
"Yang, lanjut yuk yang tadi! Di luar hujan, dingin banget," rengek Rian membuat Dina geleng-geleng kepala. Sekali mencoba, menjadi ketagihan.
"Mentang-mentang baru buka puasa, minta nambah," goda Dina.
"Habis enak sih, jadi ketagihan deh," sahut Rian sambil terkekeh, membuat Dina terbahak-bahak. Mengapa suaminya berubah menjadi mesum. Padahal dulu bisa menahan hasratnya.
"Sekarang 'kan sudah sah, bebas mau ngapain dan kapan pun mau," ungkap Rian sambil memainkan alisnya.
Hubungan Dina dan Rian, tentu saja semakin mesra. Rian sudah tak merasa canggung lagi, bermesraan dengan Dina di depan orang banyak. Rasanya pasti sangat berbeda.
__ADS_1
"Apa? Mau di gendong sama Ayah ya?" tanya Rian yang mengajak bicara Al. Al menangis, saat melihat wajah Ayahnya yang baru saja pulang dari kantor. Tangannya seakan meminta gendong. Hingga akhirnya Rian mengambil Baby Al dari istrinya.
Benar saja, setelah Rian mengambilnya. Baby Al justru terdiam dan memperhatikan wajah Ayah Rian. Baby Al tampak tertawa karena di goda oleh Rian. Dina sangat bahagia melihatnya. Rian begitu menyayangi anaknya.
Kebahagiaan juga menyertai kehidupan Sania. Sania sudah melahirkan melalui proses persalinan secara sesar. Sania dan Reza kini sudah dikaruniai dua orang anak yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Reza begitu bahagia, karena kini sudah menjadi seorang Papa. Sama juga yang di rasakan Sania. Dia merasa bahagia, karena kini dirinya sudah menjadi seorang ibu.
"Selamat ya Za, sekarang kamu sudah menjadi seorang bapak. Semoga bisa menjadi bapak yang baik untuk kedua anak kalian. Selamat juga untuk kamu, Sania. Terima kasih telah memberikan cucu untuk kami," ucap ibunya Reza.
Mereka tampak bahagia. Kedua bayi mungil itu diberi nama Khanza Saputri dan Kahfi Saputra. Doa terbaik untuk kedua anaknya. Berharap, kedua anaknya bisa menjadi anak yang sholeh dan sholeha. Reza bersyukur, meskipun masa lalunya dirinya tak baik. Ternyata Allah masih begitu sayang kepadanya, masih memberikan kesempatan kepada dia untuk bahagia.
__ADS_1
"Terima kasih Beb, karena kamu sudah memberikan kebahagiaan untuk aku. Berjuang untuk melahirkan kedua anak kita," ucap Reza sambil memberikan kecupan di kening istrinya.
Mereka akan berusaha mendidik kedua anak mereka menjadi manusia yang baik. Semoga masa lalu yang kelam terjadi kepada kedua orang tuanya, tak terjadi kepada anak-anak mereka.
Mendengar sahabatnya telah melahirkan tentu saja Dina merasa bahagia. Karena akhirnya, sahabatnya bisa merasakan bahagia. Hal itu membuat Dina merasa tak enak hati kepada suaminya.
"Kamu kenapa, Sayang? Mengapa kamu menangis?" tanya Rian lembut kepada istrinya.
Dina menceritakan apa yang dia rasakan saat ini. Dia merasa sedih karena belum memberikan seorang anak untuk suaminya. Dia merasa iri dengan sahabatnya, yang justru lebih dulu memberikan keturunan untuk suaminya.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Rian justru tertawa. Karena dia justru bersikap biasa. Memang, setiap pasangan yang telah menikah. Pastinya menginginkan memiliki keturunan. Namun, Rian menyadari kalau saat ini Al masih sangat kecil. Dia merasa tak tega dengan anak tirinya. Rian tak ingin kasih sayang kepada Al, nantinya akan terbagi. Jika, adanya anak kembali. Oleh karena itu, Rian menyuruh Dina untuk menyusui Al dulu sampai berusia dua tahun. Baru setelah itu mereka memiliki anak kembali.