Semakin hari semakin aneh sikapnya. Apa dia sudah mulai bosan padaku," gumam Mira.

__ADS_1


Hingga jam menunjukkan pukul 9 malam, sang suami belum juga pulang. Hingga akhirnya Mira mencoba menghubungi suaminya. Namun, Nando tak juga mengangkat telepon atau pun membalas pesan chat dari-nya.


Berbeda halnya dengan Mira dan Nando. Dina dan Rian justru terlihat mesra. Dengan setia Rian menemani sang istri menonton tayangan drakor di TV. Rian selalu menyempatkan waktunya untuk menemani sang istri. Tak lupa dirinya selalu membuatkan susu coklat hangat untuk sang istri. Hal ini menjadi rutinitas Rian setiap harinya di kala sarapan pagi dan sebelum tidur malam.


"Kamu kalau mengantuk, tidur saja duluan! Aku takutnya kamu mengantuk. Besok pagi kamu kan sudah harus bekerja kembali. Aku masih ingin menonton, belum mengantuk," ujar Dina. Namun, Rian tetap saja ingin menemani sang istri hingga akhirnya Rian tertidur di sofa.


"Tuk kan tidur. Di suruh tidur duluan, bilangnya belum mengantuk," gerutu Dina.


Rian terlihat sudah tertidur sangat pulas, bahkan sampai mendengkur. Membuat Dina merasa kasihan. Dina menatap wajah suaminya lekat. Wajahnya terlihat lelah, membuat dirinya merasa tak tega.


Diam-diam Dina menurunkan celana yang di kenakan Rian, ternyata Rian tak menggunakan kain penutup segitiga. Membuat Dina melihat milik suaminya. Membuat dirinya menelan salivanya. Dina memberanikan diri untuk menyentuh dan memainkan milik suaminya.


"Aaahhh," desah Rian saat Dina memasukkan milik suaminya ke dalam mulutnya dan memainkannya.

__ADS_1


Rian tersadar. Awalnya dia mengira kalau semua ini hanya sekedar mimpi, dan dia mencoba menikmatinya. Bahkan hal itu membuat miliknya menegang. Perlahan dirinya merasakan seperti nyata, hingga akhirnya dirinya membuka matanya. Alangkah terkejutnya Rian, saat melihat Dina sedang memainkan miliknya.


"Sayang, hentikan! Ini tak baik," ujar Rian dengan suara yang terdengar berat. Dia menikmati, tetapi dia tahu kalau hal ini dosa. Hingga dirinya memilih menghentikannya, meskipun hal itu nantinya membuat dirinya merasa cenat cenut atas dan bawah.


"Aku ingin memuaskan kamu. Aku tak tega sama kamu. Aku takut kalau nantinya kamu akan berpaling dari aku," ucap Dina.


"Ya ampun Sayang. Kamu kok mikirnya begitu sih. Hal ini sudah menjadi keputusan aku, aku sudah siap menanggung konsekuensinya. Berpuasa sampai kita sah. Sabar ya Sayang, jangan diulangi lagi ya, hal ini tak baik. Gara-gara kamu, kepala aku terasa cenat cenut," ujar Rian.


Dina memaksa untuk membantu sang suami menuntaskan hasratnya. Karena Dina yakin kalau suaminya menginginkannya. Namun, Rian dengan tegas menolaknya.


"Sudah yuk tidur! Wanita hamil tak baik tidur malam," ujar Rian.


Dina dan Rian sudah berada di ranjang yang sama, tak lupa Rian memasangkan selimut ke tubuh istrinya, dan mengucapkan selamat tidur.

__ADS_1


"Sabar ya Sayang, sampai waktunya tiba. Milik aku akan menjadi milik kamu. Bahkan kamulah orang yang beruntung menjadi yang pertama," ujar Rian membuat wajah Dina memerah menahan rasa malu. Membuat dirinya merasa bersalah.


__ADS_2