
"Beb, bangun yuk! Kita sholat shubuh berjamaah," ujar Reza membangunkan sang istri.
Sania menggeliat, merenggangkan otot-ototnya yang terasa kencang. Tubuhnya terasa remuk. Perlahan matanya terbuka, dan wajah suaminya yang pertama kali dia lihat. Reza sudah terlihat memakai sarung dan juga baju koko.
"MasyaAllah, ganteng banget suami aku," puji Sania sambil tersenyum.
"Siapa dulu istrinya. I Love you," sahut Reza.
"Kamu memangnya sudah mandi wajib? Aku mandi dulu ya," ujar Sania yang kini sudah bangun untuk segera mandi.
Reza sudah mandi wajib, diam-diam dia mulai memperdalam ilmu agama Islam. Dirinya kini kerap mempelajari lewat tayangan youtube. Dia merasa terpanggil dengan ucapan sang istri. Dia bertekad untuk menjadi imam yang baik untuk keluarganya
"Kamu memang cerdas, Mas. Baru dua kali aku ajarkan, kamu sudah bisa menjadi imam. Nanti tinggal di mantapkan lagi ya, belajar mengajinya," ujar Sania.
Sania dan Reza baru saja selesai menunaikan ibadah sholat subuh. Hati Reza merasa tenang dan damai. Dia merasa nyaman seperti itu.
__ADS_1
"Nanti kita naik haji ya! Kalau enggak, gimana kalau kita umroh dulu. Aku ingin orang Islam yang menjalankan rukun islam. Selama ini aku lalai menjalankan kewajiban aku sebagai seorang muslim. Mungkin jika aku tak pernah bertemu kamu, sampai sekarang pasti aku masih hidup seperti di zaman jahiliyah," ungkap Reza membuat Sania terharu.
"Kamu itu benar-benar suami idaman banget. Aku kira dulu hanya sahabat aku saja yang mendapatkan suami yang luar biasa, ternyata Allah memberikan suami yang luar biasa untuk aku," ungkap Sania.
Banyak hal yang telah mereka lewati. Mereka memulai semuanya dari awal. Mereka saling melengkapi satu sama lain, untuk mencapai kata sempurna.
"Hari ini kamu puas-puasin belanja ya, besok kita akan lanjutkan perjalanan! Jangan lupa beli buat Ayah dan Bunda," ujar Reza.
Reza selalu mengingatkan sang istri membelikan oleh-oleh untuk mertuanya, setiap bertandang ke setiap negara. Reza benar-benar suami idaman. Meskipun orang kaya, Reza tak pernah bersikap sombong kepada sang istri. Tak pernah sekali pun dirinya bersikap semena-mena.
Acara bulan madu kali ini, justru seperti acara liburan. Mereka lebih sering menghabiskan waktu untuk berkeliling kota di negara tempat mereka berbulan madu. Tujuan Reza yaitu membahagiakan sang istri, sebagai hadiah pernikahan mereka.
Malam telah tiba, Reza dan Sania sudah berada di kamarnya. Sudah saatnya dia membahagiakan sang suami. Selama ini suaminya kerap membuat diri-nya bahagia.
Sania terlihat berlenggak lenggok di depan suaminya seperti seorang model. Malam ini Sania terlihat memakai riasan sedikit menantang. Dirinya berjalan menghampiri sang suami yang sedang duduk memainkan ponselnya dan kini sudah berada di pangkuan suaminya.
__ADS_1
"Nakal ya sekarang istri aku," ujar Reza.
"Aku ingin membahagiakan kamu," bisik Sania sesensual mungkin, membuat tubuh Reza berdesir. Bahkan baru seperti itu saja, junior Reza sudah berdiri tegak. Membuat Reza menjadi tak karuan.
Sania langsung membuka satu persatu pakaian yang di kenakan suaminya, hingga suaminya kini sudah dalam polos. Sania mulai melancarkan aksinya membuat sang suami tak berdaya. Baru sebentar saja, Reza terlihat begitu menikmati. Matanya sudah terlihat merem melek.
"Beb ...," panggil Reza. Suaranya sudah terdengar berat. Terlebih saat ini sang istri sedang memanjakan juniornya. Memainkan di mulutnya.
"Istriku memang paling bisa memuaskan suaminya. Enak Beb," ungkap Reza membuat Sania bersemangat.
"Sudah, gantian sekarang," ujar Reza.
Kini Reza meminta Sania yang duduk di sofa. Mereka mulai bercumbu mesra. Sania sudah mulai bisa mengimbangi suaminya. Ciuman itu lama kelamaan semakin bergairah. Seakan menuntut lebih.
Reza menghentikan ciuman dan kini giliran Sania yang dibuat tak berdaya oleh suaminya. Sania hanya menikmati sentuhan demi sentuhan yang dilakukan suaminya.
__ADS_1