
"Bu, sebenarnya anak ibu itu bukan hanya memiliki kesalahan dengan saya saja. Dia juga memiliki kesalahan dengan sahabat saya. Saat anak Anda mencari saya, dia memperko*sa sahabat terdekat saya. Dengan jahatnya dia tidak bertanggung jawab, dia justru mengancam sahabat saya untuk mau melayani kelakuan bejatnya," ungkap Dina membuat Mama-nya Nando melongo.
Berita apalagi ini. Anaknya benar-benar membuat dirinya malu. Dia tak menyangka kalau anak yang dia sayang, ternyata seorang penjahat kelamin. Memperko*sa dua wanita dan tak mau bertanggung jawab.
"Pasti kamu bohong kan? Masa sih Nando seperti itu. Saya tidak percaya. Untuk kasus dengan kamu, dia seperti itu karena kesalahan saya yang terus memaksa dirinya untuk menikah dengan Mira. Saya tak menyetujui hubungan kamu dengan dia, membuat dirinya memilih untuk menutupi kehamilan kamu. Untuk sahabat kamu, masa sih serendah itu dia," ujar Mama-nya Nando.
"Silahkan saja kalau ibu tak yakin dan justru lebih mempercayai anak ibu yang pembohong. Coba Ibu ingat, saat anak Anda berbohong menutupi kehamilan saya. Untungnya masih ada laki-laki yang baik selain suami saya. Kini sahabat saya sudah hidup bahagia dengan suaminya. Dia telah menikah dan saat ini dirinya tengah hamil," ujar Dina ketus. Dina merasa geram dengan sikap Mama-nya Nando yang masih saja membela anaknya yang salah.
__ADS_1
Ucapan Dina membuat Ibunya Nando terdiam. Hingga bapaknya Nando akhirnya angkat bicara. Dirinya, mewakili anaknya ingin meminta maaf kepada Dina dan juga sahabatnya Dina.
"Din, tolong ibu dong! Ibu ingin mengurus anaknya Nando. Kamu 'kan bisa buat lagi sama suami kamu yang baru, bukannya justru bagus. Pernikahan kalian tak ada bayang-bayang anaknya Nando," ujar Mama-nya Nando dengan tak tahu malunya.
"Dengar ya Bu, saat ini susah payah mempertahankan anak ini. Bahkan sakit setelah melahirkan saja, rasa sakitnya belum hilang. Kok Ibu tega banget ya, dengan seenaknya ingin mengambil anak ini. Apa ibu tak malu dengan ucapan ibu sendiri yang dulu menolak anak ini," ujar Dina. Hatinya merasa panas, karena ibunya Nando masih saja berniat mengambil anaknya. Dina siap menggunakan jalur hukum, jika ibunya Nando berniat mengambil Baby Al dari dirinya.
"Mau tidak ibu seperti itu? Jika tak mau, Dina dan Al sekalian saja tak usah menemui anak Ibu. Biar dia hidup dalam penyesalan," ancam Rian.
__ADS_1
Rian siap membawa kasus ini ke pengadilan, karena dia yakin kalau Dina 'lah yang akan memenangkan kasus ini. Karena selama ini Nando sudah mangkir menjalankan tugasnya sebagai seorang Bapak.
"Baiklah. Saya mohon secepatnya, saya takut kalau nantinya nyawa anak saya tak tertolong," ujar Mama-nya Nando.
"Setelah Dina sudah diperbolehkan pulang, dan sudah dalam keadaan baik," sahut Rian.
Mama-nya Nando sempat meminta izin kepada Dina agar Dina mengizinkan Mama-nya Nando menggendong Baby Al. Air mata Mama-nya Nando menetes satu persatu, saat melihat wajah Baby Al yang sangat mirip dengan anaknya. Dia menyesali atas apa yang diperbuatnya dulu. Bagaimana dirinya begitu sombong, menghina Dina karena Dina bukanlah orang kaya. Kini dirinya hidup dalam penyesalan, tak bisa memiliki penerus dari Nando.
__ADS_1