Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Karma di Mulai


__ADS_3

"Kamu harus tanggung jawab, Din! Kamu yang buat aku di pecat dari tempat aku bekerja, dan kamu yang buat hidup aku menjadi Y karuan," Cerocos Nando. Saat itu Nando berada di rumah orang tuanya, dan sang mama mendengar ucapannya.


"Semua itu karena kebodohan kamu. Wanita itu memang wanita pembawa sial, selalu saja membuat kamu sengsara. Berkali-kali Mama bilang, lupakan wanita itu! Dia itu memang berniat menghancurkan kamu, di pecat dari pekerjaan. Sekarang dia sudah berhasil membuat hidup kamu tak karuan," Cerocos mama-nya Nando, yang merasa kesal dengan Dina. Sejak dulu dirinya tak pernah menyukai Dina.


"Ma, Nando cinta sama Dina. Dina sedang mengandung anak Nando. Terserah Mama mau merestui atau tidak, aku akan tetap menikahi Dina," ujar Nando ketus. Membuat sang mama bertambah kesal, anaknya selalu saja membela Dina.


"Sudahlah, biarkan saja si Dina mengurus anak kamu. Daripada terus memikirkan dirinya, lebih baik kamu cari perempuan lain yang lebih baik. Kamu bisa punya anak dengannya. Lebih baik kamu lupakan saja wanita itu," ujar sang mama.


Semenjak dirinya menjadi seorang pengangguran, Nando lebih banyak tinggal di rumah orang tuanya. Menumpang hidup. Kerjaannya hanya makan, tidur, dan pergi ke club malam untuk mabuk. Melupakan sejenak perasaan hatinya. Tak ada semangat hidup.


"Bangun anak malas! Setiap hari kerjaannya begini terus. Mau jadi apa kamu? Harusnya kegagalan pertama kamu jadikan pelajaran berharga menjadi lebih baik lagi, ini justru hidup kamu sekarang malah tak karuan," Cerocos sang mama.


"Ma, bisa tidak ngocehnya nanti? Aku masih mengantuk," protes Nando. Kepalanya masih terasa berat, matanya masih mengantuk. Bahkan dia enggan membuka matanya. Tentu saja membuat sang mama merasa kesal.


Berbeda halnya dengan Nando, yang hidup tak karuan. Dina dan Rian justru sedang menikmati kebahagiaan hidup berumah tangga. Rasa cinta keduanya semakin besar. Mereka kerap menunjukkan keromantisan mereka.


"Rasanya aku sudah tak sabar ingin segera melahirkan dan segera hamil lagi," ujar Dina membuat Rian terkekeh mendengarnya.


"Senang banget hamil, enak ya," goda Rian nakal membuat wajah Dina memerah menahan perasaan malunya.


"Ih, dasar. Bukan begitu. Aku juga kan ingin memberikan keturunan untuk kamu," sahut Dina ketus. Menutupi malunya.

__ADS_1


"Tenang saja, tak perlu buru-buru! Aku tak akan menuntut kamu segera. Justru aku ingin bisa merasakan pacaran dulu, menikmati kebersamaan kita berdua,"


Nando sudah bersiap-siap untuk pergi. Seperti biasa, jika jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Dia selalu berangkat ke club malam tempat dirinya biasa nongkrong.


"Din, aku kangen sama kamu. Aku ingin kamu segera berpisah dengannya, aku ingin kita bersatu kembali. Aku tak peduli, meskipun Mama aku masih saja tak merestui hubungan kita," racau Nando. Dia terlihat sudah mulai mabuk.


"Lepasin! Kamu apa-apain sih. Aku bukan Dina cewek lo," ujar Susan. Tiba-tiba saja Nando memeluk dirinya, dan tak melepasnya. Nando sudah sangat mabuk, dia mengira wanita itu adalah Dina.


"Please Din, jangan tinggalkan aku lagi! Lebih baik aku mati saja, dari pada hidup tanpa kamu," ujar Nando. Walaupun Susan. Sudah berkali-kali mengatakan kalau dirinya bukan Dina, Nando tetap saja tak mempedulikannya. Tentu saja hal itu membuat keributan di Club malam itu. Nando di usir paksa dari Club tersebut.


"Lepasin breng*sek!" teriak Nando. Dia mencoba melepaskan diri dari sang security yang memegang erat dirinya. Membuat dirinya tersungkur ke lantai. Pakaiannya terlihat acak-acakan.


Mengendarai motor dalam keadaan mabuk, bisa membahayakan. Dapat menyebabkan kecelakaan. Hal itu dialami oleh Nando. Dia sudah dalam keadaan mabuk parah. Selama ini dirinya selalu aman, sampai ke rumah. Namun, malam ini dia tak bisa melawan takdir.


Kecelakaan pun terjadi, Nando terlempar dari motor. Darah segar mengalir di sekitar kepalanya. Nando tak sadarkan diri, motornya terlihat rusak parah. Hingga akhirnya dirinya di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.


Sirine Mobil Ambulance terdengar, tanda pasien dalam keadaan kritis dan harus segera sampai di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Untungnya saat itu jalanan kota Jakarta terlihat lenggang. Jam menunjukkan pukul 12 malam. Mobil Ambulance yang membawa Nando kini telah sampai di rumah sakit, tim medis segera melakukan pertolongan.


"Sus, tolong kamu hubungi keluarga pasien! Pasien mengalami pendarahan. Harus segera dilakukan operasi," ujar Dokter yang menangani Nando.


"Kondisi pasien kritis, dia membutuhkan transfusi darah. Karena pasien terlalu banyak mengeluarkan darah," ujar sang dokter.

__ADS_1


Sang perawat segera menghubungi keluarga Nando, menyiapkan ruangan operasi dan juga mencari darah untuk Nando melakukan transfusi darah. Sang Mama yang menerima telepon dari sang perawat mengenai kecelakaan sang anak, tentu saja histeris. Dia langsung memberitahu sang suami dan bersiap-siap.


"Kamu kenapa sih tak pernah dengar ucapan Mama. Berkali-kali Mama ingatkan, untuk tidak mabuk, tetapi kamu tak pernah mendengarnya. Begini kan jadinya. Sudah dibilang lupakan wanita itu, masih saja," "ujar sang Mama diiringi isak tangis.


Nando adalah anak kesayangan sang Mama, bisa dikatakan dirinya adalah anak Mama. Karena dia selalu saja bersikap manja dengan sang mama. Sampai-sampai dirinya terpaksa menerima perjodohan ini, meskipun dia tak mencintai Mira. Namun masalah perasaan, tentu saja tak bisa dipaksakan. Nando tak bisa melupakan Dina.


Kedua orang tua Nando bergegas ke rumah sakit, karena sang papa harus menandatangani berkas operasi. Nando harus segera di operasi. Mereka baru saja sampai di rumah sakit, dan bergegas masuk untuk mencari keberhasilan sang anak.


"Bapak harus segera menandatangani berkas, kondisi pasien mengalami kritis. Harus segera dilakukan operasi, jika tidak bisa menyebabkan kematian pada pasien. Kemungkinan untuk sehat kembali memang sangat kecil. Namun, kami akan tetap melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan pasien," ujar sang dokter.


Sang Mama terlihat menangis histeris mendengar pernyataan dari sang dokter. Tak bisa dibayangkan nasib sang anak selanjutnya. Entah apa yang terjadi pada sang anak kelak, mereka pasrah.


"Ya Allah aku mohon, tolong selamatkan anakku," Doa terbaik yang sang Mama ucapkan.


Suasana di rumah sakit terlihat tegang, kedua orang tua Nando terus memanjatkan doa yang terbaik untuk sang anak. Berharap agar sang anak selamat dan sehat kembali.


Tim medis sedang berusaha melakukan yang terbaik di kamar operasi. Sang mama tak henti-hentinya meneteskan air mata, dia terlihat tegang.


"Sabar Ma, doakan Nando! Semoga saja Nando bisa selamat dan sehat kembali," ujar sang papa mencoba menenangkan sang istri.


Bukan hanya di luar saja yang merasakan ketegangan yang dirasakan kedua orang tua Nando, tim medis pun juga terlihat tegang karena Nando dalam keadaan kritis saat ini.

__ADS_1


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya bestieku,😍



__ADS_2