Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

"Akhirnya, sebentar lagi kita akan menjadi pasangan suami istri. Satu pintaku, jika suatu saat ada wanita yang mengaku memiliki anak dariku. Aku mohon kamu jangan langsung percaya. Aku yakin saat mereka tahu aku sudah menikah, salah satu dari mereka akan berusaha untuk merebut aku dari kamu. Aku tak pernah sekalipun menaruh benih di rahim mereka. Suami kamu ini tampan dan bisa dikatakan sempurna, wajar jika banyak wanita yang mengejar cintaku. Namun, satu hal yang harus kamu ketahui. Cintaku hanya untuk kamu. Bukan hanya saat ini saja, tetapi untuk selamanya," ungkap Reza.


"Gombal," sahut Sania sambil memanyunkan bibirnya membuat Reza terkekeh.


Segala persiapan telah dilakukan. Semua seperti sebuah mimpi bagi Sania yang hanya berasal dari kalangan biasa. Dirinya lebih dulu melakukan pesta dibandingkan sang sahabat. Bahkan dari segi ekonomi, Reza lebih unggul. Hanya saja masa lalu Reza tak baik dan orang tuanya telah bercerai. Berbeda halnya dengan Rian, Dina bisa merasakan kasih sayang kedua mertuanya, dan Dina adalah wanita yang beruntung mendapatkan Rian.


Pesta pernikahan Sania akan diselenggarakan secara mewah. Akan dihadiri para relasi Reza. Sebenarnya Sania tak ingin berlebihan seperti itu, tetapi Reza 'lah yang menginginkan. Dia ingin memberitahu kepada semua orang, bahwa dirinya sudah berhenti menjadi seorang Casanova dan telah melabuhkan hatinya pada Sania.


"Aku sudah menyiapkan untuk bulan madu kita. Kita akan berkeliling Eropa selama 10 hari. Aku ingin membahagiakan kamu. Aku yakin kamu belum pernah berkeliling dunia," ucap Reza. Tentu saja hal itu membuat Sania merasa terharu. Mendapatkan Reza saja, merasa sudah beruntung. Apalagi mendapatkan segalanya.


Sania langsung memeluk tubuh Reza erat, meluapkan perasaan yang dia rasakan saat itu. Air mata Sania menetes satu persatu. Namun, Reza langsung melepaskan pelukan Sania. Tentu saja hal itu membuat Sania mengerutkan keningnya, berpikir mengapa Reza seperti itu.


"Kenapa? Apa kamu tak suka aku seperti itu," ujar Sania ketus. Dia salah paham, padahal bukan itu alasan Reza seperti itu.


"Astaga, bukan gitu Sayang. Masa iya aku harus menunjukkan ke kamu sekarang, kalau junior aku bangun. Dia gelisah, karena tubuh aku terkena aliran listrik dengan bukit kembar kamu. Dari pada aku khilaf," ujar Reza sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Rencananya, Sania akan mengundang sahabat terdekatnya yang tak lain adalah Dina. Sekalian dirinya ingin mengetahui kondisi sahabatnya itu. Hari ini dirinya berencana ke rumah Dina, memberikan undangan pernikahan dirinya dengan Reza.


"Cantik banget calon istri aku," goda Reza membuat Sania tersipu malu.


Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah Dina. Sania berharap semoga Dina ada di rumahnya. Sania bersyukur karena pernikahan dirinya dengan Reza dilancarkan. Berawal dari sebuah ketidaksengajaan.

__ADS_1


Sania dan Reza sudah sampai di rumah Dina. Sania turun lebih dulu, dan mengucap salam. Dina merasa terkejut dengan kedatangan sahabat yang sudah lama tak bertemu. Mereka saling berpelukan. Dua wanita yang menjadi korban Nando.


"Ayo masuk yuk ke dalam. Ini siapa San? Kenalin aku dong," ujar Dina.


"Oh iya kenalin, ini Reza calon suami aku," sahut Sania.


"Serius San? Ya ampun aku senang banget mendengarnya. Kapan mau nikahnya, San?" Tanya Dina.


Sania, Reza, dan Dina kini sudah berada di dalam ruang tamu. Sania langsung mengeluarkan satu buah undangan pernikahan dirinya dengan Reza, dan memberikannya kepada Dina. Dina turut bahagia, karena akhirnya sang sahabat mendapatkan jodohnya. Bahkan Reza bukanlah orang biasa.


"Semoga semuanya dilancarkan ya San sampai hari H, dan kalian bisa menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan warohmah. Semoga cepat menyusul aku ya memiliki momongan," ujar Dina.


Mendengar istrinya berteriak memanggil-manggil dirinya, Rian akhirnya turun menghampiri sang istri yang sedang bersama Sania dan Reza di ruang tamu. Rian tak mau kalah, dirinya menunjukkan sikap romantisnya. Rian dan Reza saling berkenalan, dan akhirnya mereka mengobrol.


"San, bantuin aku yuk di dapur menyiapkan makanan buat kita makan siang," ujar Dina. Dirinya melakukan hal itu, hanya untuk beralasan. Padahal dirinya ingin tahu asal mula pertemuan sang sahabat dengan calon suaminya.


Dina sempat mengajak Sania ke kamarnya, untuk bercerita. Sania langsung menceritakan kejadian yang menimpa dengan dirinya. Dina merasa bersalah, karena sahabatnya seperti itu karena membelanya. Hingga akhirnya dialah yang menjadi korban.


"Kamu memang sahabat yang luar biasa, makasih Ya. Demi aku, kamu rela mengorbankan diri kamu. Untungnya ada hikmah di balik semua itu. Jika tidak, pasti aku akan sangat menyesal," ujar Dina. Mereka saling berpelukan.


"Nando benar-benar gila ya? Kamu tak salah apa-apa menjadi korban. Semoga dia mendapatkan karena yang setimEdEdrx epal atas apa yang dia perbuat kepada kita," ujar Dina dan Sania mengiyakan.

__ADS_1


Setelah mereka puas mengobrol. Mereka kembali ke tujuan awal, yaitu menyiapkan untuk makan siang mereka. Semua makanan sudah tertata rapih, hanya tinggal memanggil pasangan mereka. Kini mereka berempat sudah berada di meja makan, untuk segera menikmati hidangan yang sudah disiapkan Dina dan Sania. Meskipun lama, karena Dina dan Sania sempat mengobrol. Setelah itu mereka baru memasak.


"Wow, sepertinya semua makanan ini enak. Aku sudah tidak sabar untuk mencicipinya. Ini yang masak siapa ni," ujar Reza.


"Kalau kalian sudah menikah, pasti Sania juga akan sering memasakkan makanan untuk kamu. Benarkan, San? Wanita kita ini memang luar biasa," ujar Rian dan Reza mengiyakan.


Kedua pasangan itu tampak serasi. Rian dengan Dina, dan Sania dengan Reza. Selama ini, Reza memiliki segalanya. Hanya satu yang tidak dia miliki di dunia ini, yaitu sebuah kasih sayang dan cinta yang tulus. Kini sudah dia dapatkan dari Sania.


"Jangan lupa datang ya Din, di hari spesial aku," ujar Sania dan Dina akan mengusahakan untuk datang ke pesta pernikahan Sania dengan Reza.


Setelah selesai makan, dan sempat mengobrol kembali, akhirnya Sania dan Reza pamit untuk pulang. Rencananya Reza akan mengajak Sania ke sebuah pusat perbelanjaan. Dia ingin menyuruh Sania berbelanja untuk barang-barang seserahan dan juga mas kawin untuknya.


Kini mereka sudah di sebuah pusat perbelanjaan. Reza langsung mencari toko perhiasan untuk membelikan satu set berlian. Dia meminta kepada pelayan toko, untuk membantu sang istri memilihkan apa yang dia inginkan. Satu set perhiasan, sudah didapatkan. Saat ini mereka sedang mencari barang-barang untuk seserahan.


"Mas, beli apa," ujar Sania yang melihat sang suami sedang di kasir. Sania saat itu asyik memilih pakaian dalam untuk dirinya.


"Beli ini untuk kamu pakai saat malam pertama kita," ujar Reza membuat wajah Sania berubah memerah, menahan rasa malu. Karena sang pelayan kini menatap dirinya sambil senyum-senyum.


Sambil menunggu up, mampir yuk ke karya bestieku😘


__ADS_1


__ADS_2