Ternyata Aku Hamil

Ternyata Aku Hamil
Kehidupan Baru


__ADS_3

Sania dan Reza tengah menjalani kehidupan baru sebagai pasangan suami istri. Mereka tampak masih terlelap dalam dekapan hangat pasangannya. Tubuh mereka masih dalam keadaan polos, dan hanya ditutupi selimut.


Sania terbangun, kala matahari menyelusup masuk menembus gorden. Sania mencoba bangun secara perlahan, tetapi Reza justru menangkapnya kemabli.


"Aish, ini orang. Aku mau turun, malah ditarik lagi," gerutu Sania.


Padahal saat itu mata Reza masih terpejam, tetapi dirinya tahu kalau Sania berniat turun dari ranjang. Membuat Sania merasa kesal.


"Mas, aku ingin turun," rengek Sania manja. Namun, Reza tak menjawab. Sepertinya dirinya sedang bermimpi memeluk Sania.


Sania mencoba melepaskan pelukan suaminya dan berusaha turun dengan pelan-pelan.


"Aaaaww," ringis Sania. Dirinya merasa sakit di area sensitifnya. Suaminya benar-benar perkasa, bahkan ukuran milik suaminya lebih besar dari milik Nando.


"Kamu kenapa? Sakit?" Tanya Reza dan Sania menganggukkan kepalanya. Hingga akhirnya driinya memilih untuk duduk di tepi ranjang.


Saat dirinya mendengar sang istri meringis, Reza terpaksa membuka matanya. Bahkan dirinya akhirnya bangkit dan menggendong tubuh istrinya ke kamar mandi.


"Tunggu dulu ya, aku akan menyiapkan air untuk kamu berendam. Agar tubuh kamu merasa rileks dan mengurangi rasa sakit yang kamu rasa," ujar Reza dan Sania mengiyakan. Sania hanya memperhatikan suaminya yang sibuk mengisi air bathtub dan mencampurkan cairan aromaterapi.


"Sudah selesai Nyonya Reza, silahkan berendam," goda Reza. Membuat wajah Sania memerah. Bagi Reza, istrinya adalah wanita yang paling tercantik.


Ini adalah hal pertama kali bagi Sania bisa berendam seperti itu. Sania menelan salivanya, saat melihat membersihkan juniornya. Membuat Reza tersenyum.

__ADS_1


"Kenapa? Mau coba lagi," goda Reza dan Sania langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Kamu ngapain?" Tanya Sania. Sania terlihat gugup, saat melihat Reza ikut naik ke dalam bathtub.


"Mau ngajarin kamu main di sini. Aku yakin pasti kamu tak akan merasakan sakit lagi," ujar Reza dengan cueknya.


Tanpa membuang waktu, Reza langsung menarik tangan istrinya dan meminta naik ke atas pangkuannya. Membuat Sania terlena kembali dengan permainan suaminya. Reza langsung mencium bibir Sania dengan penuh gairah. Membuat Sania kewalahan, tangan Sania memukul-mukul dada bidang Reza. Hingga akhirnya Reza melepaskan ciuman itu.


"Kenapa?" Tanya Reza sambil memandang wajah istrinya.


"Kamu bilang kenapa? Apa kamu tak sadar kalau aku hampir mati karena kehabisan oksigen," sahut Sania ketus, dan Reza justru terkekeh mendengarnya.


"Iya deh, maaf! Siapa suruh kamu buat aku seperti itu. Sepertinya aku sudah kecanduan sama bibir kamu," ujar Reza membuat Sania memutar bola matanya.


"Za, San, Ayah sama Bunda pamit pulang duluan ya! Terima kasih ya Za, atas jamuannya. Ayah titip anak Ayah ya, tolong sayangi dia sebagaimana Ayah menyayangi Sania," ujar Ayah-nya Sania.


"Iya Ayah. InsyaAllah Reza bisa mengemban tugas dengan baik. Rasa cinta Reza tak akan pudar sampai kapanpun," sahut Reza sambil menggenggam tangan Sania.


Sama halnya dengan kedua orang tua Sania yang sudah pamit pulang. Reza dan Sania pun sudah bersiap-siap untuk pulang, karena besok mereka akan berangkat berbulan madu. Mereka akan melakukan perjalanan selama 10 hari.


Baru kali ini Sania di perlakukan sangat istimewa. Reza menggandeng mesra Sania dan mereka naik ke sebuah mobil mewah. Reza duduk di belakang karena hari ini dia menggunakan jasa supir, dia ingin selalu dekat dengan istrinya.


"Semoga kamu segera hadir di rahim Bunda! Ayah dan Bunda menunggu kamu," ujar Reza sambil menciumi perut istrinya, membuat Sania merasa malu karena saat itu mereka bukan hanya berdua.

__ADS_1


"Jono, tutup telinga kamu pake handsfree. Istri saya katanya malu. Nanti akan saya kasih kode, jika kamu sudah boleh membukanya," ujar Reza. Membuat wajah Sania memerah. Terlebih suaminya tak mengizinkan supirnya untuk menoleh ke belakang.


"Kamu itu, benar-benar ya. Tak tahu tempat mesumnya. Dasar playboy cap kadal," umpat Sania membuat Reza terkekeh mendapatkan julukan seperti itu dari istrinya.


Demi membungkam bibir istrinya, Reza langsung menyerang istrinya. Mencium bibirnya. Meskipun dirinya sudah di peringatkan, Jono tetap saja mengintip. Membuat dirinya geleng-geleng kepala, melihat tingkah bos mesumnya itu.


Sania terus memukul-mukul dada bidang suaminya untuk menghentikannya, tetapi sang suami masih saja bergelora. Hingga akhirnya Sania memberikan cubitan di pinggang suaminya. Membuat suaminya melepaskan dan meringis.


"Ih kamu galak banget. Masa sama suami seperti itu," gerutu Reza.


"Habisnya kamu tak tahu malu, mesum sih boleh, tetapi tau tempat dong," gerutu Sania.


Sania tak tahu saja, kalau suaminya pernah melakukan lebih extreme lagi dengan ja*langnya di mobil. Reza memang memiliki kelainan se*ks. Memiliki nap*su yang tinggi.


Mobil yang membawa mereka telah sampai di apartemen Reza yang sangat mewah. Sebagai hadiah pernikahan, Reza akan memberikan satu buah rumah beserta isinya kepada sang istri. Reza akan menyuruh sang istri sendiri yang akan memilihnya. Baik rumah maupun fureniturenya.


"Setelah kita pulang berbulan madu, kita beli rumah ya! Untuk sementara kita di sini dulu. Kelak kita akan memiliki anak dan aku ingin memiliki banyak anak, agar rumah aku rame dengan anak-anak. Menghapus rasa lelah aku setelah cape bekerja. Aku janji, hanya kamu dan anak kita nanti yang ada di hidupku. Aku tak akan lagi bermain ja*lang. Karena semuanya telah aku miliki," ungkap Reza membuat Sania merasa terharu.


Setelah pulang dari bulan madu, Reza ingin mengajak Sania pindah dari apartemennya. Dia takut kalau nantinya, ada wanita yang mengusik Sania. Membuat dirinya bertengkar dengan Sania. Lagi pula, Reza ingin memiliki suasana baru. Dulu, saat dirinya belum menikah dengan Sania. Dirinya kerap membawa para ja*lang ke apartemennya. Hampir setiap sudut ruang, dia pernah lakukan di sana.


Reza telah memblokir nomor-nomor wanita yang dekat dengannya. Ada dua orang wanita yang sangat dekat dengannya. Sella dan Priska, mereka adalah seorang model. Mereka berdua adalah teman Reza sangat dirinya di Paris. Mereka bertemu, dan kerap melakukan kumpul kebo saat Sella dan Priska kembali ke Indonesia. Mereka sama-sama berasal dari Jakarta.


"Semoga mereka berdua tak mengusik hidup aku lagi, aku ingin menjalani hidup baru dengan Sania. Membuat sebuah keluarga dan memiliki keturunan," gumam Reza.

__ADS_1


Ada perasaan resah yang dirasakan Reza. Memang saat ini mereka berdua belum kembali, dan selama ini tak ada yang di tutupi Reza dari Sania. Dia sudah menceritakan masa lalunya. Namun, tetap saja dirinya takut kalau Sania akan salah paham.


__ADS_2