
Segala persiapan telah dilakukan. Rencananya Dina akan melahirkan secara sesar, karena Rian tak ingin mengambil resiko. Karena kondisi Dina tak memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Mereka hanya tinggal menunggu waktu persalinan Dina.
"Mas, aku takut," ucap Dina di sela-sela kebersamaan mereka.
"Jangan khawatir, InsyaAllah semuanya akan berjalan lancar. Aku juga akan mendampingi kamu saat persalinan, aku akan selalu ada untuk kamu," ucap Rian yang mencoba menenangkan sang istri.
Jumat ini, Dina akan melakukan operasi sesar. Rian sudah mengambil cuti selama lima hari untuk menemani sang istri. Dina tampak gelisah, karena ini adalah hal pertama kali dalam hidupnya.
"Mas, titip Al kalau sampai aku ada apa-apa," ucap Dina yang akan sebentar lagi akan berjuang untuk melahirkan kedua anaknya.
"Sudah, jangan pikir macam-macam! Semua akan baik-baik saja," ucap Rian yang terus memberikan semangat untuk istrinya.
Dina dan Rian sudah berada di ruang operasi. Kedua orang tua mereka sudah menunggu di luar. Suasana terasa tegang. Dina terlihat sudah tak sadarkan diri. Rian tampak menggenggam tangan sang istri dengan erat.
Rian sudah dapat bernapas lega, saat kedua anaknya terlahir ke dunia dengan selamat dan sehat. Bahkan dirinya sampai meneteskan air matanya, dia merasa terharu. Karena akhirnya dia memiliki anak kandung.
Dina masih belum sadarkan diri, karena masih dalam pengaruh obat bius. Setelah sadar, Dina baru akan dipindahkan ke ruang perawatan. Sama halnya dengan kedua anak mereka, setelah di bersihkan, barulah mereka di berikan kepada Rian dan Dina.
__ADS_1
"Bagaimana Yan, apa semua berjalan lancar?" tanya sang mama.
"Alhamdulillah semua berjalan lancar. Dina hanya tinggal menunggu sadar, baru dipindahkan ke ruang perawatan. Kembar juga sedang dibersihkan dulu, setelah itu baru diserahkan ke kita," jelas Rian.
Perlahan Dina membuka matanya. Dirinya meringis, rasa sakit mulai terasa. Bahkan sampai meneteskan air matanya. Rian sejak tadi terlihat panik karena sang istri belum juga sadar. Saat mendengar sang istri sadar, Rian langsung masuk ke ruangan observasi. Dia tampak telaten memakaikan sang istri baju, pembalut, dan juga pakaian dalam. Tak ada perasaan risih.
Dina merasa terharu, suaminya begitu sayang dan perhatian kepadanya. Mungkin, Nando pun tak akan bisa seperti suaminya. Rian selesai memakaikan semuanya, Rian langsung menutupi tubuh istrinya dengan selimut.
"Makasih ya Sayang, kamu sudah berjuang untuk melahirkan kedua buah hati kita," ucap Rian. Rian mengecup kening, dan kedua pipi istrinya. Dina masih terlihat lemas. Dia hanya menganggukkan kepalanya. Dia masih tak bisa memiringkan badannya.
Dina sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Kedua bayi mereka pun sudah diantarkan kepada mereka. Rian langsung menggendong anaknya secara bergantian untuk di adzanin. Kedua orang tua mereka pun tampak bahagia menyambut baby twins.
"Cucu oma juga ganteng," puji mamanya Rian.
Allah memang adil, memberikan dua cucu sekaligus. Biar adil. Anak Rian dan Dina tampak cantik dan ganteng seperti kedua orang tuanya. Baby Al pun tampak senang mendapatkan dua adik sekaligus. Rian berjanji tak akan membeda-bedakan kedua anaknya dengan Al. Rian sudah menganggap Al sebagai anak kandungnya sendiri.
"Makasih ya Din, kamu sudah memberikan cucu yang cantik dan ganteng untuk kami. Kamu memang wanita yang luar biasa," puji sang ibu mertua.
__ADS_1
Dina bersyukur karena memiliki ibu mertua yang baik kepadanya. Meskipun dirinya dulu sedang mengandung anak laki-laki lain. Rian dan kedua orang tuanya, menerima Dina dengan baik. Berbeda halnya dengan Ibunya Nando yang justru dulu menghina dirinya, karena Dina bukan orang kaya. Padahal Nando tak sekaya Rian.
"Oh ya, twins namanya siapa?" tanya mamanya Rian.
Rian dan Dina sudah sepakat akan memberi nama anak kembar mereka Rida Saputri dan Riandi Saputra. Nama gabungan dari mereka. Kehadiran Riandi dan Rida menambah kebahagiaan mereka.
Akhirnya kita berada di penghujung cerita. Cerita ini telah selesai. Dina sudah menemukan kebahagiaan, meskipun dari laki-laki lain. Nando pun sudah mendapatkan balasan atas apa yang dia perbuat.
Author merasa terharu sekali, karena kalian telah mengikuti kisah Rian dan Dina hingga selesai. Terima kasih atas dukungan yang kalian berikan selama ini kepada karya ini. Author ucapkan mohon maaf, jika ada kata-kata yang tak berkenan di hati kalian. Semoga karya ini dapat memberikan pelajaran hidup. Untuk yang masih belum menikah, kalian harus lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis ya🙏
Mampir di karya author lainnya ya, dan jangan lupa berikan dukungannya🙏
__ADS_1