Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Sepakat Menjalin Hubungan


__ADS_3

Berawal dari ketidaksengajaan, berakhir dengan sebuah hubungan yang serius. Hal itu yang terjadi kepada pasangan Sania dengan Reza, yang akhirnya sepakat menjalin hubungan.


"Kamu yakin mau sama aku? Aku sudah tidak pe ...," ucapan Sania terhenti kala Reza meletakkan jari telunjuknya di bibir Sania.


"Cukup tak perlu kamu lanjutin! Aku tak butuh penjelasan lagi dari kamu, semua yang tadi kamu jelaskan aku sudah mengerti. Aku yakin kalau kamu itu wanita baik. Lagi pula zaman sekarang banyak wanita yang seperti kamu. Bahkan mereka dengan sengaja menikmatinya. Aku pun bukan laki-laki yang baik. Jujur, aku ini seorang laki-laki yang kerap bergonta-ganti partner. Aku tak suka sebuah hubungan yang serius. Namun, entah mengapa saat aku mengenal kamu. Aku jatuh cinta kepada kamu," ungkap Reza membuat wajah Sania memerah.


"Apa kamu mau menerima aku apa adanya? Aku janji, aku tak akan pernah menyakiti hati kamu. Sudah cukup selama ini aku bermain-main. Saatnya aku menata hidupku, memiliki sebuah keluarga. Kapan aku bisa menemui keluarga kamu," ucap Reza apa adanya. Tak ada yang dia tutupi tentang dirinya kepada Sania. Semua itu dia anggap hanyalah sebuah masa lalu, dia berjanji tak akan melakukannya lagi.


"Tapi orang tua aku tak sekaya kamu dan orang tua kamu. Aku hanya orang biasa," ucap Sania lirih.


"Baby, yang aku tanya itu kamu mau tidak menerima aku apa adanya? Aku bukan bertanya tentang keluarga kamu. Lagi pula tanpa kamu bilang, aku sudah tahu kok," ucap Reza sambil terkekeh, sambil mengelus rambut Sania dengan lembut. Membuat hati Sania meleleh.


Ternyata senyumnya sangat manis. Reza memiliki lesung pipit di pipi sebelah kiri, menambah ketampanan wajahnya. Pantas saja dirinya menjadi Casanova.


"Mimpi apa yang gue? Punya calon suami paket lengkap. Kejadian kelam, ternyata ada hikmah juga. Mengantarkan aku bertemu dengannya," gumam Sania dalam hati. Senyuman terbit di bibirnya.


"Hayo mikirin apa? Mikir jorok ya," goda Reza.

__ADS_1


Hati Sania berbunga-bunga. Inilah pertama kalinya dia merasakan jatuh cinta dan cintai oleh lawan jenis. Rasanya begitu indah. Semoga nasibnya bisa seberuntung sahabatnya, yaitu Dina.


"Ih, apaan sih," ujar Sania sambil memanyunkan bibirnya.


"Kamu menggoda aku ya? Awas lo, aku ini mantan Casanova. Aku pintar membuat wanita klepek-klepek," ujar Reza sambil memainkan alisnya, membuat Sania memutar bola matanya karena malas.


Semakin hari hubungan Reza dengan Sania semakin mesra. Bahkan Reza sudah meminta Sania untuk berhenti bekerja. Sabtu ini dirinya akan bertandang ke rumah orang tua Sania, untuk berkenalan. Reza sudah terlihat rapih dengan kemeja berwarna biru laut dan celana berwarna navy. Reza memiliki tubuh kekar. Dia kerap melakukan fitness di kala malam di waktu luangnya. Banyak wanita yang menjerit merasakan keperkasaan dirinya di ranjang.


"Yakin kamu ingin bertemu orang tua aku?" Tanya Sania.


"Iya dong. Memangnya kenapa? Apa kamu berniat mundur menikah dengan aku," ujar Reza yang kini menatap wajah Sania dengan serius. Membuat Sania salah tingkah.


"Sudah! Aku tak ingin berdebat yang tak penting. Jika aku sudah seperti ini, berarti aku sudah siap menerima kamu apa adanya. Kita sama-sama memiliki kekurangan, jadi kita harus saling melengkapi. Mulai sekarang hapus pikiran kamu tentang hal itu. Aku cinta sama kamu, terserah kamu mau percaya atau tidak. Seiring waktu kamu akan tahu apa yang sebenarnya, aku akan buktikan dengan perbuatan aku bukan hanya sekedar sebuah ucapan. Ayo kita jalan, kasihan orang tua kamu. Pasti dia sudah menunggu kamu sama aku," ujar Reza tegas.


Reza fokus menyetir mobil. Meskipun dirinya mampu membayar seorang supir pribadi, tetapi dia tak pernah melakukannya. Dia lebih suka menyetir mobil sendiri. Keberuntungan berpihak padanya. Setelah kesedihan yang Sania rasakan, kini dirinya bisa tersenyum. Reza bukanlah orang biasa, dia adalah pemilik perusahaan. Tak tanggung-tanggung, mobil yang dia kenakan mobil sport yang sangat mewah. Suatu keberuntungan untuk Sania, bisa merasakan menaiki mobil mewah.


"Aku bingung, nanti mobil kamu parkir di mana ya. Soalnya rumah aku di gang sempit. Aku khawatir kalau mobil kamu di parkir di jalanan," ucap Sania.

__ADS_1


"Kamu tuh lucu banget ya. Hal begini saja segala dipikirkan. Aku parkir di pinggir jalan pun tak masalah. Nanti kita bisa titipkan orang yang ada di sana. Jelas saja laki-laki itu bisa bersikap seperti itu kepada kamu," Cerocos Reza.


Kini Sania dan Reza sudah sampai di depan gang rumah Sania. Sebelumnya, mereka mampir dulu di sebuah toko kue dan roti untuk orang tua Sania. Baru kali ini Reza merasa yakin untuk menikah. Menunjukkan keseriusannya kepada Sania. Sania memiliki tubuh yang mungil, berkulit putih, dan berambut panjang. Memiliki wajah yang mungil dan cantik, meskipun demikian Sania memiliki payu*dara yang cukup besar. Berpenampilan sederhana, dan natural.


"Maaf ya," ucap Sania. Namun Reza memilih tak merespon perkataan Sania. Sania merasa tak enak, karena Reza harus menyelusuri gang sempit. Rumah Sania cukup jauh dari jalan raya. Sania merasa tak enak, karena keringat bercucuran membasahi wajah dan tubuh Reza.


"Assalamu'alaikum," ucap Sania, mengucap salam.


Kedua orang tua Sania langsung menyambut kedatangan mereka dan mempersilahkan untuk masuk. Mereka tak menyangka kalau sang anak bisa mendapatkan laki-laki yang bisa dikatakan sempurna. Dari segi penampilan tentu saja Reza bukanlah orang biasa. Wangi parfum di tubuhnya begitu menggoda kaum hawa, Reza begitu maskulin.


Reza langsung mengungkapkan maksud dan tujuan kedatangan dirinya tanpa basa basi. Dia benar-benar seorang pengusaha sejati yang bersikap to the point tak berbelit-belit. Dia begitu lantang dan tegas melamar Sania. Dia juga berniat akan mengajak kedua orang tuanya untuk menemui kedua orang tua Sania.


"Kalau Bapak dan Ibu pada dasarnya, terserah Sania saja. Karena kelak dialah yang akan menjalani pernikahan dengan kamu. Namun, hal. yang perlu kamu pahami. Sania tak sekaya kamu, dia hanyalah anak dari keluarga sederhana. Apa kamu sudah yakin ingin bersanding dengan Sania? Apa kamu sudah yakin, kalau orang tua kamu akan menyetujui hubungan kalian," ungkap Ayah Amril, Ayah dari Sania.


"Untuk urusan orang tua saya, nanti biar saya yang urus Pak. Saya akan membawa kedua orang tua Saya untuk melamar Sania secara resmi. Jika Bapak merestui, kami berniat melakukan segera mungkin," sahut Reza.


"Bagaimana San, apa kamu setuju? Mengingat kalian belum terlalu saling mengenal. Apa kalian siap untuk saling mengenal setelah menikah? Bapak hanya pesan sama kamu Rez, tolong sayangi dan cintai Sania. Jika kamu merasa bosan tak mencintai dirinya lagi, lebih baik kamu kembalikan Sania kepada kami. Jangan pernah sakiti hatinya," ujar Ayah Amril dan Reza mengiyakan.

__ADS_1


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya bestieku😘



__ADS_2