
Setelah kepulangan Sania dan juga Dina. Nando terlihat menggerakkan jari-jarinya, dan perlahan membuka matanya. Dia terlihat melihat sekeliling ruangan tempat dirinya di rawat. Dia kira, dia tak akan pernah lagi hidup di dunia.
Perawat yang melihat, langsung memanggil Dokter yang berjaga saat itu untuk memeriksa kondisi Nando. Nando dinyatakan sudah melewati masa kritis. Hanya tinggal tahap pemulihan.
"Alhamdulillah Pak, Nando sadar kembali," ujar sang mama yang saat itu sangat bahagia melihat anaknya sadar kembali.
Setelah dokter selesai melakukan pemeriksaan kepada Nando, sang mama langsung menghampiri sang anak.
"Alhamdulillah Nan, akhirnya kamu sadar kembali. Mama sangat senang melihatnya," ucap sang mama dengan mata yang Berbinar-binar.
__ADS_1
Nando terlihat hanya diam dan melirik ke arah sang mama. Dirinya sempat terpikir, mengapa dirinya masih saja di suruh untuk hidup. Padahal dirinya sudah tak berharap untuk panjang umur, karena baginya tak ada artinya dia hidup.
"Mengapa wajah kamu seperti itu? Apa kamu tak senang diberikan kesempatan untuk hidup lagi?" Tanya sang mama.
"Untuk apa aku hidup, jika untuk merasakan penderitaan? Aku lelah dengan hidupku. Lebih baik aku mati saja, tak ada gunanya juga aku hidup," ungkap Nando.
"Jangan bicara seperti itu, kamu harus bersyukur diberikan kesempatan hidup kembali. Menyadari kesalahan yang kau perbuat. Kau tahu, saat kau koma kedua wanita yang kamu sakiti datang menengok kamu. Bahkan Dina sudah melahirkan anakmu, anakmu laki-laki," ungkap mamanya Nando.
Mamanya Nando mengungkapkan kalau yang satunya adalah sahabatnya Dina. Wanita yang pernah dia perko*sa dulu. Sang mama juga menceritakan kalau Dina telah melahirkan anaknya, anaknya seorang laki-laki.
__ADS_1
"Temui Nando sama anak Nando, Ma. Nando ingin bertemu dengannya. Ma, apa Dina mau memberikan anak itu kepada aku?" ujar Nando dengan santainya, tanpa berdosa.
"Jangan macam-macam kamu! Dina tak akan memberikan anak itu ke kamu! Jangan buat masalah! Harusnya kamu bersyukur diberikan kesempatan untuk hidup kembali. Agar kamu bisa menyadari kesalahan kamu, dan meminta maaf kepadanya," ucap sang papa yang tiba-tiba saja masuk dan ikut bicara.
Sang papa menceritakan apa yang terjadi saat dirinya koma dulu. Betapa baiknya mereka, mereka mau datang menengok seorang laki-laki yang telah merusaknya. Papanya juga menceritakan, kalau kedua wanita itu telah hidup bahagia dengan laki-laki yang sangat mencintai mereka.
"Nando benci hidupku, lebih baik aku mati dari pada hidup menjadi orang yang tak berguna seperti ini!" Teriak Nando yang seperti orang tak waras. Dia terlihat histeris mengamuk, dan bahkan ingin mencabut selang infus.
Membuat sang papa merasa malu, hingga memilih meninggalkan dirinya. Hanya meninggalkan sang mama saja yang di dalam.
__ADS_1
"Dasar anak manja, tak tahu diri! Bukannya bersyukur, dia malah mempermalukan dirinya sendiri. Harusnya bersyukur, mereka berdua mau memaafkan kesalahan dirinya dan mau datang menengoknya. Bahkan mau membantu untuk biaya pengobatan dia," umpat sang papa yang merasa geram dengan tingkah sang anak yang bersyukur.
Semua ini karena. kesalahan sang istri yang selalu memanjakan anaknya. Menjadikan dirinya menjadi anak yang manja. Yang selalu menginginkan, keinginannya terpenuhi.